• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Jejak Sejarah Desa Sukamulya

img

156579aa-3805-44fd-83b7-412ea2f14ec9.jpg

Desa Sukamulya di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, menyimpan rekam jejak sejarah yang kuat dari sebuah wilayah bentukan leluhur hingga menjelma menjadi desa mandiri. Historisnya berawal dari pemukiman pasca-kemerdekaan bernama Kampung Legok Nyenang, nama sebuah kampung yang diambil dari keunikan topografi perbukitan dan lekukan tanahnya, Kemudian wilayah ini bertransformasi menjadi Kampung Sukamulya pada tahun 1978. Setahun berselang, tepatnya pada tahun 1979 semasa kepemimpinan Bupati Garut Letkol Iman Sulaeman, nama Kampung Legok Nyenang yang diganti menjadi Kampung Sukamulya, selanjutnya diabadikan menjadi Desa Sukamulya melalui pemekaran dari Desa Cimaragas. Tentunya substansi berdirinya desa ini tidak lepas dari visi luhur para tokoh masyarakat yang menginginkan wilayahnya menjadi tempat yang mendatangkan kegembiraan dan kehormatan bagi warganya. Hal ini selaras dengan filosofis nama Sukamulya, yakni "Suka" (senang) dan "Mulya" (terhormat). 


Perlu diketahui, bahwa pada masa awal setelah kemerdekaan Indonesia, terdapat sebuah daerah atau kampung bernama Legok Nyenang yang berlokasi di wilayah Desa Cimaragas, Kecamatan Wanaraja


Para leluhur yang pertama menempati lokasi tersebut menamainya Kampung Legok Nyenang. Secara topografi, wilayah ini diapit oleh perbukitan dengan karakteristik tanah yang unik, yaitu perpaduan antara kontur cembung (nyenang) dan lekukan (legok). Karakteristik alam inilah yang melahirkan julukan tersebut. 


Seiring dengan perjalanan sang waktu, pada tahun 1978 Kampung Legok Nyenang itu diganti namanya menjadi Kampung Sukamulya. Setahun kemudian Kampung Sukamulya itu diabadikan menjadi nama desa pemekaran, tepatnya pada tahun 1979 Desa Cimaragas dimekarkan menjadi dua desa, yaitu Desa Cimaragas sebagai desa pokok, dan Desa Sukamulya.


IMG_20240821_040933.jpg

Kantor Desa Sukamulya tempo dulu 

Diketahui berdasarkan tahun pemekaran Desa Cimaragas, saat itu tambuk kepemimpinan Bupati Garut yang definitif adalah Letkol Iman Sulaeman. Ia menjadi bupati Garut pada periode 1978-1983, Letkol Iman Sulaeman diangkat menjadi Bupati Garut setelah Bupati Garut Hasan Wirahadikusumah yang resmi didaulat menjadi Bupati Garut pada tahun 1973 dan berakhir jabatannya pada tahun 1978.


Terbentuknya Desa Sukamulya sebagai desa pemekaran, tidak serta merta berdiri begitu saja, melainkan hasil peran serta perjuangan dari banyak tokoh masyarakat  yang ada di Desa Sukamulya, diantaranya Dita Miharja, Guru Saepudin, Engku Kusnadi, Abung, Soma Sukayat, H. Zaenal Asikin, H. Ojo, Ajengan Minir, H. Aan, Rd. H. Dadang Andanawari, dan Faturahman.


Memang begitu matang para tokoh tersebut untuk mempersiapkan desa pemekaran. Realita itu terbukti, ketika akan mengajukan pemekaran Desa Cimaragas, ternyata bukan hanya sebatas memekarkan saja, melainkan telah sepakat mempersiapkan nama desa pemekarannya. Berdasarkan hasil musyawarah para tokoh waktu itu, para tokoh bersepakat, untuk nama desa pemekarannya diberi nama Desa Sukamulya.


Ternyata pemberian nama “Sukamulya” oleh para tokoh itu bukan hanya sebatas pemberian nama, melainkan ada makna kata mutiara yang tersirat pada kata “Sukamulya”, yakni kata “Suka” artinya senang, atau gembira. Sedangkan kata “Mulya” artinya tinggi, atau Mulya dalam bahasa Jawa artinya terhormat, terpandang.


