Bupati Syakur Puji BAZNAS Garut Selalu Terdepan Berikan Bantuan Bencana dan Kelola Dana dengan Baik

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin berkesempatan membagikan bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kepada mereka yang sangat membutuhkan. Adapun bantuan yang disampaikan Bupati Syakur tersebut terdiri dari 9 kaki palsu, 2 kursi roda dan aktifasi BPJS. Bantuan tersebut diserahkan di aula kantor Baznas komplek Islamic Center, Rabu (21/01/2026 ).
Kepada wartawan, Syakur mengatakan, bahwa Baznas selalu menjadi yang terdepan dalam memberikan bantuan kepada para korban bencana serta berkontribusi dalam pembangunan.

"Ya Alhamdulillah Baznas sudah banyak memberikan kontribusi buat pembangunan Kabupaten Garut, ya, terutama untuk hal yang sifatnya instan. Jadi ketika ada bencana, kita belum bisa menyampaikan dana dengan segera, Baznas sanggup. Beberapa kasus itu Baznas lebih responsif karena mereka lebih fleksibel," kata Syakur usai serahkan bantuan.
Syakur juga mengatakan Baznas mampu mengelola dana dengan baik dan tadi juga dengan proper sehingga tadi mendapatkan penghargaan semacam WTP (wajar tanpa pengecualian). Baznas juga dinilainya telah sungguh-sungguh, melaksanakan amanatnya dengan baik, dan ia berharap ke depan Baznas ini bisa lebih besar lagi.
Karenanya, lanjut Bupati, Baznas ini harus didorong oleh pemerintah, sebab dari sekian banyak lembaga pengelola zakat, infaq dan shodaqoh, Baznas lah tempat pemerintah berpartisipasi.

"Oh iya Alhamdulillah, hari ini juga kita memberikan bantuan kursi roda dan kaki palsu, yang saya tahu Dinas Sosial juga bantu, tapi memang terbatas sedikit. Sekedar informasi bahwa sepanjang pengetahuan saya, orang yang difabel itu hampir 3 persen dan sebagian besar itu adalah yang sini sehingga kebayang banyaknya dan tidak bisa seluruhnya ditangani oleh pemerintah," katanya.
Selanjutnya Bupati menghimbau kepada aparatur sipil negara (ASN) agar membayarkan zakatnya melalui Baznas sebagai lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah.
"Kan zakat itu kan wajib, tapi masalah penyampaiannya ke mana ke mananya itu kan diserahkan ke yang bersangkutan.
Tapi kami juga menghimbau ya, kami menghimbau supaya ke Baznas, karena kan Baznas ini kan tadi lembaga formal yang dibentuk pemerintah. Sehingga menurut saya harus mendapatkan atensi yang lebih besar, nanti kita ceritakan lagi," ujarnya.
Namun demikian Syakur juga mina kepada Baznas Garut, untuk tidak terlalu mengandalkan pengumpulan zakat itu dari ASN.
Ketua Baznas Garut, Abdullah Efendi, berjanji akan menjalankan apa yang disarankan oleh Bupati dalam hal pengumpulan zakat dan pengelolaannya supaya bisa lebih baik, meski predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) terus diraih dari hasil audit lembaga berwenang.
"Ya, insya Allah itu kami sudah melakukan, tapi kan kita bersaing dengan yang lainnya. Karena yang jadi masalah, karena kebanyakan Muzaki langsung diserahkan kepada mustahik. Padahal contoh Nabi itu melalui amil zakat," keluhnya.
Disebutkan Abdullah Effendi, atau akrab disapa Efen , kesadaran masyarakat untuk berzakat melalui lembaga amil zakat itu masih kurang. Karenanya ia akan berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Menurutnya, bayar zakat melalui Baznas itu jauh lebih efektif dan efisien dalam pengelolaannya. Selain itu, katanya, bisa membantu pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan, sebagaimana yang tercantum dalam tujuan pengolahan zakat di Indonesia. Ia menyebutkan pasal 3 ayat 2, meningkatkan pengembangan zakat untuk penanggulangan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.
Effen juga mengungkapkan, bulan Desember 2025 lembaganya tidak bisa menyalurkan bantuan, karena sedang proses laporan keuangan yang nanti akan diserahkan kepada Bupati dan Baznas Provinsi.
"Lagi ada proses audit oleh kantor akuntan publik, dan nanti yang 2025 kami belum menerima hasilnya, mudah-mudahan WTP lagi. Tapi yang menggembirakan adalah daripada auditor Syariah Irjen Kemenag bahwa Garut itu nilainya baik. Dan terakhir kemarin setelah beberapa kali datang ke sini opininya adalah bebas Temuan," pungkasnya. (Ajay)
✦ Tanya AI