• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Wabup Garut Serahkan Bantuan Peralatan Usaha Kepada Peserta PKW Barista di LKP Aura Creative

img

420a6eb9-e9f4-4b73-a917-3cd8bf3daa7b.jpg

Wakil Bupati Garut Putri Karlina menghadiri sekaligus menutup Program Kecakapan Wirausaha (PKW) serta penyerahan bantuan peralatan usaha bidang barista yang diselenggarakan oleh LKP Aura Creative. Kegiatan tersebut berlangsung di Perumahan Rancabango Intan Residence Blok E10, Kabupaten Garut, Selasa, 23 Desember 2025.

Dalam keterangannya, Wakil Bupati Garut Putri Karlina yang akrab disapa Ibu Oke menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan PKW sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda yang putus sekolah.

Ia menjelaskan, bantuan dalam program ini bersumber dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Garut tetap memberikan perhatian karena para peserta merupakan bagian dari masyarakat Garut yang harus dimotivasi untuk pengembangan usahanya setelah mendapatkan pelatihan dan akan memulai usahanya.

Menurutnya, pelatihan yang dilaksanakan selama 250 jam tersebut menjadi bekal penting bagi peserta. Ia menekankan bahwa saat ini keterampilan atau skill menjadi hal yang sangat penting, bahkan lebih utama dibandingkan latar belakang pendidikan formal.

Putri Karlina juga menyampaikan harapan agar para peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk berwirausaha. Ia membuka peluang adanya program lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Garut, seperti Wira Hebat, apabila para peserta dinilai memiliki potensi usaha yang baik, sehingga ke depan bisa mendapatkan dukungan tambahan berupa bantuan permodalan.

Wakil Bupati Garut (1).jpg

Wakil Bupati sempat berbincang dengan para peserta pelatihan, menanyakan berbagai mengenai rencana usaha yang segera dijalankan usai mendapatkan bekal usaha keterampilan dan modal kerja berupa roda dan peralatan lainnya berupa peralatan untuk memproses produksi berbahan dasar kopi.

Sementara itu, Direktur LKP Aura Creative, Vera Susanti S.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian dan kunjungan Wakil Bupati Garut. Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2010, LKP Aura Creative secara konsisten menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi anak-anak putus sekolah serta perempuan yang termarjinalkan.

Vera menyebutkan, kunjungan Wakil Bupati Garut menjadi momen yang sangat berarti bagi lembaganya setelah sekitar 15 tahun bergerak di bidang peningkatan keterampilan masyarakat. Ia berharap ke depan dapat terjalin sinergi antara LKP Aura Creative dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Garut.

Ia menjelaskan, pada program PKW bidang barista tahun ini terdapat empat kelompok peserta, dengan masing-masing kelompok berjumlah lima orang, sehingga total peserta sebanyak 20 orang. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut, di antaranya Cisurupan, Cikajang, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan Bayongbong.

Menurut Vera, program tersebut menggunakan dana APBN sehingga terbuka untuk masyarakat Garut secara luas, meskipun jumlah peserta masih terbatas sesuai dengan kuota yang diberikan oleh Kemendikbudristek.

Dalam pelatihan barista, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis kopi. Biji kopi yang digunakan berasal dari kopi lokal Garut serta campuran dari daerah lain seperti Aceh dan Jawa. Peserta diwajibkan mengenal sedikitnya empat jenis kopi, yakni Arabika, Excelsa, Liberika, dan Robusta.

Vera menambahkan, seluruh peserta berusia antara 15 hingga 24 tahun. Mereka merupakan anak-anak yang tidak sedang bersekolah atau putus sekolah. Program ini secara khusus memang memprioritaskan peserta yang putus sekolah agar memiliki keterampilan dan peluang usaha untuk masa depan yang lebih baik.

Semua peserta pelatihan akan memulai usahanya dengan cara berkelompok  dengan menjajakan jualannya di beberapa tempat yang sudah dipilih masing masing kelompok. (Ajay)

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.