Pelantikan Pengurus PPSI Jawa Barat Periode 2025 - 2030

Pelantikan Pengurus PPSI Jawa Barat Periode 2025 - 2030
Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 di gedung Kebudayaan Jl. Naripan No.7 Braga, Sumur Bandung, kota Bandung, di laksanakan pelantikan pengurus PPSI (Persatuan Pencak Silat Indonesia ) periode 2025 sampai 2030 Jawa Barat. Acara dibuka dengan pagelaran silat oleh putra-putri PPSI dengan gerakan jurus-jurus yang indah dan penuh semangat. Dalam acara pelantikan dihadiri oleh Ketua DPP PPSI Galih Santika Fadilah Kusuma M.Si, Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Dr. Hery Antasari S.T (DISPORA JAWA BARAT), Kapolda diwakili Kompol Hima Kabag Rbi Birorena, Pangdam Majen TNI Kokasih SE, Pusennif Letjen TNI Iwan Setiawan S.E,M.M, Kormi Ir.Denda Alamsyah S.T, Ketua DPRD Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si, DPRD Kota Bandung Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri SpPD.KHOM, MMRS, FWASIM, Kesbangpol Drs. Wahyu Wijaya SH.M.Si, Dewan kohormatan Mayjen TNI Purn Prihadi Agus Irianto, Dewan Pendekar Abah Gending Raspuji, Dewan Penasehat Robby Zulkarnaen, Disbudpar Jabar dan Dewan-Dewan DPW PPSI, tidak lupa dihadiri juga beberapa Organisasi Lembaga Masyarakat dan Ormas dan beberapa pinisepuh silat dan praktisi budaya Jawa Barat salah satu Ambu Rita Laraswati
Ketua PPSI H.Dadang Hermansyah S.E.AK.MM.CA. dalam pidatonya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, Dinas budaya dan pariwisata Jawa Barat yang sudah memberikan tempat untuk berlangsungnya acara pelantikan PPSI. Tidak lupa beliau juga memberi salam hormat pada tamu undangan yang hadir sehingga acara dapat terselenggara dan dengan semangat gotong-royong oleh para pengurus dan anggota PPSII acara pelantikan dapat terlaksana.
Ketua PPSI Jawa Barat menceritakan bergabung ke organisasi PPSI tujuan untuk dapat memberikan manfaat untuk banyak orang dan melestarikan silat sebagai salah satu seni budaya yang merupakan peninggalan leluhur Jawa Barat. Beliau mengatakan UU no 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan belum dilakukan turunannya untuk memajukan kebudayaan terutama pencak silat. Perda kemajuan kebudayaan belum dilaksanakan dan untuk penyusunan Perda tersebut harus melibatkan para praktisi budaya tidak hanya oleh anggota DPR saja.
Ketua PPSI Jawa Barat juga menyampaikan perihal kata "Persatuan" yang dilahirkan di dalam "Sumpah Pemuda", kata persatuan tidak lagi digunakan dalam lembaga- lembaga yang ada di Indonesia. Sistem dalam AHU kata persatuan di ganti menjadi kata "perhimpunan". Ketua PPSI menyampaikan pula perihal peran perempuan dalam organisasi harus pula menjadi garda terdepan karena bagaimanapun perempuan memiliki kekuatan besar untuk membentuk karakter yang baik dan mengatur organisasi. Salah satu perempuan kuat dan tangguh, cerdas adalah Malahayati seorang perempuan pejuang dari Aceh yang hidup di abad ke 16. Malahayati seorang Laksamana wanita pertama di Asia yang memimpin armada laut Aceh melawan Portugis. PPSI akan membentuk perempuan-perempuan tangguh untuk membentuk karakter generasi PPSI yang berakhlak baik, jujur, bijaksana, tangguh, kuat dan mandiri. Ketua PPSI mengatakan organisasi akan baik bila mengutamakan nilai budi yang baik sesuai dengan motto dan slogan PPSI yaitu "Budi Bakti Sakti", utamakan kejujuran, tidak dengki, tidak menghasut dan mengutamakan kemandirian.
Awal mula PPSI didirikan oleh Gan Emma tahun 1933 sebagai sesepuh Jawa Barat, didirikan untuk melawan gerakan DI/TII. Gan Ema menyatukan masyarakat dari petani, buruh, pendekar untuk bersatu dalam wadah organisasi PPSI, lalu dilanjutkan oleh Mayjen Kokasih dan sampai saat ini PPSI masih berlanjut untuk melestarikan silat yang merupakan bela diri untuk menjaga Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Ketua PPSI pusat Galih Santika Fadilah Kusuma M.Si menyampaikan pesan kepada ketua Jawa Barat bahwa marwah pencak silat harus dijaga dan tetap hidup dalam jiwa, boleh berkreasi tapi tidak meninggalkan marwah pencak silat sejati.
