• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Satu Per Satu Dinding Rumah Enut Bersusulan Ambruk, Bantuan Pemkab Garut Sangat Dinantikan Secepatnya

img

cc00386a-d95a-44f9-883e-e9b467da1707.jpg

Menindaklanjuti  berita berjudul “Rumah Enut Berbahaya, Dinding Tembok Ambruk dan Terbelah, Harapkan Bantuan Pemkab Garut” ternyata terbukti, Rumah Enut yang beralamat di Kampung Ciamana, RT 02, RW 09, Dusun 1, Desa Sindangratu, Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut, baru-baru ini, sebagian dinding tembok bata kamar mandi tanpa plester ambruk lagi, diduga terjadinya Jumat malam (12/12/2025). 

Kata pemilik rumah, sejak  Kamis, 11 September 2025, sekitar pukul 16.00 WIB, pertama kali sebagian dinding dapur rumahnya ambruk dan bagian tengah rumah dindingnya ada yang retak menganga ia sudah mengungsi ke rumah kakaknya karena khawatir dinding rumahnya akan roboh lagi. Dan benar saja, dinding tembok bata kamar mandinya kembali ambruk lagi.

641eb24f-db4f-40a6-bf56-1486cddeae87.jpg

Enut pria kelahiran 1977, mengakui, dinding rumahnya yang perlahan pada ambruk, selain usia bangunan rumahnya sudah 20 tahun, juga konstruksi bangunannya kurang semen tanpa plester dan tidak pakai besi beton, sehingga bangunan rumahnya tidak ada kekuatan.

Kabar robohnya sebagian dinding tembok bata kamar mandi tersebut, langsung di kabarkan ke Awak Media Online MahkotaIndonesia.com, “Ambruk deui sur,” tulis Enut via chattingan.

Selanjutnya Awak Media Online ini, segera melaporkan kepada Redaktur Pelaksana Media Online MahkotaIndonesia.com. Dan Redaktur Pelaksana memfollow up-nya ke Sekmat Wanaraja. 

Tak lama kemudian setelah diinformasikan kepada Sekmat Wanaraja, Robi Hilmansyah. Ia langsung koordinasi dengan Camat Wanaraja, lantas Robi menuju ke lokasi rumah milik Enut. 

Setelah tiba di tempat yang dituju, lalu meninjau secara langsung kondisi rumah milik Enut, serta menampung keluhan pemilik rumah. Menurut Robi, rumah Pak Enut ini memang sudah tidak layak huni. “Rumah ini harus dirobohkan, dan kembali dibangun dari nol,” ujarnya.

Sedangkan terkait dengan keluhan Enut yang hidupnya sebatang kara, baik kepada Awak Media maupun kepada Sekmat Wanaraja, mengenai dirinya belum tersentuh bantuan pemerintah, dan mengharapkan sekali bantuan Pemkab Garut membangun rumahnya yang sudah tidak layak huni.

Menjawab keluhan Enut, Robi langsung berkomunikasi dengan Pemerintahan Desa Sindangratu, karena Pak Enut masuk pada Desil 6 supaya bisa masuk ke Desil 1- 5. Dan persyaratannya pun, seperti Kartu Keluarga dan KTP segera diprosesnya.

Terpantau, kondisi rumah Enut saat ini, tembok dinding tengah rumah dan kamarnya sudah terlihat miring. Cuma masih tertahan dengan tiang-tiang bambu penyangga dan kandang jangkrik. 

Sementara itu, berdasarkan informasi, pada hari ini Minggu 13 Desember 2025, Camat Wanaraja pun akan segera meninjau ke lokasi Rumah Enut yang kondisinya berbahaya. 

Camat Wanaraja.jpgCamat Wanaraja, bersama Enut

Sayangnya, kata Enut, "Ketika Awak Media ini pulang, Pak Camat Wanaraja datang langsung meninjau ke rumah saya yang sudah tidak layak huni," tuturnya via sambungan telephone seluler.  

Seiring dengan terbitnya berita ini, Kami Media Online  MahkotaIndonesia akan terus memantau dan memberikan informasi terbaru tentang perkembangan rumah Rutilahu milik Enut. (IM).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.