• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Galian Pasir: Sebuah Dilema

img

Menulis.jpg

Galian Pasir: Sebuah Dilema


Penulis benar-benar tertarik dengan sebuah tayangan di tiktok yang memperlihatkan Wakil Bupati Garut berbicara tentang keprihatinannya terkait aktivitas tambang atau galian pasir di wilayah Kabupaten Garut. Menurut penulis beliau luar biasa. Oleh karena itu Penulis ingin memberikan komentar. 


Penulis sering berkomentar kritis terhadap kebijakan Wakil Bupati Garut ini, seperti tidak adanya gebrakan dalam 100 hari Kerja, kejadian meninggalnya beberapa korban jiwa saat perhelatan pernikahannya dan respon emosionalnya saat ada warga menagih janjinya. Tapi saya juga harus mendukung  dan mengapresiasi setiap kebijakan yang pro rakyat, khususnya sebagai bukti realisasi program Garut Hebat yang dijanjikan saat kampanye Pilkada lalu.

318ee30e-d2ba-4aa2-b6fa-5d7f25187300.jpg

Apa yang disampaikan Wakil Bupati ini terkait kegiatan tambang atau galian pasir itu menurut hemat penulis sangat tepat. 


Tambang pasir banyak dibutuhkan dalam pembangunan, sehingga mempunyai pasar bagus dan oleh karenanya memberi manfaat ekonomi, bukan saja kepada pengusahanya tapi juga seyogyanya kepada kas Pemerintah Daerah melalaui setoran retribusinya, jika ada ? bahkan boleh jadi berbagi dengan para oknum. 


Tidak dapat disangkal juga tentu ada manfaat bagi sebagian masyarakat setempat. Misalnya, ada lapangan kerja dan roda ekonomi lokal pun sedikit berputar, Tetapi realitas di lapangan juga menunjukkan sisi lain yang sering diabaikan. 


Apa itu ? Misalnya, sumber air menjadi berkurang dan keruh, lahan pertanian rusak, polusi udara karena tebaran debu serta risiko longsor mengancam. Nah ini Ironisnya, dalam hal ini masyarakat yang semula dijanjikan harapan kesejahteraan itu justru harus menanggung dampak yang berat.


Lebih memprihatinkan lagi, pengelolaan tambang pasir sering kali berlangsung tanpa pengawasan yang memadai. Izin hanya menjadi formalitas, sementara praktik penambangan melampaui batas yang ditetapkan. Ketika kerusakan terjadi, reklamasi tinggal janji di atas kertas. Mohon maaf sekali, Pemerintah Daerah seolah hadir hanya saat menarik retribusi, tetapi absen ketika warga membutuhkan perlindungan.


Di sinilah dilema tambang pasir menjadi nyata. Menutup tambang secara total bukan solusi sederhana karena menyangkut mata pencaharian banyak orang. Namun, membiarkan eksploitasi tanpa kendali, jelas merupakan kesalahan besar. 


Pembangunan yang mengabaikan keberlanjutan ekosistem bukanlah kemajuan, melainkan kemunduran yang tertunda.


Salah satu pertanyaan yang patut menjadi pemikiran kita : Pembangunan seperti apa yang sedang kita kejar ketika lingkungan dan keselamatan masyarakat justru dikorbankan ?


c1b42dcd-8ce5-44e3-810d-fb65fbe7cad2.jpg

Dan sekarang Ibu Wakil Bupati Garut tampil dengan keberanian super ekstra untuk menertibkan tambang atau galian pasir ini, namun secara bijaksana meminta kepada para pelaku usaha tambang atau galian pasir terkait untuk segera mempersiapkan exit plan sebelum tambang atau galian tersebut benar-benar ditutup.


Sebuah exit plan sebelum penutupan galian pasir dibutuhkan untuk memastikan kegiatan pasca tambang berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan. Tanpa perencanaan yang baik, penutupan tambang dapat menimbulkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi yang serius. 


Ada beberapa alasan utama perlu adanya exit plan terseut antara lain :


1. Perlindungan Lingkungan


Exit plan dapat memastikan adanya reklamasi dan rehabilitasi lahan, seperti penataan kembali kontur tanah, pengendalian erosi, revegetasi, serta pengelolaan air bekas galian agar tidak menimbulkan banjir atau pencemaran.


2. Keselamatan dan Kesehatan Masyarakat


Cekungan bekas galian pasir berpotensi membahayakan masyarakat jika tidak ditutup atau diamankan. Exit plan mengatur penutupan lubang, pemasangan rambu, dan pengamanan area agar tidak terjadi kecelakaan.


3. Kepatuhan terhadap Peraturan 


Setiap perijinan tentu mengatur bagaimana kegiatan penambangan dilakukan dan sampai kapan perijinan berlaku. Hal ini menunjukkan sampai sejauh mana hak,kewajiban dan tanggung jawab pelaku tambang atau galian bersangkutan terhadap regulasi di bidang pertambangan dan lingkungan hidup.


4. Keberlanjutan Sosial dan Ekonomi


Exit plan dapat berisikan juga program pemberdayaan masyarakat sekitar, alih fungsi lahan dan mitigasi dampak akibat penutupan tambang atau galian tersebut, termasuk keberlanjutan kehidupan sosial para pegawainya.


5. Mengurangi Konflik Sosial


Dengan perencanaan yang jelas dan melibatkan masyarakat serta pemerintah daerah, exit plan membantu mencegah konflik pascatambang dan membangun kepercayaan publik ke depan.


Jadi Exit plan sebelum penutupan galian pasir bukan sekadar kewajiban legal  administratif semata, akan tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab lingkungan dan sosial para pelaku tambang atau galian yang bersangkutan. 


Perencanaan yang matang akan memastikan lahan bekas tambang atau galian itu dapat dimanfaatkan kembali secara aman dan produktif serta meminimalisasi  dampak negatif yang mungkin timbul bagi generasi mendatang.


Masyarakat pasti mendukung kebijakan Pemerintah daerah yang berpihak kepada masyarakat banyak seperti ini. Tinggal sekarang segera tuntaskan dengan menyusun Peraturan Daerah dan atau produk Legislasi Daerah apapun yang relevan untuk penertiban bahkan penutupan tambang-tambang atau galian tersebut. 


Semoga segala komitmen dan upaya Ibu Wabup demi kebaikan masyarakat banyak diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT. Aamiin.

Keterangan Penulis.jpg

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.