Pelepasan Lulusan Kelas XII SMKN 1 Garut Tahun Ajaran 2024/2025 Sederhana Namun Menggugah Jiwa

Seiring dengan kebijakan dari Gubernur Jabar KDM mengenai acara perpisahan di setiap sekolah, terlihat di Lapangan Garuda Hitam Dome SMKN 1 Garut, Kamis, 15 Mei 2025, Pelepasan Lulusan Kelas XII SMKN 1 Garut Tahun Ajaran 2024/2025 berlangsung sederhana namun kesannya menggugah jiwa.
Nampak secara kasat mata, sebelum acara inti dimulai, terlebih dulu ditampilkan Group Marchink Band, Team Paskibra, Pencak Silat, Jaipongan, Tari Ronggeng dan Kreasi Seni lainnya dari para pengurus/anggota ekskul sehingga suasana menjadi semarak pecah dengan penuh hiruk pikuk dan teriakan yang menggema di arena Dome SMKN 1 Garut.

Dalam sambutannya Dr. Dra. Hj. Neti Achlan, M.Pd., selaku Plt Kepala SMKN 1 Garut mengucapkan terimakasih kepada panitia dan guru-guru pembimbing yang telah bekerja ikhlas, sehingga acara Pelepasan Lulusan Kelas XII Tahun Ajaran 2024/2025 bisa terlaksana dengan baik, sukses, khidmat dan penuh makna, walaupun dengan sesederhana mungkin, tapi Plt Kepala SMKN 1 Garut menyatakan rasa bangga, "ternyata siswa-siswi dan para gurunya penuh talenta dan kreativitas sehingga bisa menghibur para orang tua siswa, tamu undangan dan tentunya siswa-siswi kelas XII yang telah lulus 100%, semoga kalian kelak menjadi generasi penerus bangsa, menjadi manusia yang unggul, cageur, bageur, pinter, bener tur singer sesuai dengan program Pendidikan yang dicanangkan oleh Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi," tuturnya.

Selanjutnya Hj. Neti Achlan yang juga menjabat sebagai Kepala SMKN 9 Garut, Ia mengucapkan, "Alhamdulillah untuk acara pelepasan kali ini bisa di gelar dengan penuh makna, intinya ada kesan yang mendalam dari acara perpisahan, sebanyak 822 orang telah dinyatakan lulus semuanya. Selamat bagi 20 siswa yang telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri, selamat bagi 26 siswa yang sudah diterima bekerja, dan selamat juga bagi kalian yang mau menikah," ucapnya yang langsung secara spontanitas disambut teriakan meriah dari seluruh siswa-siswi kelas XII, Perwakilan orang tua siswa berprestasi, para guru, tata usaha, karyawan, Komite Sekolah, Pengawas Pembina KCD Wil XI, Plt Kepala SMKN 1 Garut beserta Wakasek, Kajur dan Wali Kelas.

