Infrastruktur SMPN 2 Cikelet Rusak Parah, Pemerintah Harus Cepat Turun Tangan

Berdasarkan hasil penelusuran Kami dari KSM GMBI Garut Selatan, terpantau, Kondisi SMPN 2 Cikelet, yang terletak di Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sangat memprihatinkan. Bangunan sekolah nampak tidak layak huni, dengan beberapa ruang kelas tanpa atap dan langit-langit yang rusak parah berbahaya bagi keselamatan siswa. Keadaan ini diperparah dengan kurangnya pengawasan dan kedisiplinan, yang ditandai dengan halaman sekolah yang dipenuhi rumput liar dan lapangan olahraga yang rusak, serta kurang nyamannya ruangan tempat belajar untuk mencetak generasi emas.
Kondisi Bangunan SMPN 2 Cikelet yang sudah rusak parahSecara kasat mata terlihat jelas, Fasilitas sekolah juga tidak terawat, halaman dipenuhi rumput liar; lapangan upacara dan olahraga rusak parah; serta ruangan sekolah tidak nyaman, bangku dan kursi tempat belajar siswa nampak berserakan tidak teratur, ubin ruangan kelas keramiknya berdebu dihiasi sampah dan di kusen jendela pun dihiasi sampah; Kebun di belakang sekolah dipenuhi semak belukar yang dikhawatirkan ada binatang berbisa, seperti ular berbisa masuk ruangan kelas, atau serangga seperti tawon masuk ruangan yang akan berakibat mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Ruang kelas SMPN 2 Cikelet tempat KBM tampak berantakan
Selain itu di lokasi satuan pendidikan SMPN 2 Cikelet, terpantau ada bangunan yang sudah tidak ditempati, atapnya terlihat tidak ada genteng, berdasarkan informasi selentingan, katanya, genteng dari salasatu bangunan yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar telah dibongkar, diJual ke pihak luar oleh oleh oknum di sekolah tersebut.
Bangunan SMPN 2 Cikelet yang sudah rusak tidak ditempati
Atas realita tersebut, sepertinya ini menunjukkan kurangnya pengawasan dan pembinaan dari stakeholder terhadap kedisiplinan sekolah. Hal ini berdampak signifikan pada kondisi fisik dan suasana belajar di sekolah. Kondisi ini mencerminkan ketidakdisiplinan dan kurangnya perhatian terhadap lingkungan belajar yang seharusnya mendukung kemajuan siswa.
Lebih memprihatinkan lagi, berdasarkan keterangan dari sejumlah siswa dengan polos menyampaikan, bahwa kepala sekolah dilaporkan jarang hadir, bahkan hanya sekitar satu atau dua kali dalam seminggu. Ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengelolaan sekolah dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Kondisi Lapangan olahraga SMPN 2 Cikelet yang sudah rusak
Dalam kondisi seperti ini, tentunya sudah saatnya bagi dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas. Perbaikan infrastruktur sekolah dan peningkatan kedisiplinan sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman bagi siswa, sehingga SMPN 2 Cikelet dapat menjadi tempat yang representatif untuk mencetak generasi emas Indonesia.
Sayangnya ketika kami KSM GMBI Garut Selatan melakukan investigasi, pas hari libur, sehingga kami tak sempat bertemu dengan guru maupun kepala sekolah. Kendatipun demikian, sehubungan dengan realita itu, Kami dari KSM GMBI Garut Selatan mengharapkan kepada pemerintah daerah dan pusat, secepatnya turun tangan melakukan langkah-langkah nyata, yaitu
1. Perbaikan bangunan sekolah yang rusak parah;
2. Peningkatan kedisiplinan dan pengawasan sekolah;
3. Penataan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan aman;
4. Evaluasi kinerja kepala sekolah dan guru;
5. Pengawasan dan pembinaan yang lebih intensif dari dinas terkait
Semoga saja melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan SMPN 2 Cikelet dapat menjadi sekolah yang lebih baik dan dapat memberikan pendidikan yang berkualitas untuk mencetak generasi emas Indonesia. (IM).
✦ Tanya AI