• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Kadinkes Garut, dr. Leli Ingatkan Bahayanya Gigi Berlobang

img

420a6eb9-e9f4-4b73-a917-3cd8bf3daa7b.jpg

Merespon pernyataan Dokter Gigi (Drg) L  Putri Karlina yang juga Wakil Bupati Garut yang menyebutkan penyakit gigi berlubang menjadi penyakit yang terbanyak diderita oleh warga Garut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Garut, dr. Leli membenarkan hal itu.

"Ya memang terkait gigi berlubang ini memang diderita oleh semua kalangan, baik dari balita, kemudian anak-anak, kemudian juga anak sekolah, kemudian juga usia dewasa dan lansia. Pasti memang ini adalah penyakit yang terbanyak,"  katanya, Selasa (27/01/2026).

Adapun penyebabnya, kata Leli, itu ada beberapa faktor termasuk memang bagaimana perawatan gigi dari masing-masing individunya dari mulai makanan, kemudian perawatannya, membersihkannya. Dan juga ada memang penyakit-penyakit yang mempengaruhi dari kondisi kesehatan gigi. 

Dikatakannya, untuk mengatasi gigi agar tidak berlubang, Intinya bagaimana masyarakat itu memang harus terpapar, bagaimana merawat gigi dengan baik. Mulai dari membersihkannya bagaimana dan  juga  harus tahu cara membersihkan gigi yang betul.

"Kemudian juga ada makanan-makanan yang memang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan gigi, itu juga perlu diketahui oleh masyarakat. Ya, seperti makanan yang banyak mengandung gula itu kan juga kalau setelah mengkonsumsi makanan atau minuman tersebut, kemudian tidak membersihkan giginya. Itu nanti akan menjadi salah satu penyebab terjadinya caries juga," jelasnya.

ae409e06-5612-4d1c-9560-6429d8ba8ecd.jpg dr. Leli, Kadinkes Kabupaten Garut 

Mengenai penyakit  gigi dengan kematian, imbuhnya, itu tidak ada kaitan langsung. Hanya katanya, kalau gigi berlubang itu jadi pintu masuknya berbagai kuman atau bakteri yang bisa menimbulkan berbagai penyakit.

"Sehingga nanti ketika kuman masuk itu juga bisa masuk ke aliran darah dan itu juga bisa menimbulkan berbagai penyakit, tapi bukan penyebab kematian. Kalau secara langsung sih, jadi bukan secara langsung, gitu ya! Tapi memang ada prosesnya," ungkapnya.

Selain itu, Leli menyebutkan, kalau jumlah dokter gigi di Garut masih sangat kurang. Sehingga tidak semua Puskesmas ada dokter giginya.

"Ya, jumlahnya kurang, ya, kita juga sempat di tiap tahun itu, kita  membuka formasi untuk dokter gigi ini gitu, tapi memang peminatnya juga yang mendaftarnya sangat terbatas gitu,  ya. Jadi dari misalnya kita sediakan tujuh untuk formasi dokter gigi, paling yang terisi satu atau dua," ujarnya.

Kondisi tersebut, kata Leli, bukan hanya terjadi di Garut , bahkan bukan hanya dokter gigi, dokter umum, dokter spesialis, semuanya juga memang dalam kondisi  terbatas, khususnya di Garut. (Ajay).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.