• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Disinyalir Keracunan MBG di Cibatu-Garut, 18 Korban Dirawat Intensif

img

IMG-20260718-WA0017.jpg


Kasus dugaan keracunan makanan massal menimpa belasan santri dan tenaga pengajar di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peristiwa Kejadian Luar Biasa (KLB) ini diduga terjadi setelah para korban mengonsumsi paket makanan dari Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Yayasan Al-Halim, Desa Sindangsuka.


Hingga Rabu, 22 Juli 2026, pukul 13.30 WIB, Posko Kesehatan mencatat sebanyak 18 pasien masih harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Cibatu setelah mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare akut.


Plt. Kepala Unit Polisi Pamong Praja (Kanit Pol PP) Kecamatan Cibatu mengungkapkan bahwa kronologis kejadian bermula pada Selasa, 21 Juli 2026, mulai pukul 07.20 WIB. Saat itu, pihak SPPG Yayasan Al-Halim menyalurkan paket MBG ke Pesantren Al-Mansuriah serta sejumlah sekolah penerima manfaat di wilayah tersebut.


Sekitar pukul 09.00 WIB, para santri dan pengajar di Pesantren Al-Mansuriah, Desa Mekarsari, mengonsumsi paket makanan tersebut. Beberapa di antaranya memakan langsung di tempat, sementara sebagian lainnya membawa paket makanan pulang ke rumah menggunakan wadah plastik atau misting.


Dampak dari konsumsi makanan tersebut mulai terasa beberapa jam kemudian. Berdasarkan laporan dari Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Cibatu, sekitar pukul 13.30 WIB, sejumlah santri anak-anak dari Wilayah Desa Mekarsari mulai berdatangan ke puskesmas dengan keluhan medis yang seragam, seperti pusing, mual-muntah, dan mencret.


IMG-20260722-WA0022.jpg


Data terbaru dari Puskesmas Cibatu memastikan total korban yang dirawat berjumlah 18 orang. Seluruh pasien yang sedang mendapatkan penanganan medis intensif tersebut terdiri dari 10 santri laki-laki dan 8 santri/pengajar perempuan.


Berikut adalah data identitas para korban yang saat ini dalam perawatan:


Pasien Laki-laki (10 Orang):

  1. Wisnu (16 th) – Kp. Cigentur, Desa Sukamerang

  2. Rifki (15 th) – Kp. Dukuh, Desa Karyamukti

  3. Fariz (24 th) – Kp. Rajawali, Desa Maleber, Kota Bandung

  4. Siri (14 th) – Kp. Kukun, Kec. Cikande, Banten

  5. Saudara kandung (18 th) – Lampung Utara

  6. Yusuf (14 th) – Kp. Kukun, Kec. Cikande, Banten

  7. Salman (19 th) – Kp. Dukuh, Desa Karyamukti

  8. Sahrul (17 th) – Kp. Cigaluh, Desa Mekarsari

  9. Pak Ade (54 th) – Kp. Cigaluh, Desa Mekarsari (Pengajar)

  10. Dendi (25 th) – Kp. Majalengka, Desa Cipeundeuy, Bantarujeg

  11. Aceng (14 th) – Ponpes Al-Mansuriah


Pasien Perempuan (8 Orang):

  1. Seli (16 th) – Kp. Dukuh, Desa Karyamukti

  2. Fafat (20 th) – Kp. Dukuh, Desa Karyamukti

  3. Pipin (17 th) – Kp. Dukuh, Desa Karyamukti 

  4. Sumi (14 th) – Kp. Dukuh, Desa Karyamukti 

  5. Zahra (14 th) – Kp. Dukuh, Desa Karyamukti

  6. Sholeha (14 th) – Kp. Dukuh, Desa Karyamukti

  7. Milah (17 th) – Kp. Cigaluh, Desa Mekarsari

  8. Neng Nida (36 th) – Kp. Cigaluh, Desa Mekarsari (Pengajar).


Berdasarkan informasi teknis, dapur produksi SPPG Sindangsuka Yayasan Al-Halim yang berlokasi di Kp. Kopeng Pulo RT 04/01, Desa Sindangsuka, mengelola distribusi untuk 2.241 penerima manfaat yang tersebar di 23 sekolah dan beberapa titik kelompok lainnya. Penanggung jawab operasional adalah Annisa selaku Kepala SPPG dan Anggi sebagai Ahli Gizi.


Menu makanan yang diproduksi dan didistribusikan pada hari kejadian (Selasa, 21 Juli 2026) terdiri dari nasi putih, telur bumbu rendang, tempe manis asam, sayur sop, dan susu kemasan.


Merespons kejadian darurat ini, otoritas setempat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibatu dan dinas terkait langsung mengambil langkah cepat dan terukur:


  1. Evakuasi Medis: Memprioritaskan bantuan cepat seluruh korban yang bergejala ke Puskesmas Cibatu guna mendapatkan penanganan medis pertama dan rawat inap.

  2. Olah TKP dan Peninjauan: Tim gabungan langsung mendatangi lokasi kejadian di Pesantren Al-Mansuriah serta dapur produksi SPPG Yayasan Al-Halim.

  3. Koordinasi Lintas Sektoral: Melakukan intensifikasi koordinasi bersama Forkopimcam, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait untuk pencitraan sebaran korban tak terduga lainnya dari 23 sekolah penerima manfaat.

  4. Uji Laboratorium: Mengamankan dan membawa sampel sisa makanan serta bahan baku dari dapur produksi ke laboratorium kesehatan untuk dilakukan uji klinis guna memastikan penyebab pasti keracunan.


Pemerintah setempat mengimbau masyarakat dan pihak sekolah untuk tetap tenang serta segera melaporkan ke posko kesehatan terdekat jika terdapat anak atau warga yang mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi paket makanan tersebut. Penyelidikan mendalam terkait standarisasi higienitas dapur produksi saat ini sedang berjalan intensif. (AS).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.