Budayawati Ambu Rita Laraswati Raih Penghargaan Penulis Produktif MajmusSunda News

PT Majmu Musti Sundaya Utama sukses menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) perdana sekaligus syukuran berdirinya media MajmusSunda News di Hotel Holiday Inn Pasteur, Bandung, pada Selasa (16/6/2026). Momentum ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi para insan dan penggiat literasi, yang dirangkaikan dengan penganugerahan penghargaan bagi tokoh-tokoh penulis yang melestarikan tinggi dalam merawat akar budaya, menghadirkan inovasi, serta memperkuat modal sosial di masyarakat.
Dalam komitmennya mengapresiasi karya literasi, MajmusSunda News menyerahkan penghargaan kepada beberapa kategori penerima. Penghargaan tersebut diberikan kepada 7 Penulis Produktif, 7 Penulis dengan Pembaca Terbanyak, 5 Inovator, serta piagam kolaborasi untuk 5 Perguruan Tinggi dan 7 Lembaga yang selama ini bersinergi dengan media ini.
Salah satu sosok inspiratif yang berhasil meraih penghargaan kategori "Penulis Produktif" adalah Ambu Rita Laraswati, seorang budayawati dan seniman yang aktif berkiprah di wilayah Garut dan Bandung. Ambu Rita bersanding dengan enam tokoh besar lainnya yang juga menerima penghargaan serupa, yaitu:
Prof.Dr.Ir. H. Agus Pakpahan, MS
Prof. Yudi Latif, Ph.D.
Ir. Endang Sastramadja
Ernawan S. Koesoemaatmadja, M.Psi., MBA
Prof.Dr.Ir. Ganjar Kurnia, DEA.
Ir. Oman Abdurahman, MT
Ambu Rita Laraswati (Budayawati & Seniman)
Penghargaan sebagai Penulis Produktif sangat layak diberikan kepada Ambu Rita Laraswati. Dirinya dikenal sangat aktif menyuarakan isu seni, budaya, dan lingkungan, khususnya di wilayah Jawa Barat. Karya-karyanya tidak hanya menghiasi halaman MajmusSunda News, tetapi juga tersebar di berbagai media massa lainnya, memberikan pencerahan bagi generasi muda.
Selain artikel ilmiah dan populer, Ambu Rita juga menumpahkan pemikirannya melalui karya sastra lewat payung Sastra Kidung Semilir (SKS). Beberapa puisi indahnya telah ditulis dalam Antologi Puisi Bersama, seperti Dunia Tanpa Koma, Pelangi Puisi di Langit Swiss Van Java, dan Perempuan Tidak Butuh Panggung.
Bagi Ambu Rita, budaya bukanlah sekadar cerita usang masa lalu, melainkan napas kehidupan masa kini yang harus terus diembuskan kepada generasi penerus. Melalui tulisan yang berirama, ia konsisten menghidupkan kembali nilai leluhur dan jati diri manusia Sunda.
Berikut adalah beberapa judul artikel yang memuat konten lokal dan spiritual yang pernah ditulis oleh Ambu Rita Laraswati:
Kasih Nilai Ajaran Hidup Yang Paling Luhur (Leluhur Sunda)
Menjaga Alam Merupakan Kewajiban Orang Sunda Untuk Masa Depan
Delapan Sifat Air Dalam Nilai Budaya Sunda
Hidupkan Kembali Nilai-Nilai Kearifan Lokal Bangsa Sendiri Berrupa "Ungkapan Tradisional Sunda"
Nilai Spiritual dapat Menumbuhkan Kesadaran Diri Dan Menyatukan Manusia
Sifat Angin Pembawa Bencana
Pentingnya Tolak Bala Dan Ruat Bumi Dengan Tradisi Budaya Sunda
Dampak Program Perhutanan Sosial Menurut Tatanan Adat Sunda
Pelestarian Bumi Dengan Penghijauan Kembali Untuk Mensejahterakan Kehidupan Dunia
Memaknai Ramalan Sabdo Palon, Ronggowarsito, Pasundan, Terhadap Kondisi Bangsa
Raden Emma Bratakusuma: Tokoh Sunda Besar yang Welas Asih
Galuh Dan Galih
Kitab Memberi Keterangan Tanda Alam
Kisah Dzulqurnain Selaras Dengan Wangsit Leluhur Sunda
Budak Angon
Air Dalam Pandangan Sunda Dan Agama: Berkah Dan Bencana
Filosofi Sesajen Menurut Budaya Sunda
Pentingnya Kepemimpinan Kearifan Lokal Nusantara Dibudayakan
Batara Kala
Bentang Alam Provinsi Jawa Barat Rusak Oleh Penjajah
Fasilitas Umum Sangat Erat Hubungan Dengan Hak Asasi Manusia Dan Pasal Yang Mengatur Hukum Pidana
Bahasa Adalah Wahyu Tuhan
Ciri-Ciri Waliyullah
Awal Tuhan Turunkan Ilmu Baik
Rasa Kemanusiaan
Kebenaran Dan Kebatilan
Ratu Balqis Pemimpin Negara Adidaya
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Jawa Barat
Mieling Sang Kalangider
Nilai Budi Luhur Sangkuriang Dan Dayang Sumbi
Tahun 2026 adalah Keseimbangan Yang Goyah
Pabaru Sunda 1963 Caka Sunda: Menguatkan Jati Diri Untuk Menjadi Manusia
Watak Tanah Sanghyang Siksa Kandang Keresian
Patikrama Etika Sunda
Di luar puluhan artikel tersebut, masih ada ratusan berita kegiatan seni, lingkungan, dan kemasyarakatan lainnya yang lahir dari buah pena dingin budayawati ini.
Atas penghargaan yang diterimanya, Ambu Rita Laraswati menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada PT Majmu Musti Sundaya dan segenap redaksi MajmusSunda News. "Penghargaan ini menjadi pemacu semangat saya untuk terus berkarya," tuturnya penuh haru.
Sebagai kado istimewa di hari bahagia tersebut, Ambu Rita mempersembahkan sebuah Kidung Sunda di hadapan para tamu undangan. Kidung ini sarat akan makna mendalam bahwa Sunda adalah "Guru" atau Mahaguru Sejati bagi semua makhluk alam, sekaligus dasar penciptaan kehidupan yang jelas. Kidung Sunda menjadi dasar berpijak bagi manusia untuk mengenali jati diri mereka serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Pencipta.
Menggemanya Kidung Sunda di acara HUT tersebut membawa hikmah besar akan kebangkitan kebudayaan. Kehadiran para penulis yang menerima penghargaan dianalogikan sebagai guru-guru pengetahuan, para penjaga literasi Sunda yang mendedikasikan hidupnya demi menjaga keharmonisan dan keseimbangan Ibu Pertiwi. (AS).
✦ Tanya AI