• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Rumah Eruk Sedikit Lagi Ambruk Tergusur Longsor

img

Hujan pada hari Sabtu 28 Juni 2025 yang terus mengguyur sejak dini hari hingga pagi hari, benar-benar memicu tanah bertebing maupun lereng-lereng menjadi longsor, diantaranya Rumah milik Eruk di Kampung Cicapar, RT 01, RW 02, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut. Rumah tersebut berada di tepi lereng yang sedikit lagi dipastikan ambruk tergusur tanah longsor. OLeh karena itu Eruk mengharapkan kepada pemerintah untuk segera menanggulanginya. Jangan sampai menunggu rumahnya tiba-tiba ambruk.


“Longsor yang pertama terjadi hari  Sabtu 28 Juni 2025,  jam 10 pagi ketika hujan deras dari dini hari sampai pagi hari. Kemudian longsor yang kedua pada  hari Rabu 2 Juli 2025 jam 8 malam,” tutur Eruk.


Eruk.jpg

Eruk


Ketika longsor terjadi, Eruk mengaku dirinya lagi jualan sayuran di Lapak Pasar Wanaraja. Sehingga ia tidak mengetahuinya sewaktu longsor terjadi di pinggir rumahnya. Ia mengetahuinya setelah pulang dari pasar. Terlihat serumpun pohon bambu yang tumbuh di lereng dekat samping rumahnya tergusur longsor ke bawah. 


Menurut Eruk, diperkirakan lereng yang longsor ada di samping rumahnya itu tingginya 50 m dan lebar longsor  20 m. Sedangkan jarak sisa longsor lereng itu ke samping rumahnya hanya tinggal 50 cm. Hal itu membuatnya miris tinggal di rumah miliknya.


Tentunya, atas peristiwa lereng yang longsor di samping rumahnya, Eruk mengaku tiap malam tidak nyenyak tidur. Tidurnya selalu terjaga karena khawatir terjadi lagi longsor susulan. Perasaan hatinya setiap hari menempati rumah ini menjadi gelisah. Makanya ketika turun hujan, penghuni rumah tersebut sebanyak empat orang pada lari mencari tempat yang aman ke lokasi tetangganya.


“Sampai hari ini saya tetap menempati rumah ini. Habis tidak ada lagi tempat untuk tempat tinggal. Ya terpaksa dengan perasaan tak tenteram dan resah, saya bertahan di rumah ini,” kata Eruk. Kamis (03/07/2025) di rumah kediamannya.


“Untuk itu saya mengharapkan kepada pemerintah setempat, maupun kepada Pak Syakur Bupati Garut dan Bu Putri Wakil Bupati Garut, karena saya sekeluarga memilih Pak Syakur dan Bu Putri, agar secepatnya meninjau ke lokasi  dan mohon bantuannya, apakah berupa pengalihan rumah, atau membenteng tanah lereng yang longsor, supaya sekeluarga ada kepastian, tiap hari tidak resah khawatir ada longsor susulan menyeret rumah saya,” ungkap Eruk.

IMG20240527130208_00-300x135.jpg

Asep Rukman Kades Sukahurip Kecamatan Pangatikan


Intinya Eruk (pemilik rumah) meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan untuk menanggulangi potensi longsor susulan. Ia khawatir jika tidak ada tindakan cepat, rumahnya akan benar-benar ambruk dan menyebabkan kerugian yang lebih besar.


Sementara itu, Kades Sukahurip  Asep Rukman,  akan segera menindak lanjuti longsor di samping rumah Eruk. “Insya Allah besok Jum'at 4 Juli 2025 Saya langsung mengunjungi ke lokasi,” ucapnya, “Bila perlu rumah milik Bu Eruk direlokasi. Soalnya rumahnya pas di pinggir lereng Sungai Cimaringinan yang lumayan tinggi dan kondisi tanahnya labil,” ujarnya mengakhiri pembicaraannya via voice note WhassApp. (IM).   

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.