• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Yayasan Sunda Tigabelas Buhun Hadirkan Materi Dasa Daya Waluya Selaras Dengan Nilai Leluhur Sunda

img

Menulis.jpg


Senin tanggal 27 Juli 2026, pukul 10.00 WIB bertempat di Kitchen dan Cafe jalan Sangkuriang No 17, Coblong, Bandung, dilaksanakan kegiatan "Budaya Day,s", yang merupakan program kegiatan budaya yang dirancang sebagai ruang pembelajaran, dialog, pengenalan kembali nilai-nilai budaya Sunda kepada masyarakat luas diselenggarakan dalam forum kelas budaya dengan dengan tema "Dasa Daya Waluya" sebagai upaya memperluas pemahaman terhadap ajaran, nilai-nilai budaya Sunda melalui pendekatan yang komunikatif dan relevan. 


657dfc76-ec1d-4c16-9e2c-42c368c460d9.jpg


Kegiatan Budaya Day,s diselenggarakan oleh Lokawisata Culture bekerjasama dengan Pasundan istri divisi budaya, Yayasan Sunda Tigabelas Bubun. Kelas Budaya Day's episode pertama menghadirkan tema obrolan "Mengenal Ajaran Indung (ibu) orang Sunda Dasa Daya Waluya" dengan menghadirkan pemateri Ambu Rita Laraswati dari Yayasan Sunda Tigabelas Buhun, beliau sebagai ketua Yayasan, budayawati penulis, peneliti literasi, seniman dan spiritualis. Yayasan Sunda Tigabelas Buhun merupakan yayasan yang bergerak dalam pelestarian budaya dan riset, penulisan budaya dan pengembangan dalam pemberitaan melalui media yang fokus pada kebudayaan.


Materi yang disampaikan oleh Ambu Rita Laraswati bertema "Dasa Daya Waluya Selaras Dengan Ajaran Leluhur Sunda". Dasa Daya Waluya harus memiliki kekuatan roh ilmu leluhur Sunda yang sudah lebih lama nilai-nilai budi pekerti seperti nilai etika, moral, kesopanan dan cara hubungan antara sesama dan hubungan pada alam dan Tuhan leluhur orang Sunda sudah lebih memahami, terbukti pada zaman kehidupan leluhur kita ada pada zaman peradaban emas, peradaban yang saat itu menjadi utama adalah nilai-nilai kebaikan seperti Dasa Pasanta, Dasa marga yang terdapat dalam naskah Sunda Kuno Sanghyang Siksa Kandang Keresian dan Naskah Kuno yang lainya. Sepuluh kekuatan yang ada pada Dasa Pasanta dan Dasa Daya Waluya sangat selaras, artinya Dasa Daya Waluya layak untuk dijadikan panduan dalam pendidikan karakter untuk membentuk manusia mulia dan paripurna.


Sebelum pembahasan tema utama di sampai dibuka kegiatan Kelas budaya dengan penampilan pembacaan narasi "Kidung Indung Mibanda Elmu" yang di sampaikan oleh Ambu Rita Laraswati dan kidung tersebut merupakan hasil karya tulis Ambu Rita Laraswati, kidung indung mengajak para indung-Indung Pasundan Istri, indung-indung Bandung, indung-indung dunia untuk kembali kepada Kesadaran fungsi, peran indung, dan mengajak pada semua Indung untuk bangkit melihat keadaan kehidupan yang saat ini butuh kebangkitan jiwa indung-indung Sunda. Para peserta kelas Budaya Day,s meneteskan air mata mendengar kidung indung, dengan lantunan kidung dapat menggugah rasa para peserta kelas Budaya Day,s. Dalam narasi kidung indung mengajak para indung untuk bangkit karena indung memilki tugas berat untuk membentuk karakter anak-anak yang mulia dan paripurna. Indung mengandung, melahirkan, indung guru, indung penentu kehidupan anak, indung sebagai penjaga moral dalam keluarga, lingkungan dan bangsa. Syair terahir Ambu Rita Laraswati mengajak indung untuk bangun dan sadar.


d8e5435d-5a17-449e-a22e-aebd5dbb09a2.jpg


 "Indung hudang, Indung nangtung, tinggal anak bangsa leungiteun Budi pekerti, Indung geura hudang, selametken  anak bangsa jeung dan nagara, gunakeun jiwa Sunda".


Artinya:

Ibu bangun, ibu berdiri,  lihat anak bangsa sudah kehilangan Budi  pekerti, ibu cepat bamgung, selamatkan anak bangsa dan negara, pakailah jiwa Sunda". Di lanjut dengan "Kidung Dasa Daya Waluya" yang bermakna tentang sepuluh kekuatan untuk menjadi manusia mulia yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer, Junun, Akur, Jujur, Ludeung, Teuneung.


Gita G Poeradirdja menyampaikan materi Dasa Daya Waluya sebagai ajaran indung yang harus dipahami oleh para indung. Dasa Daya Waluya merupakan nilai-nilai pokok utama yang harus dikuasai oleh para indung untuk mendidik anak-anak , karena ibulah yang menjadi guru awal, guru dasar bagi anak- anak yang dilahirkannya untuk mendapatkan pelajaran, ilmu. Daya Daya Waluya yang disusun oleh salah satu pendiri Yayasan Pasundan istri yaitu ibu Emma Poeradirdja, untuk pedoman dalam organisasi perempuan saat itu ibu Emma Poeradirdja sangat konsen pada nilai Dasa Daya Waluya untuk menjadi pedoman anggota Pasundan istri. 


Kelas Budaya Day's dengan materi  "Ajaran Indung (ibu) orang Sunda Dasa Daya Waluya", akan ada 5 episode (pertemuan) yang dilaksanakan setiap hari Senin dalam 1 bulan, 2 kali pertemuan. Bagi yang sudah mengikuti episode 1 diharapkan dapat mengikuti episode berikutnya agar tuntas dalam mendapatkan pemahaman ilmu dari nilai Dasa Daya Waluya.


YAYASAN SUNDA TIGABELAS BUHUN

Bandung 28 Juli 2026

Anggara, 6s pon, Posyandu, 1963 Caka Sunda

Keterangan Penulis.jpg
© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.