• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Forum Ketahanan Pangan Kecamatan Cibatu Tawarkan Inovasi Budidaya Talas Bentelu, Pepaya dan Kompos Kepada Wabup Garut

img

Mengabarkan.jpg

Pada hari Kamis, 25 September 2025, bertempat di Kantor Wakil Bupati Garut, Jl. Pembangunan, Garut, pengurus Forum Ketahanan Pangan Kecamatan Cibatu (KPKC) melakukan audiensi dengan Wakil Bupati. Namun, karena Ibu Putri Karlina harus mengisi acara lain menggantikan Bupati Garut pada waktu yang telah ditentukan, rombongan Forum KPKC diterima oleh Margianto (Asisten Administrasi Umum Kabupaten Garut) dan Ibu Ani (utusan dari Dinas Pertanian Garut) untuk mendengarkan ekspos inovasi program ketahanan pangan di Kecamatan Cibatu sebagai bentuk kepedulian KPKC demi kesejahteraan petani dan masyarakat.

Dalam prolognya Aep Saepudin selaku Ketua Forum KPKC mengutamakan maksud dan tujuan beraudiensi adalah untuk menyampaikan program ketahanan pangan di Kecamatan Cibatu yaitu akan melakukan budidaya Talas Bentelu, Pepaya, Pisang, Kacang Ichi dan pengolahan sampah menjadi kompos sebagai bahan pupuk untuk penanaman budidaya Talas Bentelu, Pepaya, Pisang dan Kacang Ichi.

Aep Saepudin menyampaikan dengan program budidaya tersebut kami sangat atensi terhadap komitmennya Ibu Putri Karlina sebagai Wakil Bupati Garut dalam upaya menepati janji politik dalam meningkatkan dan mengoptimalkan hasil pertanian sehingga naik class dan komoditas ekspor ke luar negeri

"Budidaya yang kami tawarkan merupakan produk anti diabetes hingga solusi pemanfaatan dari sampah yang biasa berserakan di pinggir jalan atau halaman rumah, bisa diolah menjadi kompos yang bisa menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya.

1c90ffdb-8536-4632-9024-4af4c957cf03.jpg

Sementara itu Ir. Rudi sebagai stap Ahli di bidang pertanian yang juga sebagai staf bidang Pemasaran di Forum KPKC menjelaskan tentang program yang akan, sudah dan sedang dilaksanakan di area tanah milik Korem, yaitu budidaya pepaya yang telah siap panen untuk dipasarkan ke pasar tradisional, toko-toko buah-buahan, restoran dan supermarket, dimana kami berkeinginan sehubungan dengan penemu dari Pepaya itu bernama Kalina, yang biasa disebut Pepaya California, maka untuk hasil budidaya pepaya nanti mengusulkan nama "Pepaya Putri Karlina Cibatu Garut". 

“Kalau ada waktu dimohon secepatnya ibu Putri Karlina bisa berkunjung langsung ke lokasi area penanaman pepaya di Kampung Mangkubumi, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu. Kami ingin area ini bisa dijadikan Tempat Wisata Pepaya, bisa untuk petik, makan, ngerujak langsung di tempat seperti halnya taman buah mekarsari Cileungsi Bogor," harapnya. 

34eca820-d7c8-4caa-93a7-74ac35e598ae.jpgTalas Bentelu Inovasi Edi Kurnaedi

Sementara itu Edi Kurnaedi, penemu bibit Talas Bentelu menjelaskan tentang bagaimana budidaya talas dari awal pembibitan, penanaman, penyiraman pemeliharaan, pemanenan, kemudian pengemasan varian dari talas tersebut bisa dibikin kue bolu talas, tepung, kripik talas, dodol talas dan sayur lompong talas, Kalau program ini berjalan akan membantu kesejahteraan para petani. 

Untuk itu, imbuhnya, mohon dukungan dan support dari Ibu Wakil Bupati Garut sehingga Cibatu bisa dijadikan sebagai central Talas Bentelu dan Pepaya Putri Karlina. 

Merujuk pada penjelasan Forum KPKC, Margianto (Asisten Administrasi Umum Kabupaten Garut)  memberikan respons positif dan apresiasi atas kesiapan Forum KPKC untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Garut melalui inovasi budidaya Talas Bentelu dan Pepaya. Dian juga berharap Ibu Putri Karlina tidak keberatan jika namanya dicantumkan sebagai merek dagang Pepaya tersebut.

e2df5bf4-a3f5-418d-8468-e902b3a2c6a3.jpg

Sehubungan dengan apa yang disampaikan oleh Forum KPKC, Ibu Ani dari Dinas Pertanian menyambut positif inovasi budidaya Talas Bentelu, Pepaya, dan Kacang Inchi. Program ini akan diinformasikan kepada kelompok tani di setiap kecamatan untuk menjadi program bersama, sehingga petani dapat menikmati hasil panen dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan. Dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, diharapkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut juga akan meningkat.

Berikutnya setelah selesai acara pemaparan tentang program budidaya Talas Bentelu, Pepaya, Pisang dan Kacang Inci serta pengolahan sampah menjadi Kompos untuk bahan pupuk budidaya tanaman tersebut, dilanjutkan dengan testimoni mencicipi kue bolu dari bahan dasar Talas Bentelu, Kukus Talas, Goreng Kacang Inchi dan Sayur Lompong Talas. (DM). 

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.