• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Ustadz Aep Saepudin Terangkan Shaum Khususil Khusus

img

Mengabarkan 1.jpg

DKM Masjid Besar Cibatu yang beralamat di Jl. Jenderal Ahmad Yani Desa Keresek Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut,  dalam rangka memakmurkan masjid di bulan suci Ramadhan 1446 H, menggelar Kegiatan Kuliah Subuh dengan menghadirkan Penceramah Ustadz Aep Saepudin, S.Ag Ketua MPC FAHMI TAMAMI (Forum Silaturahmi Ta'mir Masjid dan Musholla Indonesia) Kabupaten Garut, Sabtu, 1 Ramadhan/1 Maret 2025.

Dihadapan sejumlah mustamik Kuliah Subuh, Ustadz Aep Saepudin dalam tausiyahnya menyampaikan tentang tingkatkan shaum yang dibagi menjadi 3,  yaitu

Pertama, Shaum Umum, yaitu seseorang yang melaksanakan ibadah shaum sebatas mampu untuk tidak makan, minum dan berhubungan suami istri, tetapi masih sering melaksanakan perbuatan lago, rofas dan perbuatan lainnya yang tidak ada manfaatnya, malah mendatangkan mudharat, sebagaimana Sabda Nabi: "Banyak orang yang melaksanakan ibadah shaum tetapi hanya mampu menahan haus dan lapar saja".

Kedua, Shaum Khusus, yaitu deseorang yang berpuasa, di samping tidak makan, minum, berhubungan suami istri, juga menjaga dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala shaum, seperti berdusta, ngerumpi, ngegosip, fitnah, mencuri, bertengkar dan melakukan perbuatan maksiat.

Ketiga, Shaum Khususil Khusus, yaitu seseorang yang berpuasa dengan tidak makan, minum, hubungan suami istri, menjaga dari berbagai hal yang mengurangi pahala shaum, panca indra juga ikut berpuasa.

Ustadz Aep Saepudin Terangkan Shaum Khususil Khusus

Selanjutnya Ustadz Aep Saepudin yang juga sebagai Guru di SMKN 1 Garut, memperjelas mengenai Shaum Khususil Khusus. "Untuk tingkatan Khususil Khusus, ini merupakan tingkatan yang tertinggi, bisa dikatakan sebagai puasanya para Wali/Nabi, dimana panca indra, seperti mata ikut berpuasa dengan cara tidak melihat sesuatu yang bukan hak/muhrim, melihat yang berbau fornografi dan melihat perbuatan tercela, mulut ikut berpuasa dengan tidak menggunjing, menggosip, memfitnah dan mengumpat serta mencemarkan nama baik," terangnya kepada para mustami.

“Selain itu dalam tingkatan Shaum Khususil Khusus, Tangan ikut berpuasa dengan tidak mencuri, atau memegang, meraba sesuatu yang bukan hak/muhrimnya. Begitupun kaki ikut berpuasa dengan tidak berjalan ke tempat-tempat maksiat, cafe, diskotik atau tempat lainnya yang mengakibatkan terjadinya perbuatan yang melanggar aturan Islam dan peraturan/perundang-undangan yang berlaku di negara Indonesia,” paparnya kepada para mustami mengenai puasa tingkatan ke-3, yakni Shaum Khususil Khusus.(DM).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.