Dulu sebelum Wilayah Administratif Kecamatan Wanaraja dimekarkan, awalnya terdiri dari 24 desa.  Namun pada tahun 2004 Kecamatan Wanaraja dimekarkan menjadi 3(tiga) Kecamatan,  yaitu 1) Kecamatan Wanaraja, 2) Kecamatan Sucinaraja, 3) Kecamatan Pangatikan.                        Masing–masing kecamatan tersebut terdiri dari 8(delapan) desa.

 

f399832b-5ef5-42e4-ba29-aa99779f2822.jpg

Kantor Desa Sukamulya saat ini 

Kini Desa Sukamulya termasuk ke Kecamatan Pangatikan. Posisinya berkedudukan di antara Kecamatan Wanaraja, Kecamatan Sukawening, dan Kecamatan Banyuresmi, dengan batas wilayahnya, yaitu Sebelah Barat dibatasi dengan Das Sungai Cimanuk (Kecamatan Banyuresmi), Sebelah Timur dibatasi oleh rel kereta api yang berbatasan dengan Desa Karangsari Kecamatan Pangatikan, Sebelah Utara dibatasi oleh Sungai  Cibeureum  berbatasan dengan Desa Maripari Kecamatan Sukawening, dan Sebelah Selatan berbatasan dengan daerah Cikole wilayah Desa Wanasari  Kecamatan Wanaraja. 


Berdasarkan batas wilayah pemekaran kecamatan, Desa Sukamulya masuk  ke Kecamatan Pangatikan. Total Luas Desa Sukamulya 219,7 ha, terdiri dari Luas Pemukiman 37,63 ha, Luas Persawahan 129,7 ha, Luas Perkebunan 42,8 ha, Luas Pekuburan 9,5 ha, dan Luas Perkantoran 0,07 ha. Wilayahnya kini terbagi menjadi 3 Kedusunan yang terdiri dari 15 RW, dan 43 RT.


Secara geografis wilayah Desa Sukamulya Kecamatan Pangatikan memiliki Ketinggian 800 mdpl, Kemiringan 35 derajat, Temperatur 30°C, dan Curah Hujan 76 mm/tahun.


Berdasarkan Topografi, Bentangan Wilayah Desa Sukamulya memiliki dataran rendah, dataran berbukit-bukit, aliran sungai dan bantaran sungai, masing-masing memiliki luas, yaitu Dataran Rendah 216,7 H, Dataran  Berbukit-bukit 176,6 H, Aliran Sungai 1,5 H, dan bantaran sungai 4 H.


Jumlah penduduk di Desa Sukamulya berdasarkan sensus April 2024, totalnya 6065  orang yang terdiri dari Jumlah Laki-laki 3078  orang, dan Jumlah Perempuan 2987  orang. Jumlah total penduduk tersebut terhimpun dalam 1824  Kepala Keluarga (KK), yang menempati 1413  unit bangunan dengan Jumlah Keluarga Miskin sebanyak 1115  KK.


Sejak dahulu hingga saat ini, mayoritas matapencaharian penduduk Desa Sukamulya kebanyakan bertani. Tercatat pada monografi Desa Sukamulya hasil sensus tahun 2026, Jumlah petani sebanyak 423 orang, dan buruh tani 626 orang. 


Semoga saja, perjalanan panjang dari sebuah pemukiman kecil bernama Kampung Legok Nyenang hingga bertransformasi menjadi Desa Sukamulya ini dapat terus mencerminkan daya juang yang luar biasa. Melalui gotong royong para tokoh pendahulu dan potensi agraria yang melimpah, Desa Sukamulya kini tidak hanya merawat warisan sejarahnya, tetapi juga terus bergerak maju menuju kemandirian ekonomi. Nilai filosofis "Suka" dan "Mulya" yang diwariskan para leluhur diharapkan akan selalu menjadi kompas bagi generasi muda dalam membawa desa ini menuju masa depan yang lebih sejahtera, terpandang, dan dihormati. 

a9054631-9480-4fd8-9597-f44029441803.jpg
© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.