Warga Cigadog Berbondong-bondong Kerja Bakti Menambal Jalan Kabupaten dengan Swadaya Murni Masyarakat

Jalan Kabupaten yang rusak parah dan rawan kecelakaan menuju Desa Cigadog yang tembus ke Desa Parentas Kecamatan Desa Parentas Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya, ternyata jalan itu selama 20 tahun belum dibangun lagi oleh Pemkab Garut, sehingga kondisinya sangat memprihatinkan, terutama jalan kabupaten yang melintas Desa Sukalaksana dan Jalan Desa Sukaratu, Kecamatan Sucinaraja, karena kondisi jalannya menanjak ditambah rusak sangat parah, akibatnya banyak pengendara roda dua dan empat korban kecelakaan. Untuk itu warga Cigadog yang diinisiasi oleh H. Nurdin selaku Ketua/Koordinator Shodaqoh Jariyah Perbaikan Jalan Kabupaten mengadakan gerakan kerja bakti menambal jalan dan membenahi saluran drainase jalan tersebut dengan mengandalkan swadaya murni masyarakat Cigadog.
Terpantau, pada hari Minggu 27 April 2025 masyarakat Desa Cigadog Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut berbondong-bondong kerja bakti menambal jalan dan membenahi drainase jalan kabupaten mulai pagi jam 7.00 WIB sampai dengan selesai.
Sehubungan dengan kegiatan kerja bakti tersebut H. Nurdin mengatakan, “Kegiatan kerja bakti menambal jalan kabupaten yang titik lokasinya di Desa Sukalaksana, Desa Sukaratu yang begitu sangat rusak parah kurang lebih 20 tahun belum ada tanggapan dari pemerintah hanya sekedar janji-janji, padahal jalan tersebut rawan kecelakaan, sudah jalanya rusak parah menanjak ditambah lagi tidak ada sama sekali penerangan jalan,” ungkapnya.
“Yang menggagas kerja bakti ini adalah diri saya pribadi, bukan dari pihak pemerintah yang terkait, tapi ini juga dengan hasil jerih payah warga, dan kesadaran warga atas jalan yang rusak parah, ditambah lagi banyak kecelakaan pengendara yang jatuh. Ada yang terbentur kepalanya, bahkan ada yang sampai patah kakinya belum sembuh. Atas peristiwa itu warga jadi semakin peduli dengan keadaan jalan kabupaten yang rusak parah, maka segenap warga Desa Cigadog kompak mengadakan Swadaya, baik harta maupun tenaga,” kata H. Nurdin.
“Inilah saya sebagai rakyat biasa, bukan dari bagian aparatur pemerintah, melihat keadaan jalan kabupaten yang rusak parah itu, saya sangat kesal, katanya jalan kabupaten, tapi kenapa ko gak di bangun-bangun,” cetusnya.
Menurut H. Nurdin, kurang lebih tidak ada tanggapan dari pemerintah itu hampir 20 tahun tapi kalau gotong royong ini hampir menjelang 9 tahun sampai sekarang ini.
Dengan keadaan seperti ini, ujarnya, “Saya sebagai Koordinator swadaya jalan Desa Cigadog menghimbau kepada masyarakat Desa Cigadog untuk kerja bakti dengan swadaya apa yang kita mampu, baik swadaya tenaga maupun harta buat kenyamanan kelancaran transportasi yang menggunakan jalan Cigadog,” himbaunya.

Nurdin menjelaskan, dalam kerja bakti menambal jalan kabupaten, sebenarnya bukan di wilayah Desa Cigadog, tapi Desa Sukalaksana dan Desa Sukaratu, tapi penerima manfaat yang menggunakan jalan kabupaten yang paling banyak masyarakat Desa Cigadog dan masyarakat Desa Parentas Kabupaten Tasikmalaya.
Selain itu H. Nurdin menyampaikan, perlu diketahui dalam kerja bakti menambal jalan ini, bukan dari swadaya shodaqoh jariyah yang sudah terkumpul hingga tanggal 27 April 2025 jumlahnya Rp 31.731.000 (tiga puluh satu juta tujuh ratus tiga puluh satu ribu rupiah).
“Penambalan jalan kabupaten yang rawan kecelakaan, ini hasil swadaya murni dari masyarakat yang peduli terhadap jalan rusak parah, ada yang menyumbang berupa semen, pasir dan ada juga yang memberikan uang,” bebernya.
Saat ditanyakan kepada H. Nurdin selaku Ketua Panitia yang menghimpun shodaqoh jariyah dari masyarakat yang sudah terkumpul hingga tanggal 27 April 2025 jumlahnya Rp 31.731.000,- Ia menjawab, “Nanti menunggu keputusan dari PUPR, katanya jalan kabupaten ini mau dibangun. Setelah itu insya Allah dana swadaya shodaqoh jariyah dari warga masyarakat Desa Cigadog, baru di bangunkan,” jawabnya.

