Pontren Al-Furqon Tasikmalaya Pesantren Unggul di Jabar, Kali Ini Santri-Santriwatinya PKL di Cabang Muhammadiyah Cibatu

Dalam rangka menjalankan program Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk para Santri-Santriwati Pontren Al-Furqon Tasikmalaya, selama 14 hari diwajibkan mengikuti kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat buat pengamalan ilmu pengetahuan yang telah di timba selama 6 tahun mondok di pesantren. Kali ini Pontren Al-Furqon yang masuk pada kategori Pesantren Unggul di Provinsi Jawa Barat, PKL Santri-Santriwatinya diselenggarakan di Cabang Muhammadiyah Cibatu.

Selesai mengikuti pengajian khusus yang digelar oleh PCM Cibatu bersama Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Garut, Ahad, 18 Januari 2026, di Masjid Al-Huda Cilimus Hideung, Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Mudir Pontren Al-Furqon Tasikmalaya, H. Uum Syarif Usman, yang pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, juga Alumni dari Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, dalam wawancara eksklusif, Beliau menyampaikan visi misi, program kerja, proses KBM, dan lulusan Alumni dari Pontren Al-Furqon Tasikmalaya.
Membuka pembicaraannya H. Uum Syarif Usman mengawalinya dengan mengatakan, "Pontren Al-Furqon Tasikmalaya berdiri sejak tahun 1992, sedangkan saya mulai bertugas sebagai Mudir sejak bulan November 2020. Dan sejak itu proses KBM di Pontren Al-Furqon dilaksanakan secara profesional, seperti halnya Pesantren Modern, dimana setiap santri diwajibkan untuk menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. Alhamdulillah membuahkan hasil, berdasarkan penilaian Akreditasi dari dinas terkait, Pontren Al-Furqon masuk pada kategori Pesantren Unggul di Provinsi Jawa Barat," tuturnya.
Drs. H. Uum Syarif Usman, Mudir Pontren Al-Furqon TasikmalayaSelanjutnya Beliau menyampaikan, Visi dari Pontren Al-Furqon adalah Sebagai Lembaga Kaderisasi yang Robbani, Misi-nya mendesain segala aktivitasnya sebagai Pengkaderan baik sebagai Kader Umat, Kader Bangsa maupun Kader Persyarikatan Muhammadiyah. “Sebagai Insan Robbani yang mempunyai karakter tidak berhenti belajar dan selalu mengembangkan ilmunya secara lebih mendalam sehingga terwujud insan kamil yang beriman, bertaqwa, berpengetahuan lahir dan batin dimanapun berada," cetusnya.
"Pontren Al-Furqon memiliki ciri khas, pertama tentang Kedisiplinan dalam proses pembelajaran, Kedua Wajib berbahasa Arab dan Inggris, Ketiga Wajib Hafidz Qur'an minimal 6 Juz, Empat mengkaji kitab-kitab thuras," ujar Kang H. Uum Syarif Usman asli dari Tasikmalaya.
Alhamdulillah, ucapnya, untuk lulusannya banyak Alumni yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, baik Dalam Negeri (Indonesia) maupun Luar Negeri, banyak lulusan dari Pontren Al-Furqon di Terima di Universitas yang ada di Mesir, Libya, Madinah, Saudi Arabia, untuk Eropa ada yang diterima di Universitas yang ada di Jerman.
"Untuk santri/santriwati yang mondok disini terdiri dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia, yang paling jauh dari Papua, Nias Sumatera Utara, Sulsel, Sulawesi Utara dan masih banyak lagi, Sedangkan untuk biayanya, setiap santri pada saat awal pendaftaran harus membayar administrasi/infaq untuk bangunan, tempat tidur, listrik, pakaian dan biaya makan untuk bulan pertama sebesar Rp 14 juta, kemudian setiap bulannya buat biaya kebutuhan makan dan biaya pendidikan sebesar Rp 1,3 juta," ekspos H. Uum Syarif Usman.
"Silahkan bagi bpk/ibu yang ingin mendaftarkan putra-putrinya ke Pontren Al-Furqon, mulai sekarang sudah dibuka pendaftaran, tempatnya terbatas untuk kelas 7 hanya 150 orang, harus mengikuti tes khusus dan telah lulus di tingkat Sekolah Dasar, membayar administrasi/infaq, mengikuti aturan pondok serta mengikuti proses KBM untuk memperdalam ilmu pengetahuan yang bersifat umum maupun kepesantrenan," ajaknya, sekaligus mengakhiri pembicaraannya. (AS).
✦ Tanya AI