• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Jejak Sang Pejuang: Aep Saepudin, S.Ag

img

Jejak Sang Pejuang

Aep Saepudin, S.Ag,

Garut Utara di Ujung Pena Sang Pejuang yang Tangguh di Garda Depan


9ea0426e-6b27-4fd0-9e29-c710a245e571.jpg


“Bersama Kita Bisa.”


Kalimat sederhana itu bukan sekedar slogan bagi Aep Saepudin, S.Ag, melainkan semangat perjuangan yang ia jalani sepanjang hidupnya. Beliau dikenal sebagai pendidik, jurnalis, organisatoris, maupun pejuang Garut Utara. 


Di tengah panjangnya perjuangan pembentukan Garut Utara, ada nama-nama yang tidak selalu tampil di panggung utama, tetapi menjadi penggerak penting di balik harapan perjuangan. Salah satunya adalah Aep Saepudin, S.Ag, sosok yang konsisten berada di garis depan perjuangan masyarakat. 


Lahir di Garut pada 11 Mei 1969, Aep Saepudin tumbuh dari lingkungan masyarakat sederhana dengan semangat pendidikan dan pengabdian yang kuat. Beralamat di Kampung Salam I, RT 01/05 Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, perjalanan hidupnya menampilkan perpaduan antara dunia pendidikan, gerakan sosial, dan perjuangan kewilayahan.


Keluarga Besar Aep Saepudin & Ani Budiyani dikaruniai 5 orang anak.jpg

Keluarga Besar Aep Saepudin & Ani Budiyani dikaruniai 5 orang anak

Dalam perjalanan perjuangan Garut Utara, nama Aep Saepudin bukanlah sosok asing. Ia termasuk bagian dari generasi pejuang yang ikut mengawal lahirnya gagasan terbentuknya Kabupaten Garut Utara sejak fase awal. Ketika perjuangan masih dipandang sebagai mimpi panjang, ia sudah berada di barisan.


Rapat Persiapan Forkodetada Jabar untuk Audensi ke DPR RI.jpg

Rapat Persiapan Forkodetada Jabar untuk Audiensi ke DPR RI


Perannya tercatat dalam berbagai posisi strategis:


Bendahara P3KGU (Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Garut Utara),


Tim Perumus Usulan CDOB Kabupaten Garut Utara,


serta Ketua III PM GATRA.


Di titik inilah ketangguhannya terlihat. Ia tidak hanya hadir dalam rapat dan forum, tetapi menyusun ikut narasi perjuangan, membangun komunikasi publik, dan menjaga api aspirasi masyarakat agar tidak padam oleh perubahan zaman maupun dinamika politik.


Sebagai seorang jurnalis, Aep Saepudin memahami bahwa perjuangan tidak cukup hanya dilakukan di ruang kekuasaan. Perjuangan juga harus hidup di ruang informasi dan kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, jejaknya hadir di berbagai media, mulai dari Surat Kabar Umum Bandung Raya, Tabloid Umum Otentik, Harian Pelita Indonesia, Majalah Suara Garut, hingga media online Fokus Priangan dan Mahkota Indonesia.


Baginya, penanya bukan sekadar alat menulis, melainkan alat perjuangan.


Melalui tulisan-tulisannya, isu Garut Utara terus dijaga agar tetap hidup dalam ingatan masyarakat. Ia memahami bahwa banyak perjuangan besar runtuh bukan karena kalah argumentasi, tetapi karena kehilangan suara dan dokumentasi sejarah.


Di luar PM GATRA, kiprah organisasinya juga sangat luas. Ia pernah aktif sebagai:


Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut,


Ketua MPC FAHMI TAMAMI Kabupaten Garut,


Saat Pelantikan Ketua MPC FAHMI TAMAMI Garut oleh Ketum Rhoma Irama.jpg

Saat Pelantikan Ketua MPC FAHMI TAMAMI Garut oleh Ketum Rhoma Irama

Aep Saepudin Bersama Pengurus FAHMI TAMAMI Kabupaten Garut dengan Ketum Rhoma Irama.jpg

Aep Saepudin Bersama Pengurus FAHMI TAMAMI Kabupaten Garut dengan Ketum Rhoma Irama


Sekretaris DPC HIPWI Kabupaten Garut,


Ketua DPC FAGAR Kecamatan Cibatu,


Ketua Forum Ketahanan Pangan Kecamatan Cibatu,

hingga pernah menjadi pengurus partai politik di tingkat kabupaten.


Penyerahan SK Ketua Forum Ketahanan Pangan Cibatu oleh Ketum PM GATRA Rd. H. Holil Aksan.jpg

Penyerahan SK Ketua Forum Ketahanan Pangan Cibatu oleh Ketum PM GATRA Rd. H. Holil Aksan


Pengalaman lintas organisasi itu membentuk dirinya menjadi figur yang memahami denyut masyarakat akar rumput sekaligus dinamika kebijakan publik.


Namun di atas semua itu, identitas terkuatnya tetap menjadi seorang pendidik. Dunia pendidikan menjadi jalan pengabdiannya sejak lama:


Guru SD dan SMP Muhammadiyah Kemayoran Jakarta,


Guru SD Muhammadiyah 1 Cibatu,


Guru SMP Al-Madinah Cibatu,


Kepala Sekolah SMA Al-Madinah Cibatu,


hingga menjadi guru di SMAN 3 Garut dan SMKN 1 Garut.


Dari ruang kelas hingga ruang perjuangan sosial, Aep Saepudin menunjukkan satu hal penting: bahwa perjuangan besar tidak selalu lahir dari orang yang paling terkenal, tetapi sering lahir dari orang-orang yang paling setia menjaga perjuangan tetap berjalan.


Dalam perjalanan panjang Garut Utara, sosok seperti Aep Saepudin adalah bagian dari jejak sejarah itu sendiri — seorang pejuang yang mungkin tidak banyak berbicara tentang dirinya, tetapi banyak yang bekerja untuk cita-cita bersama.


Dan di ujung penanya, harapan tentang Garut Utara terus ditulis, dijaga, dan diperjuangkan.


“Bersama Kita Bisa.”


Catatan:

Tulisan ini terdokumentasi berdasarkan dokumen-dokumen peristiwa, arsip kegiatan, jejak digital, serta dokumentasi internal yang dihimpun dan diarsipkan oleh Sekretariat PM GATRA.


Garut Utara, 19 Mei 2026


Dadang Kurnia

Kepala Sekretariat PM GATRA


© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.