• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Wakil Bupati Putri Karlina Sampaikan Pesan Penting Pada Resepsi Hari Ibu Terkait Tingginya AKI dan AKB

img

Screenshot_2026-01-16-18-18-12-78.jpg

Wakil Bupati Garut, L Putri Karlina memberikan apresiasi tinggi kepada kaum perempuan yang aktif berorganisasi, khususnya mereka yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Garut. Bentuk perhatian wakil Bupati Putri itu denga cara mendatangi langsung kegiatan Resepsi Hari Ibu yang diselenggarakan GOW di Gedung Lasminingrat, Jalan A. Yani, Jumat (16/01/2026 ).

"Makna hari ibu sebagai perayaan untuk para ibu hebat karena GOW kan isinya ibu-ibu yang masih mau aktif telah berorganisasi untuk kebaikan perempuan jadi kita apresiasi dan juga tadi kita banyak kasih sponsor ya dan ibu-ibu dari sisi kesehatan wanita dan kulit gratis," kata Putri kepada wartawan.

Putri memberikan perhatian lebih kepada kaum perempuan di Garut ini mengingat angka kematian ibu melahirkan di daerahnya masih cukup tinggi, bahkan berada di peringkat ke-3 di Jawa Barat. Oleh karena itu kepada kepada para anggota GOW yang dari sisi pendidikannya dinilai Putri lebih tinggi.

Ia berharap anggota GOW bisa memberdayakan dan membersamai ibu-ibu di daerah yang mungkin masih menghadapi kendala masalah sosial.

"Kan kalau kita ke Garut yang agak kedalaman sedikit, memang kan nikah muda teh jadi solusi. Padahal itu teh sumber bencana, Itu yang lagi dikejar banget sama Pak Kadis, terutama program KB-nya, juga edukasi Stop Kabur, kawin di bawah umur," ujar Putri didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana  DPPKBPPPA), Yayan Waryana.

Kepada para perempuan, Putri berpesan: pertama, jangan pasrah dengan kehidupan. Tetaplah berjuang, kejar yang terbaik dari pendidikan dan pengalaman, walaupun sebagai perempuan.

"Harus kejar kejadian yang terbaik, kita terutama generasi muda ya jangan mudah kenal orang-orang dari media sosial dan lain-lain. Terus buat para ibu tolong pertama, menikahkan nanak di bawah umur itu bukan solusi, terus yang udah mau jadi ibu juga harus mulai gimana sih hamil yang sehat, harus rutin ke Puskesmas dan jarak antar anak tuh berapa. Intinya mah semua program pemerintah itu sudah sesuai takarannya jadi tolong diikuti selanjutnya," tuturnya.

edbcc453-7e84-4ea1-8fd0-5766ac4a057f.jpg

Yayan Waryana, menyebutkan, kaitan stop kabur dengan angka kematian ibu melahirkan itu adalah sebuah strategi terpadu untuk mengoptimalkan pencegahan kawin anak di bawah umur. Karena terpadu berarti bersinergi dan berkolaborasi dengan beberapa instansi baik vertikal maupun yang ada di sekitar kita SKPD di kabupaten Garut, misalnya dengan Kemenag, dengan pengadilan agama. Kalau yang pemerintah kabupaten Garut itu dengan dinas Kesehatan dengan dinas pendidikan, dengan dinas pemuda Olahraga.

Yayan memberikan penerangan bagaimana agar usia perkawinan tersebut sehat dan ideal. Diantaranya harus terpenuhi kebutuhan kebutuhan yang nanti harus dilakukan oleh suami istri. Ia juga mengemukakan dampak buruk dari pernikahan di bawah umur .

"Ada 4 yang harus dihindari karena ini akan memiliki implikasi yang kurang baik bagi kesehatan maupun keharmonisan dari rumah tangga tersebut. Yang pertama, kawin di bawah umur itu akan berakibat terhadap disharmonisasi dan berujung perceraian, sekarang sudah hampir di angka 6.000-an lah kita ambil yang minim aja ya kemarin-kemarin diangka 5.700," ungkapnya.

Dampak buruk yang kedua, ujar Yayan, perkawinan di bawah umur ini akan mengakibatkan potensi memiliki jumlah anak lebih banyak karena kawinnya muda, sehingga usia reproduksinya, atau usia suburnya panjang.

Berikutnya, resiko kawin di bawah umur itu kemungkinan melahirkan anak penderita stunting, akibat pola makan anak jaman now itu relatif kurang sehat, yang kebanyakan mengkonsumsi makanan berbahan dasar aci atau terigu plus suer pedas, yang sifatnya kurang gizi dan protein sehingga harus makan tablet tambah darah.

Akibat buruk terakhir, yakni kematian ibu dan anak saat melahirkan yang penyebabnya adalah konsumsi makanan yang kurang protein dan kurang gizi lengkap, "anak-anak sekarang itu makannya cibay, cilok, seblak, cimol. Makanya sosialisasi Stop Kabur ini akan terus kita lakukan ke berbagai daerah dan berbagai tingkatan," pungkasnya. (Ajay).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.