• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia: Refleksi dan Makna Filosofis dari Kota Kembang

img


IMG-20260528-WA0013.jpg


BANDUNG— Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 secara serentak diselenggarakan diberbagai instansi pemerintah, sekolah, dan lembaga di seluruh penjuru tanah air, seperti halnya perwakilan prajurit Lanal Bandung bersama Forkopimda Kota Bandung untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap ideologi negara menggelar upacara khidmat bertema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia". Sehubungan dengan kegiatan tersebut bagi saya (Kopka Irpan), melalui tulisan ini tidak hanya merekam pelaksanaan seremonial yang dipimpin oleh Walikota Bandung H. Muhammad Farhan, SE, tetapi juga mengupas sekilas akar sejarah Dwi Prakara Pancasila (Asas Kebudayaan dan Kenegaraan) serta makna filosofis lambang Garuda dan Sang Saka Merah Putih. Lebih dari itu, artikel ini saya sampaikan sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan para pahlawan, sekaligus ajakan nyata kepada generasi penerus untuk membumikan nilai-nilai luhur tersebut demi mewujudkan Indonesia yang jaya, aman, dan sejahtera (gemah ripah loh jinawi).


Baru-baru ini, Senin 1 Juni 2026, Perwakilan prajurit dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bandung ikut serta melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Upacara khidmat ini digelar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung di Lapangan Plaza Balaikota, Jalan Wastu Kencana No. 2, Kota Bandung, pada Senin (01/06/2026).


IMG-20260601-WA0007.jpg

Dalam peringatan tersebut, bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Walikota Bandung, H. Muhammad Farhan, SE Peringatan tahun ini mengusung tema besar "Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia". Agenda penting ini mencakup jajaran pimpinan daerah, antara lain Ketua DPRD Kota Bandung, Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Dandim 0618/Bandung, Danlanal Bandung, Danlanud Husein Sastranegara Bandung, Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Kepala BNN Kota Bandung, serta segenap unsur Forkopimda tingkat Kota Bandung.


Screenshot_2026-06-01-13-11-45-47.jpg

Selain di Kota Kembang, upacara bendera serupa dilaksanakan secara serentak di berbagai instansi pemerintah, sekolah, dan lembaga di seluruh penjuru tanah air. Sementara itu, upacara tingkat pusat dipusatkan di Gedung Pancasila, Jakarta, dengan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, selaku Inspektur Upacara.


Bukan hanya lingkungan instansi dan lembaga saja yang menyelenggarakan peringatan hari lahir Pancasila, tetapi seluruh lapisan masyarakat juga diimbau untuk mengibarkan bendera Merah Putih satu tiang penuh selama satu hari penuh pada tanggal 1 Juni 2026 ini.


Screenshot_2026-06-01-12-51-29-10.jpg


Momentum peringatan ini bertujuan untuk merefleksikan kembali makna mendalam dari Lambang Garuda Pancasila. Sejak mula awal dilahirkan, Pancasila, Kesaktian Pancasila, hingga semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dicengkeram erat oleh kaki Garuda, memiliki filosofi yang sangat mendalam. Kehadiran lambang dan dasar negara tersebut menjadi bukti nyata dan mutlak atas jati diri bangsa. Tugas kita bersama adalah senantiasa menyemarakkan, memancarkan, menjabarkan, serta mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut dalam setiap ucap, langkah, dan tekad kehidupan sehari-hari, dimanapun dan kapanpun kita berada.


Garuda merupakan lambang negara Indonesia, Pancasila adalah lima sila dasar yang menjadi pedoman hidup bernegara, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan rakyat yang harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.


Dalam ketatanegaraan Indonesia, Merujuk pada pemikiran ahli hukum Prof. Dr. Notonagoro, Pancasila memiliki dua aspek pembuktian sejarah yang dikenal sebagai Dwi Prakara (dua perkara):


  1. Pancasila Asas Kebudayaan: Nilai-nilai Pancasila telah melekat, hidup, dan dipraktikkan oleh masyarakat Nusantara sejak zaman dahulu kala, jauh sebelum Indonesia merdeka.


  1. Pancasila Asas Kenegaraan: Nilai-nilai budaya tersebut kemudian dirumuskan, disarikan, dan disahkan secara resmi menjadi dasar serta ideologi negara setelah Indonesia merdeka.


Peringatan Hari Lahir Pancasila ini juga menjadi momen penting untuk mengenang kembali perjuangan dan jasa para pahlawan kusuma bangsa. Mereka telah mengorbankan harta benda, bahkan nyawa, demi kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat juang mereka yang membara abadi di bawah kibaran Sang Saka Merah Putih. Secara filosofis, lambang pusaka negara ini mengandung makna yang sangat dalam: Merah berarti berani, melambangkan keberanian fisik serta keteguhan hati; sedangkan Putih berarti tulus, ikhlas, dan suci, yang melambangkan kesucian jiwa.


Semua kemerdekaan ini diraih berkat keikhlasan serta niat luhur bangsa dalam membela tanah air, yang berjalan atas rida Allah Yang Maha Kuasa. Semoga para pejuang dan pahlawan yang telah mendahului kita mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya (husnul khatimah). Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan mereka dengan merawat, menjaga, dan melestarikan hasil kemerdekaan ini.


Penulis berharap kedepannya, Bangsa Indonesia semakin maju, jaya, aman, nyaman, tentram, rahaja, gemah ripah loh jinawi, serta selalu dalam amanat sejahtera dan rahayu, yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada.


Kopka Irpan

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.