Politik dan Dunia Usaha Jangan Hanya Menikmati Hasil, Saatnya Ikut Memikul Perjuangan Garut Utara
Oleh: Ade Husna, S.Pd.I., M.M.Pd.
Wakil Ketua Umum PM Gatra Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK)
Garut Utara, 23 Juni 2026
Perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Garut Utara telah memasuki fase yang semakin strategis. Setelah melalui perjalanan panjang sejak tahun 2012, berbagai tahapan yang selama ini dianggap paling mendasar dan paling sulit telah berhasil dicapai melalui konsistensi PM Gatra bersama seluruh elemen masyarakat Garut Utara.
Dukungan politik melalui keputusan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Garut, DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hasil Musyawarah Desa pada 116 desa, serta hasil kajian Kapasitas Daerah (Kapasda) yang menyatakan Garut Utara sangat layak menjadi daerah otonom baru merupakan capaian besar yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Dengan demikian, perjuangan konstitusional telah berhasil mengantarkan Garut Utara sampai pada gerbang nasional.
Memasuki tahapan berikutnya, perjuangan tidak lagi hanya berbicara mengenai aspek hukum dan administratif semata. Fase sekarang menuntut penguatan dari berbagai aspek, terutama aspek politik, ekonomi, kesiapan daerah, serta pembangunan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kesiapan Garut Utara sebagai calon daerah otonom baru.
Pada titik inilah dunia politik dan dunia usaha menjadi dua kekuatan yang sangat strategis.
Para anggota DPRD dan tokoh-tokoh politik memiliki kewenangan, akses, jaringan, serta pengaruh politik. Sementara para pengusaha memiliki kemampuan, sumber daya, hubungan, dan kekuatan ekonomi yang dapat menjadi modal penting dalam mempersiapkan masa depan Garut Utara. Kewenangan melahirkan tanggung jawab politik, sedangkan kemampuan melahirkan tanggung jawab sosial dan ekonomi.
Jika selama ini PM Gatra bersama masyarakat dan para aktivis lebih banyak memikul perjuangan pada aspek hukum, administratif, serta konsolidasi sosial politik dasar, maka pada tahapan sekarang sudah saatnya para pemegang kewenangan dan para pemilik kemampuan mengambil peran yang lebih nyata sesuai kapasitas masing-masing.
Perjuangan Garut Utara tidak terlepas dari dukungan politik. Sejarah terbentuknya daerah-daerah otonom baru di Indonesia menunjukkan bahwa keputusan politik merupakan faktor penting dalam menentukan arah dan keberhasilan sebuah perjuangan. Demikian juga dunia usaha. Kabupaten Garut Utara yang akan lahir nanti membutuhkan investasi, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, perdagangan, jasa, industri, serta berbagai sektor produktif lainnya. Dengan kata lain, para pengusaha sesungguhnya sedang mempersiapkan ruang pertumbuhan yang pada akhirnya juga akan menjadi ruang berkembang bagi dunia usaha itu sendiri.
Karena itu, tidak adil apabila perjuangan yang telah mencapai tahapan strategis ini hanya dibebankan kepada PM Gatra dan segelintir aktivis semata.
Harus disadari bahwa ketika Kabupaten Garut Utara terbentuk nanti, dunia politik dan dunia usaha akan menjadi salah satu pelaku utama yang paling merasakan multiplier effect dari hadirnya daerah baru. Akan lahirlah ruang kepemimpinan baru, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, peluang investasi baru, serta berbagai aktivitas pembangunan yang membawa manfaat bagi masyarakat secara luas.
Oleh karena itu, saya mengimbau para anggota DPRD asal Garut Utara, para tokoh politik, para pengusaha, serta seluruh putra-putri Garut Utara yang hari ini memiliki kewenangan, kemampuan, jaringan, dan pengaruh agar tidak hanya menjadi penonton dan menunggu hasil perjuangan.
Jangan sampai rakyat dan para aktivis terus memikul beban perjuangan, sementara mereka yang memiliki kewenangan politik dan kemampuan ekonomi memilih menunggu. Sebab ketika Kabupaten Garut Utara berdiri nanti, sejarah akan membedakan antara mereka yang ikut berjuang dengan mereka yang sekadar menikmati hasil perjuangan.
Kabupaten Garut Utara adalah cita-cita bersama. Oleh karena itu, tidak boleh ada pihak yang hanya menunggu dan menikmati hasilnya. Mereka yang hari ini memiliki kewenangan politik dan kemampuan ekonomi sudah sewajarnya hadir memikul tanggung jawab yang lebih besar.
Sebab sejarah tidak hanya mengingat siapa yang hadir saat peresmian, tetapi juga siapa yang tetap berdiri di barisan perjuangan sebelum kemenangan itu datang.
Dok. Biro Humas dan Informasi
✦ Tanya AI