• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Swadaya Family dan Warga Desa Cigadog Bangun Jalan Lingkungan Menuju TPU dan Lahan Tani

img

cc00386a-d95a-44f9-883e-e9b467da1707.jpg

Semangat gotong royong warga Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, patut diacungi jempol. Pada Minggu (15/02/2026), warga dari lintas RW berkumpul melakukan bakti sosial pembangunan jalan lingkungan dirabat beton di Kampung Babakan Sukatana, RT 03 RW 05, Dusun 2.


Pembangunan infrastruktur jalan lingkungan ini menjadi sangat krusial karena merupakan akses utama menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) sekaligus jalur transportasi harian bagi para petani di wilayah tersebut.


Ketua RW 03, Hanapi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keterlibatan masyarakat yang begitu masif. Ia menyebutkan bahwa proyek ini merupakan bukti nyata kekuatan swadaya masyarakat,  dan donatur keluarga besar (Family).


7a494475-8a9b-47ae-93da-6b2b1ad9a65a.jpg

“Alhamdulillah, kekompakan warga RW 02, 03, 04, dan 05 sangat luar biasa. Mereka sangat antusias menyumbangkan tenaga maupun materinya untuk pembangunan ini,” ujar Hanapi di sela-sela kegiatan.


Begitu menarik, pendanaan pembangunan jalan ini tidak hanya bersumber dari warga yang berdomisili di desa, tetapi juga mendapat dukungan besar dari para perantau. Hanapi mengungkapkan bahwa donasi mengalir dari keluarga besar RW 03 yang kini tengah mencari nafkah di luar daerah bahkan luar negeri.


“Pembangunan ini didorong oleh sumbangsih warga, dan yang paling besar adalah bantuan dari para donatur famili RW 03 yang bekerja di perantauan, seperti di Kalimantan, Bekasi, Cikarang, hingga ke Brunei Darussalam,” jelasnya.


Meski dilakukan secara swadaya, pengerjaan jalan ini masih menyisakan pekerjaan rumah. Dari total kebutuhan jalan, baru sekitar 250 meter yang berhasil di rabat beton, sementara kurang lebih 100 meter sisanya masih dalam kondisi belum permanen.


Hanapi berharap, kedepannya ada perhatian lebih agar akses pemakaman dan sarana jalan tani ini bisa diselesaikan sepenuhnya. Tidak hanya soal jalan, ia juga menyuarakan aspirasi warga terkait kebutuhan lahan pemakaman yang lebih luas.


Jaling TPU 1.jpg

“Jalan ini fungsinya ganda, untuk ke TPU dan jalan usaha tani sehari-hari. Kami berharap sisa jalan yang ada bisa segera terbangun, bahkan kami mengharapkan adanya pelebaran lahan untuk pemakaman warga,” tambahnya.


Mengakhiri pembicaraan, Hanapi kembali memberikan penghormatan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi sosial ini.


“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat yang sudah menyisihkan sebagian hartanya serta mengorbankan tenaganya demi kelancaran pembangunan rabat beton ini. Semoga menjadi kebaikan bagi kita semua,” pungkasnya. (IM).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.