Hadir dalam kerja bakti penambalan jalan kabupaten yang rusak parah, yaitu aparatur desa, Kadus, BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan sejumlah masyarakat yang peduli, serta turut hadir PJs Kades Desa Cigadog.
Seiring dengan jalan kabupaten yang belum dibangun oleh Pemkab Garut, H. Nurdin menyampaikan harapannya, “Saya sebagai masyarakat Desa Cigadog, mengharapkan kepada yang berwenang, cobalah turun ke Desa Cigadog tinjau, apa kebutuhan dan keluhan masyarakat, selain ingin jalan kabupaten segera dibangun karena rawan kecelakaan, juga mengharapkan adanya Penerangan Jalan Umum (PJU),” harapnya.
Dengan adanya kerja bakti penambalan jalan kabupaten yang rusak parah dan rawan kecelakaan, Ketua BPD Cigadog Sahidin, S.Pd.I, saat diwawancara mengenai Jalan Kabupaten yang rusak Menuju Wilayah Desa Cigadog itu, sebenarnya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Garut, dari mulai pembangunan hingga perawatan jalan, seperti menambal jalan, Kenapa ini harus digotongroyongkan?
Atas pertanyaan itu Ketua BPD Cigadog mengatakan, “Ya memang sih ada hak dan kewajiban pemerintah, kalau masalah infrastruktur, baik dari anggaran pusat provinsi atau anggaran kabupaten di rojong dibantu oleh pihak pemerintah kecamatan diajukan dan diperjuangkan bersama Desa Cigadog itu yang harus jadi keharusan. Tapi kenyataan, ya sampai sekarang ini,” jawab Sahidin.
Tapi Alhamdulillah, ucapnya, “Meskipun baru rencana wacana akan dibangun jalan ini oleh PUPR, tapi karena jalan kabupaten tersebut sangat produktif, ratusan kendaraan yang lewat, apalagi sekarang musim nikahan terus hajian, jadi banyak tamu-tamu yang datang dari luar Desa Cigadog. Sedangkan melihat kondisi jalan seperti ini sangat parah banyak mobil tidak kuat naik karena licin, bahkan banyak pedang yang berkendaraan jatuh sampai barang dagangannya hancur,” ungkap Sahidin.
“Yah, akhirnya warga mau tidak mau harus memperbaiki jalan tersebut dengan hasil sumbangsih dari warga Desa Cigadog, ada yang ngasih semen, ada juga yang memberikan pasir dan uang. Hal itu karena menunggu bantuan dibangun oleh pemerintah belum juga ada,” tutur Ketua BPD Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut.

Sementara itu Atik PJs Kades Desa Cigadog, selaras dengan wawancara dengan Ketua BPD Cigadog, Atik mengucapkan, “Alhamdulillah terkait swadaya jalan menuju Desa Cigadog memang betul statusnya jalan kabupaten, untuk saat ini kami khususnya dari pemerintahan Desa Cigadog berikut jajaran, sedang dan telah berkoordinasi dengan pihak PUPR terutama yang ada di UPT tingkat kecamatan,” kata Atik.
Alhamdulillah, ucapnya, mudah-mudahan terakomodir menurut keterangan beliau, insya Allah tidak akan lama lagi akan di bangun.
Adapun terkait masalah swadaya, “kami khususnya pemerintahan desa beserta jajaran sangat berterimakasih kepada masyarakat yang begitu antusias dengan kegiatan swadaya murni, mereka sangat antusias dan mereka sangat menginginkan jalan menuju Desa Cigadog bisa cepat dibangun. “Untuk saat ini sementara belum dibangun, semua pihak yang terkait berikut masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda ikut berjibaku, dan sangat antusias terhadap swadaya ini, tapi Insya Allah mudah-mudahan dengan keikhlasan mereka swadaya ini menjadi ladang amal untuk kita semua,” ungkapnya.
Insya Allah, ujarnya, “Terkait dengan penerangan jalan, kami khusus dari pemerintahan desa akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, tentang penerangan jalan. Mudah-mudahan selaras dengan pembangunan jalan, penerangan jalan pun terealisasi,” ungkap Atik PJs Kades Desa Cigadog saat kerja bakti penambalan jalan kabupaten. (IM).
✦ Tanya AI