RSU dr. Slamet Garut Gelar Operasi Bibir Sumbing, RSHS Sebut Garut Penyumbang Utama

Tak seorang pun menginginkan terlahir dengan cacat fisik maupun mental. Tapi begitulah takdir manusia berbeda-beda; ada yang terlahir dengan bibir sumbing, seperti yang dialami 13 peserta operasi bibir sumbing yang diselenggarakan RSU dr. Slamet Garut, Sabtu (13/12/2025).
Operasi bibir sumbing yang dilaksanakan secara gratis itu diikuti Balita usia 3 bulan, hingga dewasa berusia 37 tahun.
“Iya Pak, ini bentuk kehadiran kita, mungkin ya, pemerintah terhadap masyarakat Kabupaten Garut. Operasi bibir sumbing gratis ini sudah ketiga kalinya. Sebelumnya tahun 2023, 2024, dan sekarang. Untuk kali ini ada 13 orang, dari umur 3 bulan sampai dewasa 37 tahun, ada yang operasi pertama, ada yang rekonstruksi," ungkap Dirut RSU dr. Slamet Kabupaten Garut, dr. Inge Andriani Heriawan, M.Si.,M.K.M.

Didampingi Yodi selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Garut, Inge menyebutkan, operasi bibir sumbing ini terlaksana kerjasama rumah sakitnya dengan Universitas Padjajaran Bandung dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Pesertanya bukan hanya warga Garut, melainkan ada satu orang dari luar Garut.
"Harapannya tahun-tahun depan informasinya lebih masif .Sehingga tidak hanya masyarakat Kabupaten Garut, masyarakat Jawa Barat bahkan Indonesia juga bisa ikut serta dalam kegiatan ini," ujarnya.
Lanjut Inge, selain dioperasi secara gratis, para peserta pun akan dibuatkan BPJS dar BPI yang akan difasilitasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Garut. Mereka yang selesai operasi itu, untuk sementara dirawatinapkan di rumah sakit, hingga dinyatakan pulih oleh petugas dan boleh pulang.
Disebutkan Inge, peserta operasi bibir sumbing kali ini mengalami penurunan dari tahun lalu yang jumlahnya mencapai 23 orang. Namun katanya, bukan penurunan, tapi justru luar biasa. Sebab 13 ini adalah peserta yang terjaring dan dinyatakan siap menjalani operasi.
"Tahun kemarin memang 23 orang, cuman kan sekarang kasusnya. Sekarang yang terjaring itu 13 orang, ini berlaku untuk semua umur, paling dari sisi kesehatannya. Jadi kalau misalnya layak operasi, ya berarti dioperasi. Jadi lebih ke layak atau tidaknya untuk dioperasi.," tegasnya.
Dikatakannya, berdasarkan laporan dari RSS, Garut merupakan daerah dengan peserta paling banyak untuk operasi bibir sumbing ini.
"Untuk kasus, tadi informasi dari RSHS memang Yayasan Bibir Sumbing itu, Garut menyumbang atau kontribusi yang terbanyak. Makanya kegiatan itu dilaksanakan di sini, seperti itu," imbuhnya.
Disebutkannya, penyebab bibir sumbing bawaan lahir itu karena faktor genetik, gizi buruk dan lainnya, dan tidak ada unsur mitos. (Ajay).
✦ Tanya AI