Letjen TNI Iwan Setiawan S.E, M.M menyampaikan dalam pidatonya yaitu mengingatkan kembali bahwa PPSI dibentuk untuk melawan pemberontak yang ada di Jawa Barat yaitu DI/TII, ketika itu TNI menyatukan semua elemen masyarakat untuk jadi garda terdepan melawan penjajah. Untuk generasi
yang ingin menjadi anggota TNI harus memiliki nilai budi, moral yang baik, tidak cukup pintar tapi harus menjaga moral dan etika. Banyak yang mendaftar ke TNI gagal karena sudah tidak memenuhi syarat utama yaitu harus dalam kondisi perjaka, jika dalam pemeriksaan ditemukan artinya sudah pernah melakukan asusila dan tidak bisa dimaafkan untuk menjadi anggota kesatuan TNI.
Pangdam 3 Siliwangi Mayjen TNI Kokasih S.E menyampaikan, saya jadi jendral tidak gampang harus berjuang. Organisasi harus bisa membawa kemanfaatan. Beliu tegaskan bahwa Solat,Silat dan Siliwangi merupakan benteng bangsa Indonesia. Solat merupakan tonggak utama untuk kita menjadi orang yang beriman agar dapat kembali menuju surganya Allah.
Ketua DPRD Dr. Buky Wibawa Karya Multi Guna M.Si menyampaikan begitu senang melihat anak-anak yang tampil silat karena merupakan generasi yang melanjutkan perjuangan bangsa Indonesia. Perda kebudayaan sedang dalam proses, dalam Pemajuan kebudayaan di bidang olahraga pencak silat akan membawa PPSI untuk menentukan perda pemajuan kebudayaan. Ketua DPRD dalam pidatonya mengatakan dalam Naskah kuno Sunda tulisan penca tanpa huruf k dan ini harus dibenahi, bahwa kata Pencak dalam bahasa Sunda adalah "Penca". Silat merupakan produk budaya, PPSI harus menjadi garda terdepan untuk tetap melestarikan, diregenerasikan dan terlestarian. Beliau juga mengatakan harus ada kampung pencak untuk tempat belajar bela diri dan melahirkan perekonomian yang semua masyarakat pengrajin alat-alat pencak dapat juga menjadi nilai ekonomi. Pemerintah juga akan menghidupkan sanggar- sanggar pencak di setiap paguron dan praktisi penca atau guru pencak silat akan digaji oleh pemerintah. Untuk aliran-aliran pencak yang ada silahkan dicatat dan diajukan kepada DPRD untuk mendapatkan perhatian oleh pemerintah Jawa Barat.
Dari pemerintah Jawa Barat, diwakili oleh Dispora Jawa Barat Dr. Hery Antasari, S.T menyampaikan pesan Gubernur Jawa Barat H. Dedy Mulyadi (KDM), bahwa silat tidak hanya gerak tubuh saya tapi dapat membina akhlak, moral dan budi pekerti.
Karakter orang Sunda harus banyak dirubah terutama sikap yang memajukan orang lain tapi diri sendiri tidak maju, jadi orang Sunda sudah waktunya memperlihatkan diri dan mempersilahkan diri sendiri untuk maju tidak hanya di belakang layar. Kondisi saat ini Generasi Z lebih banyak dipengaruhi oleh digitalisasi sehingga beda dengan zaman kita dan itu mempengaruhi kehidupan sosial kita. Dengan ada PPSI dapat membantu menghadapi tantangan ini. Beliau katakan jumlah pemuda kurang lebih 11, 9 juta pemuda di Jawa barat, harus memiliki karakter yang berbudi baik, lewat silat karakter dan akhlak, moral dapat terbentuk lebih baik.
Prosesi pelantikan dilaksanakan pukul 10.00 WIB untuk pengurus PPSI Jawa Barat yang meliputi beberapa daerah. Ketua pusat Galih Santika Fadilah Kusuma M.Si melakukan prosesi pelantikan dengan mengucapkan janji sumpah setia pada organisasi PPSI. Pengurus PPS Jawa Barat yang di ketua oleh H.Dadang Hermansyah S.E, AK , MM, CA, sudah resmi dilantik dan siap melaksanakan tugas organisasi. PPSI terus maju dan berjaya.
Bandung 17 Januari 2026
YAYASAN SUNDA13BUHUN
✦ Tanya AI