Jejak Kaki Kopka Irvan: Merajut Silaturahmi dan Menggali Filosofi Tujuh Saung Cibatu Agung Kimaung

Pengabdian saya kepada Bangsa dan Negara tidak pernah mencapai batas waktu. Sebagai seorang prajurit TNI AL, saya kini mengisi waktu luang sehabis masa dinas aktif dengan terus melangkah, menjalin silaturahmi, sekaligus menggali potensi wilayah yang saya pijak. Saya selalu memegang teguh peribahasa "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Langkah kaki saya kali ini membawa saya ke ujung Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Tepat di bawah kaki Gunung Sadakeling, saya bertemu saudara sejati untuk menyingkap makna mendalam di balik keberadaan "Tujuh Saung Cibatu Agung Kimaung".
Kebiasaan melakukan monitoring dan komunikasi sosial (komsos) saat saya masih aktif berdinas sebagai Babinpotmar (Bintara Pembina Potensi Maritim) di Posmat Cidaun, Cianjur Selatan, ternyata telah mendarah daging. Kerinduan untuk terus berbaur dengan masyarakat mendorong saya untuk terus melangkah. Di mana pun kaki saya berpijak, silaturahmi selalu saya jalin erat demi menggali potensi dan kearifan potensi setempat.
Perjalanan kali ini Sabtu, 16 Mei 2026, mempertemukan saya secara langsung dengan Kimaung dan adiknya di Tujuh Saung Cibatu Agung Kimaung. Lokasi indah ini berada di wilayah perbatasan antara Desa Sukaluyu (Kecamatan Sukawening) dan Desa Wanakerta (Kecamatan Cibatu), Kabupaten Garut.

Pertemuan yang hangat tersebut melahirkan dialog yang sangat menarik bagi saya seputar asal-usul nama tempat tersebut. Berdasarkan perbincangan kami, nama “Tujuh Saung Cibatu Agung Kimaung” ternyata menyimpan akronim mendalam yang kaya akan filosofi kehidupan:
Tujuh: Tempat Urang Tawajuh (Tempat kita bermunajat dan fokus kepada Tuhan);
Saung: Saha Urang (Siapa kita / kesadaran akan jati diri);
Cibatu Agung: Ciri Baca Tulisanna Nu Agung (Tanda untuk membaca dan menuliskan keagungan-Nya);
Kimaung: Kita Manusia Unggul.
Bagi saya pribadi, jika rangkaian kata tersebut disatukan, tersimpan sebuah pesan spiritual yang kuat untuk menjadi manusia unggul yang tahu jati diri dan senantiasa mengagungkan Tuhan.
Selain akronim tersebut, saya juga menemukan makna literal yang kaya dari kata "Cibatu Agung" berdasarkan sudut pandang Bahasa Sunda dan Arab. Dalam Bahasa Sunda, Cibatu Agung berarti "Air dan Batu Besar" atau "Air dan Batu Mulia". Sementara dalam Bahasa Arab, nama ini berarti gelar kehormatan untuk Hajar atau gelar kehormatan untuk batu yang mulia.
Alhamdulillah, silaturahmi ini berjalan dengan sangat baik, lancar, dan penuh kebahagiaan. Saya berharap ikatan persaudaraan yang telah terajut erat ini akan tetap berjalan dan terjaga hingga maut memisahkan kita.
Irvan Tibed Jlb AL
✦ Tanya AI