Kaula Muda Cigadog Garut Harapkan Pemerintah Revitalisasi Total Lapangan Sepak Bola Terlantar

Generasi muda Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, telah lama mendambakan kehadiran sarana olahraga yang representatif. Keberadaan lapangan sepak bola yang layak dinilai krusial, bukan sekadar tempat menyalurkan bakat, melainkan juga instrumen vital dalam membangun karakter dan memajukan potensi pemuda desa secara berkesinambungan. Namun, kondisi fasilitas yang ada saat ini justru memprihatinkan dan memerlukan penanganan segera dari pemerintah.
Perwakilan tokoh pemuda Desa Cigadog, Suryadi Muharam, secara terbuka mendesak adanya perbaikan menyeluruh agar aset desa tersebut tidak terus-menerus terlantar. Pihaknya berharap ada intervensi nyata dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dispora, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami mewakili masyarakat dan kaum muda Cigadog sangat menginginkan revitalisasi total. Kami ingin lapangan ini layak digunakan, nyaman dipandang, tidak kumuh, dan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang,” ujar Suryadi saat ditemui di lokasi, Sabtu (23/05/2026).
Suryadi mengungkapkan bahwa aspirasi perbaikan lapangan selalu disuarakan oleh para pemuda setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan Kepala Desa Cigadog. Respons memang selalu ada, namun perbaikan yang dilakukan selama ini dinilai tidak menyentuh akar harapan masyarakat terutama pencinta sepak bola.
“Alhamdulillah, setiap ganti rezim kepala desa, pemuda selalu mengajukan perbaikan dan memang ada realisasi. Namun, perbaikannya tidak pernah totalitas. Hasilnya bisa dilihat sendiri, lapangan tetap terlihat semrawut,” kata Suryadi sambil menunjuk ke arah hamparan lahan yang kini menyerupai lahan tidur.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi fasilitas olahraga tersebut kian memprihatinkan. Permukaan tanah tidak rata, berlubang, dan ditumbuhi rumput liar yang tinggi. Hal ini dinilai membahayakan keselamatan para pemuda yang keadaan rutin menikmati latihan maupun kegiatan olahraga lainnya.

Lebih terefleksikan lagi, sisi pinggir lapangan terus terkikis air hujan karena belum dilengkapi Tembok Penahan Tanah (TPT) pada perbatasan jalan desa dan batas lainnya. Jika terus dibiarkan tanpa penanganan teknis, luas area lapangan dipastikan akan terus menyusut akibat tergerus longsor.
Warga lokal sekaligus para pencinta sepak bola di Desa Cigadog mengaku sangat prihatin dengan tidak adanya pembangunan fisik untuk sarana olahraga ini. Padahal secara teknis, lahan yang tersedia sangat potensial karena memiliki dimensi yang luas. Setelah diukur, luas lahan tersebut bahkan diklaim memenuhi standar ukuran lapangan sepak bola skala nasional.
Sebenarnya, kata Suryadi, lapangan sepak bola ini memiliki fungsi multiguna yang sangat vital bagi masyarakat. Selain sebagai pusat kegiatan olahraga, area tersebut sering menjadi sentra pelaksanaan hari besar keagamaan serta kegiatan hari besar nasional.
Menutup keterangannya, Suryadi menegaskan kembali harapannya agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membangun lapangan sepak bola Cigadog secara total. Ia optimis, infrastruktur olahraga yang memadai akan menjadi kunci utama dalam menjaring dan mengembangkan potensi besar terpendam milik generasi muda Desa Cigadog. (IM).
- Iduladha 1447 H, Lanal Bandung Sembelih Enam Ekor Hewan Kurban di Komplek Hiu Macan
- Semarak Iduladha 1447 H di Kampung Salam 1: Ratusan Warga Ikuti Salat Jemaah dan Donasi Masjid Capai Rp678 Juta
- Status Hukum Tanah Alun-Alun Limbangan Resmi, Bupati Garut Minta Lahan Dimanfaatkan untuk Perekonomian Warga
✦ Tanya AI