Hari Belajar Guru Bagi Kepala SDN 1 Sudalarang Bak Gayung Bersambut

Hari Belajar Guru yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan mewajibkan guru untuk belajar satu kali dalam seminggu berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, hingga pendidikan kesetaraan di seluruh Indonesia. Hal tersebut bagi Yana Nuryana, S.Pd Kepala SDN 1 Sudalarang, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, itu Bak Gayung Bersambut.
Kata Yana Nuryana, seiring diwajibkannya kepada para guru untuk belajar, memang Bak Gayung Bersambut. Hal ini berdasarkan pengalamannya sebelum jadi kepala sekolah, ia pernah diangkat menjadi Ketua Ranting Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kecamatan Sukawening, kemudian dipercaya menjadi Ketua KKG se-Kecamatan Sukawening.
Menurutnya, di KKG itu telah ada kepengurusan tingkat ranting, hingga ke tingkat gugus. Setiap ranting dan gugus ada ketuanya dan pendampingnya yang dipercaya karena telah memenuhi kualifikasi akademiknya. Masing-masing tingkatan, ada kelas bawah (terdiri dari guru kelas 1-3) dan guru kelas atas (terdiri dari guru kelas 4-6).
“Jadi ketika ada program dari Kemendikdasmen, seperti mewajibkan guru untuk belajar satu kali dalam seminggu, bagi guru-guru SDN se-Kecamatan, itu Bak Gayung Bersambut. KKG langsung melaksanakan,” kata Yana.
Sekarang ini, imbuhnya, untuk Hari belajar guru, biasanya dilaksanakan setiap hari Sabtu setelah beres melaksanakan KBM.
“Sedangkan untuk guru-guru di SDN 1 Sudalarang, mengenai program dari Kemendikdasmen yang mewajibkan guru belajar satu kali dalam seminggu, itu telah dilaksanakan di ruang kantor, kini tempat guru belajar ditempatkan di teras depan sekolah, karena ruangan kantornya sempit,” ujar Yana.
“Untuk waktu Hari Guru Belajar, di SDN 1 Sudalarang digelar setiap waktu senggang, atau istirahat setelah melakukan KBM (Kegiatan Belajar dan Mengajar) jangan sampai mengganggu KBM,” tuturnya.
Maka dari itu, Yana Nuryana selaku Kepala SDN 1 Sudalarang sehubungan dengan Hari Guru Belajar yang dianjurkan oleh Kemendikdasmen melalui Surat Edaran nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 tentang Hari Belajar Guru, Ia benar-benar mensupport-nya supaya setiap guru untuk memenuhi kualifikasi akademiknya, serta terus harus meningkatkan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Tentunya bagi Yana Nuryana selaku Kepala SDN 1 Sudalarang dengan adanya Hari Belajar Guru, Ia tidak tinggal diam, terus memberikan support kepada guru-guru supaya seiring dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mewajibkan setiap guru untuk memenuhi kualifikasi akademik serta melakukan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Yana Nuryana, S.Pd Kepala SDN 1 Sudalarang Kecamatan Sukawening
Yana Nuryana dengan penuh kata-kata bijak memberikan motivasinya kepada Pegawai Tenaga Kependidikan (PTK) dan Peserta Didik (PD) di SDN 1 Sudalarang, berdasarkan Data Rekap Per Tanggal 2 Mei 2025 mengenai Pegawai Tenaga Kependidikan (PTK) dan Peserta Didik (PD) tercatat total PTK sebanyak 7 orang (2 laki-laki dan 5 perempuan) yang terdiri dari 6 guru (1 Laki-laki dan 5 perempuan), dan 1 Tendik.total PTK-nya sebanyak 7 orang (2 laki-laki dan 5 perempuan) yang terdiri dari 6 guru (1 Laki-laki dan 5 perempuan), dan 1 Tendik.
Kepala SDN 1 Sudalarang yang akrab disapa Yana selalu memberikan support dengan bijaksana kepada guru-guru dalam hal Hari Guru Belajar, Yana menyampaikan, tanamkan motivasi untuk membantu meringankan beban orang lain, jangan ada tindakan untuk mempersulit diri orang lain! Hal itu, ketika kita memiliki motivasi mempermudah urusan orang lain, karena kita tidak akan selamanya mulus. Suatu waktu kita akan menerima kesulitan, maka ketika kita sering berbagi hal membantu terhadap orang yang kesulitan, nanti ketika kita mendapat kesulitan, yakinlah tanpa dimintapun orang lain akan membantunya. Dan apabila orang lain tidak mengetahuinya, bahwa kita lagi dirundung kesulitan, kita tidak akan malu berkomunikasi dengan mereka yang telah dibantunya keluar dari kesulitan.
Apabila sebaliknya karena menutup diri tidak mau membantu kesulitan terhadap orang lain karena merasa dirinya lebih bisa, maka akan malu berbicara dengan orang yang dibiarkan ketika menemui kesulitan. Soalnya manusia itu tidak sempurna serba kekurangan. Makanya, kata Yana, “kita harus saling membantu. Karena kita itu hanya diberi ilmu kecuali sedikit. Sebagaimana Firman Allah SWT pada Surat Al-Isra ayat 85 dalam Al-Quran yang berbunyi Wama utitum minal ilmi illa qalila,” pungkasnya saat berbincang dengan awak media ini di ruang kantornya, Selasa kemarin 29 April 2025. (DM).
- Iduladha 1447 H, Lanal Bandung Sembelih Enam Ekor Hewan Kurban di Komplek Hiu Macan
- Semarak Iduladha 1447 H di Kampung Salam 1: Ratusan Warga Ikuti Salat Jemaah dan Donasi Masjid Capai Rp678 Juta
- Status Hukum Tanah Alun-Alun Limbangan Resmi, Bupati Garut Minta Lahan Dimanfaatkan untuk Perekonomian Warga
✦ Tanya AI