• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Wujudkan Mimpi ke Jepang: SMKN 1 Garut dan UTB Gelar Sosialisasi Kuliah Sambil Kerja

img

Kop Penulis.jpg


Membuka jalan bagi lulusan SMK untuk bersaing di kancah global bukan lagi sekadar impian. Semangat "SMK Bisa" kembali dibuktikan melalui langkah nyata SMKN 1 Garut dalam menjembatani siswanya meraih karier internasional sekaligus pendidikan tinggi yang berkualitas.


Bertempat di GOR Motekar SMKN 1 Garut, semangat "SMK BISA" bergaung kencang. Pada Rabu (01/04/2026), SMKN 1 Garut menggandeng Universitas Teknologi Bandung (UTB) menggelar sosialisasi program inovatif: Kuliah Sambil Kerja di Jepang.


Acara ini dihadiri oleh jajaran penting SMKN 1 Garut, di antaranya Koordinator BKK Aep Saepudin, S.Ag., Wakasek Humas Reni Nurhaerani, S.Pd., beserta staf Humas dan personalia BKK (Aditya, Dian, Fitri, Andi, dan Salman). Sementara dari pihak UTB, hadir Direktur Career Development, Neng Putri Fitriyanti, SE., ME., didampingi Dita Damayanti dan Raffi Wajdi Ramadhan dari staf CDC.


e3e4103e-4c62-458c-b000-7c18ca4c4878.jpg

Dalam sambutannya, Aep Saepudin menyampaikan apresiasi mendalam kepada manajemen UTB. Ia menekankan bahwa peluang ini adalah emas bagi siswa kelas XII. "Ini adalah upaya nyata mewujudkan slogan SMK BISA—bisa bekerja, bisa berwirausaha, dan bisa melanjutkan kuliah. Program ini sangat membantu meringankan beban orang tua karena siswa dapat membiayai kuliahnya sendiri melalui penghasilan bekerja di Jepang," ujar Aep.


SMKN 1 Garut dan UTB (1).jpg

Beliau juga memberikan arahan strategis bagi para siswa. "Bagi yang ingin langsung bekerja, silahkan melamar ke mitra retail atau pabrik kami. Namun, bagi yang ingin meraih gelar sarjana sekaligus pengalaman internasional, UTB adalah jembatan yang tepat," tambahnya.


Senada dengan hal tersebut, Reni Nurhaerani yang mewakili Kepala SMKN 1 Garut, memuji keaktifan tim BKK dalam mencari peluang kerja dan beasiswa bagi alumni.

"Jangan ragu untuk berkarir di luar negeri. UTB adalah lembaga yang mumpuni. Kami melihat program mereka sangat lengkap, mulai dari jalur reguler hingga beasiswa penuh dan KIP Kuliah," kata Reni meyakinkan para siswa.


SMKN 1 Garut dan UTB (2).jpg

Neng Putri Fitriyanti dalam pemaparannya menjelaskan transformasi Universitas Teknologi Bandung yang kini berpusat di Jl. Soekarno Hatta, Bandung. Ia memaparkan skema perkuliahan unik yang ditawarkan UTB.

"Mahasiswa akan menjalani 2 tahun masa studi di Bandung dan 2 tahun sisanya di Jepang. Selama di Jepang, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan efektif secara daring," jelasnya.


Lebih lanjut, Putri menjelaskan bahwa pada tahun 2025, UTB telah mengelola sekitar 4.000 mahasiswa baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga menyoroti beragam fasilitas finansial untuk calon mahasiswa. "Ada beasiswa prestasi, beasiswa penuh 4 tahun, hingga program KIP Kuliah di mana mahasiswa tidak hanya dibebaskan biaya pendaftaran dan pengembangan, tapi juga mendapatkan uang saku sekitar Rp7 juta," ungkap Putri.


Menutup paparannya, Putri menegaskan bahwa program ini legal dan aman karena UTB telah bekerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (dahulu BP2MI). "Untuk adik-adik yang ingin mengubah masa depan, segera bergabung dengan keluarga besar UTB," pungkasnya. (AS). 

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.