• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Fasilitas Lampu Jadi Ganjalan, Persigar Garut Gagal Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional

img

IMG-20260314-WA0008.jpg

Harapan masyarakat Garut untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga sebagai tuan rumah di fase nasional harus pupus. Meski memiliki infrastruktur lapangan yang memadai, Stadion Dalem Bintang di Komplek SOR RAA Adiwijaya masih menyimpan satu kekurangan krusial, yakni ketiadaan lampu penerangan. Masalah klasik ini akhirnya memaksa Persigar harus menempuh perjalanan jauh ke luar kota demi melanjutkan mimpi promosi.


Keberadaan Stadion Dalem Bintang di Komplek SOR RAA Adiwijaya yang dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Rudy Gunawan hingga kini belum dilengkapi lampu penerangan. Kondisi ini berdampak signifikan pada kesiapan Kabupaten Garut sebagai penyelenggara kompetisi sepak bola tingkat nasional.


IMG-20260321-WA0021.jpg

Ketua Umum Persigar Garut, H. Rudy Gunawan, mengungkapkan bahwa absennya lampu stadion menjadi penyebab utama kegagalan Garut terpilih sebagai tuan rumah putaran nasional Liga 4. Dua stadion yang diajukan, yakni Dalem Bintang dan Jayaraga, dinyatakan belum memenuhi standar verifikasi karena kendala teknis tersebut.


"Kemarin kita tidak lolos verifikasi tuan rumah karena tidak memiliki lampu stadion. Salah satu syarat mutlaknya adalah ketersediaan fasilitas penerangan. Akhirnya, yang terpilih adalah Yogyakarta dan Solo," ujar Rudy Gunawan, yang juga merupakan Bupati Garut ke-26, Jumat (20/3/2026).


Rudy menjelaskan bahwa dari segi kualitas lapangan dan infrastruktur pendukung lainnya, Garut sebenarnya sangat kompetitif. Ironisnya, pengadaan lampu stadion yang menjadi penghambat tersebut diperkirakan hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar.


"Sebenarnya orang-orang lebih senang bertanding di Garut dibandingkan di Solo, salah satunya karena akomodasi hotel di sini lebih terjangkau. Namun, apa daya kita terkendala fasilitas," tambahnya.


Akibatnya, Laskar Sancang terpaksa harus melakoni laga Liga 4 Nasional di Kota Solo. Tim direncanakan berangkat lebih awal untuk adaptasi, mengingat kick-off dijadwalkan mulai 18 April mendatang. Terkait pembagian grup, pihak manajemen masih menunggu hasil Liga 4 wilayah Papua yang baru berakhir awal April nanti.


Mengenai kesiapan tim, Persigar saat ini berkekuatan 23 pemain. Rudy memaparkan bahwa biaya operasional untuk konsumsi saja mencapai Rp1,5 juta per hari. Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran untuk mengarungi 12 pertandingan di Solo hingga target lolos ke Liga 3 diperkirakan mencapai Rp450 juta.


Sementara itu, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Garut tahun ini tercatat sebesar Rp200 juta.


"Dana tersebut belum kami cairkan. Perlu dipahami bahwa anggaran sebesar itu bukan hanya untuk tim senior di Liga 4 Nasional, tetapi juga harus dialokasikan untuk pembinaan usia muda di Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17," pungkasnya.


Saat ini, seluruh skuad dan jajaran pelatih tengah menjalani libur Idul Fitri 1447 H dan dijadwalkan kembali berkumpul untuk latihan intensif pada minggu kedua pasca-lebaran. (Ajay).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.