H. Soviyan Munawar Asal Garut Penyaji Makalah Terbaik PPNK di Lemhanas RI Tahun 2025

Potensi Sumber Daya Manusia di Kabupaten Garut luar biasa cukup bisa di banggaka. Banyak anak bangsa kelahiran Garut yang telah mengukir prestasi di tingkat nasional, baik sebagai pejabat, aparat, birokrat sampai dengan politisi dan akademisi. Diantara sekian banyak SDM Garut yang hebat adalah Dr. H. Soviyan Munawar, ST., MT., CRMP., belum lama ini menjadi Penyaji Makalah Terbaik Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan ke-219 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (LEMHANNAS RI) pada Juni 2025.
Dr. H. Soviyan Munawar, ST., MT., CRMP., disamping sebagai Dosen Universitas Garut, Beliau merupakan seorang intelektual muda asal Garut dan Tenaga Ahli Anggota DPR RI Komisi IV, serta didaulat mewakili kelompoknya dalam forum presentasi utama yang dihadiri oleh para pemimpin nasional lintas sektor hingga meraih Penyaji Makalah Terbaik PPNK di Lemhanas RI Tahun 2025.
Ternyata capaian tersebut tak lepas dari bimbingan dan keteladanan Drs. H. Guntur Sasono, M.Si., tokoh nasional dan anggota DPR RI lima periode, yang juga dikenal sebagai Ketua DPR RI Sementara dalam Sidang DPR-MPR Tahun 2024. Pengalaman panjang dan dedikasi beliau dalam memperjuangkan isu strategis, seperti ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi menjadi inspirasi utama bagi Soviyan dalam penyusunan makalahnya.
Dr. H. Soviyan Munawar, ST., MT., CRMP., Dosen Universitas Garut.
“Drs. H. Guntur Sasono, M.Si bukan hanya seorang legislator senior, tetapi juga mentor politik yang membentuk cara pandang saya tentang bagaimana nilai-nilai kebangsaan harus menjadi roh dalam setiap kebijakan. Keteguhan beliau dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama di sektor pangan, sangat mempengaruhi arah makalah saya,” tutur Soviyan dalam keterangannya di ruang kerjanya, Kamis, 19 Juni 2025.
Makalah yang ia bawakan berjudul “Implementasi Nilai Kemandirian dan Persatuan Guna Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional”, menyoroti bahwa kedaulatan pangan tidak cukup dibangun dengan pendekatan teknis atau ekonomi, melainkan harus berakar pada nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Empat Konsensus Dasar Bangsa, yaitu:
1. Pancasila: Nilai Religius, Kekeluargaan, Keselarasan, Kerakyatan, dan Keadilan;
2. UUD NRI 1945: Nilai Demokrasi, Kesamaan Derajat, dan Ketaatan Hukum,
3. NKRI: Nilai Kesatuan Wilayah, Persatuan Bangsa, dan Kemandirian;
4. Bhinneka Tunggal Ika: Nilai Toleransi, Keharmonisan, dan Gotong Royong.
Menurut H. Soviyan, nilai kemandirian harus diterjemahkan dalam keberpihakan terhadap petani lokal, penguatan sistem pangan berbasis teknologi dan kearifan lokal, serta pengurangan ketergantungan pada impor. Sementara itu, nilai persatuan menjadi kekuatan pengikat kerjasama antarlembaga, antardaerah, dan antar-masyarakat dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Selain perannya di DPR RI, Dr. Soviyan juga aktif sebagai anggota Komite Manajemen Risiko PT PLN Batam dan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Garut, menjadikannya sebagai penggerak sinergi antara energi, ekonomi syariah, dan kebijakan publik yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan.
Pencapaian ini juga mengukuhkan langkahnya dalam mengikuti jejak Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU., yang juga merupakan alumni Lemhannas dan dikenal konsisten membawa spirit kebangsaan dalam pembangunan daerah.
“Sebagai Tenaga Ahli DPR RI, tugas saya adalah memastikan bahwa setiap kajian dan rekomendasi kebijakan yang kami rumuskan berpijak pada nilai, berpihak pada rakyat, dan menjawab tantangan zaman. Lemhannas memperkuat perspektif saya bahwa kebijakan pangan bukan sekadar statistik atau anggaran, tapi tentang martabat bangsa,” tegasnya.
Di penghujung pembicaraannya, H. Soviyan menutup dengan berpesan: “Kedaulatan pangan adalah kedaulatan bangsa. Jika kita ingin berdiri tegak di hadapan dunia, maka kita harus mulai dari piring makan rakyat kita sendiri. Dan itu hanya bisa dicapai jika kita bersatu dan berdiri di atas kaki sendiri.”
Program PPNK Lemhannas RI merupakan platform strategis untuk membentuk agen perubahan yang memahami ideologi bangsa secara mendalam. Lulusan program ini diharapkan mampu menjaga nilai-nilai konsensus dasar bangsa dan memimpin perubahan di lingkungan kerja dan masyarakat secara nyata. (AS).
✦ Tanya AI