Pernikahan Wakil Bupati Garut Tak Disangka Renggut 3 Nyawa Rakyat, Pihak Terkait Harus Bertanggungjawab

Ada Pribahasa, Jodo Pati Bagja Cilaka, Manusia hanya merencanakan Tuhan yang menentukan. Itulah lika liku kehidupan manusia yang selalu berpasangan, ada kebahagiaan, ada juga kesedihan. Seperti halnya dibalik kebahagiaan pernikahan Putri Karlina Wakil Bupati Garut dengan Maula Akbar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga merupakan putra dari Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi, tak disangka malah merenggut 3 nyawa rakyat.
Sebagai ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas pernikahan tersebut, akhirnya Putri Karlina bersama Maula Akbar yang juga atas ijin dari Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi, berencana menggelar pesta rakyat dan gelar budaya yang akan di gelar pada hari Jum'at, 18 Juli 2025 yang acaranya di pusatkan di area sekitar Pendopo dan Alun - alun Garut. Bahkan informasi tersebut telah terpublikasi di berbagai media online, medsos seperti tiktok, dimana ada percakapan antara KDM dengan Maula Akbar yang akan menggelar pesta rakyat dengan menyajikan gratis dan gelar budaya menampilkan artis dan budayawan Jawa Barat.
Sejak siang hari area Alun-alun Garut sudah di penuhi masyarakat yang ingin mengikuti pesta rakyat dan nonton gelar budaya, beredar informasi dari beberapa WA bahwa acara untuk pesta rakyat akan dimulai pada hari Jum'at, 18 Juli 2025 dari pukul 13.00 - 17.00 sedangkan untuk gelar budaya akan dimulai sekitar pukul 19.30 - selesai.
Akhirnya begitu pintu gerbang pendopo dibuka, maka berebut semua warga yang telah lama menunggu untuk bisa masuk kedalam area Pendopo Garut untuk memakan makanan dan minuman gratis, tapi karena tidak adanya tiket/kupon/tanda masuk, akhirnya terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, dimana ada 3 orang yang meninggal dunia yaitu 1 orang anak berusia 8 tahun, seorang ibu Lansia dan seorang polisi serta beberapa orang yang mengalami luka - luka akibat ke injak atau berhimpitan badan serta berdesak-desakan.
Dengan kejadian musibah tersebut akhirnya pesta rakyat di hentikan, demikian pula untuk gelar budaya, suasana di sekitar Pendopo dan Alun - alun Garut menjadi hangat pembicaraan antar warga bahkan terjadi simpang siur informasi tentang beberapa orang yang menyatakan meninggal dunia.
Terkait Insiden Tragis dalam Pesta Rakyat di Pendopo Garut tersebut mendapatkan reaksi kritikan pedas dari para tokoh Garut, salahsatunya disampaikan oleh Rd. H. Holil Aksan Umarzen Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara, Dia membuat pernyataan secara terbuka melalui media Group WA, "Saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang terjadi hari ini di Garut, dalam rangkaian acara syukuran pernikahan Wakil Bupati Garut, Ibu Putri Karlina dengan Bapak Maula Akbar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus putra dari Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
Rd. H. Holil Aksan Umarzen
1. Saya turut berbelasungkawa atas wafatnya tiga warga dalam insiden kericuhan saat pembagian makanan gratis, serta turut prihatin atas korban lainnya yang masih dirawat di RSUD Garut, ini adalah tragedi yang seharusnya bisa dicegah.
2. Saya menyesalkan dengan Keras atas diadakannya acara pesta rakyat tanpa perencanaan yang matang, khususnya dalam aspek keamanan dan pengendalian massa. Ketika sebuah acara melibatkan kerumunan besar, maka harus ada perttanggung jawaban yang sepadan untuk menjamin keselamatan publik.
3. Saya menilai bahwa pesta rakyat berupa bagi-bagi makanan ini hanyalah acara seremonial tanpa dasar yang jelas. Dimana acara tersebut diselenggarakan oleh tokoh publik dan pejabat pemerintah yang seharusnya acara semacam ini harus dipikirkan dengan matang, bukan sekadar demi pencitraan atau kepentingan konten media sosial. Masyarakat bukan objek tontonan, apalagi bila keselamatannya diabaikan.
4. Saya mendesak agar penyelenggara harus bertanggung jawab penuh secara moral, material, dan hukum. Ini penting demi keadilan bagi korban dan sebagai pelajaran agar tragedi serupa tidak kembali terulang.Selanjutnya Rd. Holil Aksan menyatakan, "Mari kita semua belajar dari peristiwa ini: bahwa kehormatan bukan dibangun dari keramaian dan sensasi, tetapi dari kepedulian nyata dan tanggung jawab terhadap rakyatnya," saran Rd. H. Holil Aksan Umarzen Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara. (AS).
✦ Tanya AI