• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Pemdes Sukamulya Prioritaskan Pemberdayaan SDM Berkualitas

img

Mengabarkan 1.jpg

Demi menciptakan generasi penerus yang handal, agar terwujudnya Desa Sukamulya Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut yang mandiri maju dan sejahtera, Uus Kustiwa sebagai Kepala Desa Sukamulya sekala prioritaskan kegiatan pembangunan Human Structure dari tingkat anak-anak sekolah dasar hingga Karang taruna, dengan target sasarannya adalah pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, tanpa mengabaikan pembangunan infrastruktur.

"Sekala prioritas kegiatan pembangunan Human Structure dengan sasarannya pemberdayaan SDM berkualitas di Desa Sukamulya itu merupakan salahsatu janji politik Saya sewaktu kompanye Pilkades Sukamulya," kata Uus Kustiwa Kades Sukamulya yang baru menjabat 8(delapan) bulan sebagai Kades definitif.

"Prinsip saya, kalau saya sudah bisa membangun manusia pada hari ini, maka hakikatnya dikemudian hari kita telah menanamkan kebaikan," ucapnya.

"Sehingga sewaktu Saya kompanye, mendengungkan pembangunan manusia, bukan berarti tidak membangun infrastruktur. Pasti kegiatan pembangunan infrastruktur akan berjalan. Cuma yang menjadi target sasaran saya, tetap akan mengedepankan pembangunan SDM. Soalnya Saya sangat riskan sekali dengan adanya degradasi moral, salahsatunya dengan adanya dampak dari kemajuan teknologi yang sangat pesat. Sementara kita tidak mengimbanginya dengan membangun manusianya, maka moral bangsa kita bakal menjadi bangsa yang terpuruk," paparnya.

"Nah, di sini saya sebagai Kepala Desa memiliki tanggung jawab, dan telah bekerja sama dengan para stakeholder. Bagaimana kita memiliki generasi berkualitas, bukan generasi yang keropos," kata Uus Kades Sukamulya.

Memang luar biasa apa yang dipaparkan oleh Kades Sukamulya tersebut, terutama dalam pemberdayaan membangun human structure, hal itu sudah terbukti bukan hanya bicara hanya manis dibibir saja, tapi sudah diimplementasikannya, seperti membina anak-anak jalanan, peduli terhadap dunia pendidikan formal dan non formal, merubah mindset masyarakat dalam pengelolaan sampah Desa Sukamulya.

Sebenarnya terkait dengan pemberdayaan human structure, seperti pembinaan anak-anak jalanan, sebelum Uus jadi Kepala Desa Sukamulya, ia merupakan aktivis lingkungan hidup. Pembinaan terhadap anak-anak jalanan terus dilakukannya hingga saat ini. Bahkan karena kepeduliannya terhadap anak-anak jalanan, Uus mendapatkan apresiasi dari kementerian lingkungan hidup.

Sedangkan dalam hal kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, Kades Sukamulya ini benar-benar sangat menghargai sebuah prestasi pendidikan di wilayah desa tersebut. Realita perhatiannya, seperti Pemdes Sukamulya mengundang para peserta didik yang berprestasi dengan memberikan apresiasi untuk men-support-nya, supaya pendidikan yang ada di lingkungan Desa Sukamulya lebih bergairah.

Selain itu, demi memberi support, atau memotivasi terhadap dunia pendidikan, Pemdes Sukamulya tampil dengan menggelar, diantaranya lomba cerdas cermat, dan lomba adzan.

"Karena kita ingin bukan hanya sekolah saja yang memiliki peranan, tapi pemerintahan desa pun ingin berpartisipasi, minimalnya dengan memberikan apresiasi dan support, terhadap dunia pendidikan," kata Uus.

Begitupun terhadap program mendayagunakan anak-anak muda. "Di sini, saya melakukan pembinaan mental anak-anak muda supaya berkualitas, terutama dalam hal penggalian potensi para generasi muda di Karangtaruna sebagai lokomotif yang harus menjadi barometer percontohan pembangunan desa kita menjadi desa yang mandiri," papar Uus.

Di samping itu, kata Uus, mengenai mindset masyarakat yang berhubungan dengan K3 (Keberhasilan Keindahan dan Ketertiban). Itu harus digalakkan dengan memberikan edukasi-edukasi, bagaimana supaya hakikat lingkungan kita supaya bersih.

"Konsep edukasi untuk merubah mindset, bagaimana supaya hakikat lingkungan kita supaya bersih. Aplikasinya lebih mengarah kepada anak-anak, diantaranya dengan mengedukasi anak-anak SD supaya sadar sampah muncul sejak dini, yakni melalui kegiatan Pemdes Sukamulya pungut sampah bareng sama anak-anak SD. Kegiatan itu sering dilaksanakannya," akunya.

Lebih jauhnya, ucap Uus, terkait dengan sampah ini sesungguhnya kita sudah memiliki konsep sampah menjadi rupiah. Bahkan mengenai pengelolaan sampah desa ini sudah dialokasikan dari Dana Desa dan sudah masuk ke APBDes tahun 2024.

"Kita sudah anggarkan pengelolaan sampah dari Dana Desa, kita edukasi masyarakat, para kader, RT, RW, dan anak-anak sekolah. Soalnya target saya, bagaimana mengolah sampah itu yang asalnya dibuang dan dibakar, sampah itu jangan dibuang, akan tapi bagaimana menjadi uang," tutur Uus mengakhiri pembicaraannya, belum lama ini, Rabu kemarin (05/06/2024) di sela sosialisasi Pimpinan Umum Media Online MahkotaNews.id kepada Kades Sukamulya atas terbitnya media tersebut yang ber-tagline Inspirasi dan Bersinergi.(DM).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.