Diakhir sambutannya Plt Kepala SMKN 1 Garut mengatakan, "Ada saat bertemu, ada juga saat berpisah, maka pada kesempatan ini, kami menyerahkan putra-putri Bpk/Ibu kepada Komite Sekolah sebagai perwakilan dari para orang tua siswa, terimakasih atas kepercayaannya, Bpk/Ibu telah menitipkan putra-putrinya untuk menimba ilmu di SMKN 1 Garut," pungkasnya.
Sementara itu Drs. H. Yayan Sopian, M.Pd selaku Pengawas Pembina sekaligus mewakili Kepala KCD Wil XI, menyampaikan, "Pada kesempatan yang baik ini, kami memberikan apresiasi dan rasa bangga kepada Ibu. Hj. Neti Achlan yang mendapatkan amanah menjadi Plt Kepala SMKN 1 Garut yang sangat luar biasa. Baru kali ini di Garut ada Ketua MKKS SMK yang dipegang oleh seorang wanita, yaitu Dr. Dra. Hj. Neti Achlan, M.Pd," ungkapnya penuh kebanggaan.
Kata H. Yayan Sopian, "Betul untuk acara pelepasan tahun ini ada kebijakan dari Gubernur Jabar KDM, bukannya tidak boleh menggelar perpisahan, tapi harus sesederhana mungkin, tidak perlu mengundang artis, penuh eforia, kemegahan dan kemeriahan acara di panggung hiburan, silahkan menggelar acara perpisahan tapi dengan menggunakan sarana prasarana yang ada di sekolah, bahkan KDM akan memberikan hadiah bonus bagi sekolah yang sukses menggelar acara perpisahan dengan sesederhana mungkin, murah, meriah tapi penuh makna serta mendapatkan kesan yang berarti bagi peserta didik kelas XII," tuturnya.
Terakhir H. Yayan Sopian Pengawas Pembina SMKN 1 Garut berharap agar para peserta didik dapat melaksanakan program pendidikan yang dicanangkan oleh KDM, yaitu Istilah Sunda PANCA WALUYA, ada lima perkara yang wajib dimiliki oleh peserta didik, yaitu Cageur/Sehat, Bageur/Baik, Pinter/Cerdas, Beuner/Benar, Singeur/Cekatan.
Berikutnya dalam acara Pelepasan Lulusan Kelas XII Tahun Ajaran 2024/2025, H. Ruhiyat, S.H., selaku Ketua Komite SMKN 1 Garut menyampaikan terimakasih dan rasa bangga kepada Bpk/Ibu Guru yang telah memberikan pengajaran, bimbingan, pelayanan dan pengembangan bakat para siswa sehingga bisa melahirkan peserta didik yang cerdas, berakhlaq dan berprestasi, ratusan siswa yang telah meraih juara baik di tingkat Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat maupun tingkat Nasional, baik juara untuk program akademik maupun ektra kokurikuler.
"Setelah mendengar penuturan dari Ibu Plt Kepala SMKN 1 Garut yang telah menyerahkan kembali putra-putri kami yang duduk di kelas XII, maka kami sebagai Komite Sekolah dan mewakili para orang tua siswa, dengan ucapan terimakasih, insya Allah kami akan menerimanya dengan suka cita dan penuh kebahagiaan. Alhamdulillah dari 822 orang kelas XII telah dinyatakan lulus 100%, semoga Bapak/Ibu Guru juga ibu Kepala SMKN 1 Garut senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan dan perlindungan Allah SWT," ucap H. Ruhiyat dengan penuh haru.
Selesai acara sambutan-sambutan dilanjutkan dengan pembagian Piagam Penghargaan kepada para siswa yang telah di Terima di Perguruan Tinggi Negeri, Bonus/Reward bagi 10 siswa-siswi yang masuk juara terbaik pertama sampai ke sepuluh, hadiah bagi yang sudah bekerja serta diluar perhitungan ada kejutan dari Ibu Hj. Neti Achlan, memberikan hadiah kepada para guru yang dilahirkan pada bulan Mei, namun terlebih dahulu guru-guru itu di-Prank dulu.
Dalam hiburan acara Prank itu dipanggil beberapa nama Guru yang dinyatakan sering bolos, suka main remi, ngerokok di kelas, guru-guru tersebut akan di usulkan ke KDM untuk dibina, di latih dan di masukan ke barak TNI sehingga suasana sata itu menjadi tegang, tapi seketika itu setelah semua guru yang di panggil berkumpul di tengah lapangan Garuda Hitam, beliau bilang inilah hadiah ulang tahun bagi Bpk/Ibu Guru yang lahir di bulan Mei, suasana pun berubah kembali menjadi ceria dan penuh gelak canda tawa.

Setelah itu pada acara puncak, yakni sungkeman dan pelepasan jaket almamater oleh para Kajur dan Kepala SMKN 1 Garut, begitu mendengar musik alunan Sunda yang sangat menyentuh hati ditambah dengan puisi yang menyayat hati, suasana berubah menjadi sunyi, terdengar tangisan dari para siswa dan orang tua yang tidak terasa harus segera berpisah dan menjalani kehidupan yang lebih baik, melanjutkan kuliah, bekerja atau berwirausaha. (AS).
- Iduladha 1447 H, Lanal Bandung Sembelih Enam Ekor Hewan Kurban di Komplek Hiu Macan
- Semarak Iduladha 1447 H di Kampung Salam 1: Ratusan Warga Ikuti Salat Jemaah dan Donasi Masjid Capai Rp678 Juta
- Status Hukum Tanah Alun-Alun Limbangan Resmi, Bupati Garut Minta Lahan Dimanfaatkan untuk Perekonomian Warga
✦ Tanya AI