• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Bupati Garut dan Gubernur Jabar Kompak Ajak Aisyiyah Putus Rantai Kemiskinan

img

Mengabarkan.jpg


Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajak organisasi kemasyarakatan perempuan Aisyiyah untuk terlibat aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Jawa Barat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Resepsi Milad ke-109 Aisyiyah di Pesantren Darul Arqam, Kabupaten Garut, Senin (22/6/2026).


Pria yang akrab disapa KDM ini menekankan pentingnya aksi nyata dari organisasi keagamaan maupun non keagamaan di luar pelatihan internal. Menurutnya, manfaat organisasi akan jauh lebih terasa jika langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan.


“Saya mengajak seluruh ormas, mari kita melangkah pada hal yang lebih nyata. Kalau kita terus melakukan pembinaan di internal organisasi kita, perasaan manfaatnya terbatas,” ujar Dedi.


Secara khusus, Dedi menyoroti fenomena sosial remaja, seperti aksi tawuran yang dipicu oleh kurangnya perhatian orang tua, terutama pada keluarga pekerja migran (TKI) maupun keluarga yang mengalami keretakan (broken home). Ia berharap kader Aisyiyah dapat hadir sebagai sosok ibu asuh bagi anak-anak tersebut.


“Nanti Aisyiyah turun menghampiri anak-anak yang nongkrong, peluk penuh cinta, ajakin ke majelis, anterin pulang. Kalau orang tuanya tidak ada, biarlah ibu-ibu Aisyiyah menjadi ibu angkat bagi anak-anak yang patah rumah,” lanjutnya.


18f2ca1f-ecd2-4e0a-85d3-2d66b0a514ee.jpg


Di hadapan ratusan kader dan tokoh masyarakat yang hadir, Gubernur Jabar juga menyumbangkan sejumlah pekerjaan rumah pemerintah yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Mulai dari masalah kemiskinan, penanganan anak yatim, perbaikan rumah tidak layak huni, stunting, angka kematian ibu dan anak, hingga infrastruktur jalan dan irigasi.


Namun, Dedi mengakui bahwa ruang gerak anggaran pemerintah saat ini sedang mengalami tekanan berat.


“Kita ingin beresin itu semua dengan alokasi anggaran yang saat ini semakin berat, yang sudah terpotong dalam dua tahun ini sebesar Rp3,6 triliun,” ungkapnya. Oleh karena itu, ia mengajak Aisyiyah untuk mengintegrasikan gerakan sosialnya dengan program pemerintah daerah.


Komitmen Dakwah Kemanusiaan 


Merespons ajakan tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, Ia Kurniati, menegaskan bahwa jalan dakwah Aisyiyah berkomitmen penuh untuk mewujudkan hayatan thayyibah (kehidupan yang baik, tenang, dan berkah).


Melalui tema Milad ke-109, “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Ia Kurniati menyatakan kesiapan organisasi dalam memitigasi berbagai konflik sosial.


“Aisyiyah Jawa Barat berkomitmen untuk terus memitigasi konflik melalui ruang dialog yang mencerahkan, kebijakan yang adil, menyebarkan nilai-nilai perdamaian demi masa depan generasi penerus,” tutur Ia Kurniati.


Di tempat yang sama, Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, turut menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Aisyiyah dalam mendampingi masyarakat selama ini. Senada dengan Gubernur, Syakur juga membuka pintu kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan Aisyiyah, khususnya dalam misi memutus rantai kemiskinan di Kabupaten Garut. (YAS).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.