• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Rektor Institut Muhammadiyah Darul Arqom Garut, Yakin Dengan Perubahan Status dan Prodi Baru Bakal Nambah Jumlah Mahasiswa

img

Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arqom (STAIDA) Muhammadiyah kini telah berubah status menjadi Institut Muhammadiyah Darul Arqom (IMDA) Garut. Perubahan ini disertai dengan perubahan tampilan gedung kampus yang lebih mentereng dibanding sebelumnya.

Dr. Ujang Burhanudin, M.E.Sy. Selaku Rektor IMDA pertama, yang sebelumnya diangkat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arqam (STAIDA) Muhammadiyah Garut periode 2024-2028. Ia dilantik pada 1 Maret 2024 dan berkomitmen mentransformasi STAIDA menjadi institut serta akan membuka program studi (Prodi) baru guna meningkatkan kualitas pendidikan di Garut. 

Kini salah satu janjinya itu telah terwujud, STAIDA berubah menjadi IMDA dalam waktu yang relatif singkat sejak dirinya diangkat menjadi Ketua STAIDA itu.

"Berubah mulai jadi institut itu berdasarkan SK Kementerian Agama Republik Indonesia yang terbit tanggal 26 November 2024. Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan  Rektorat sebagai ikon baru untuk Institut Muhammadiyah Darul Arkom itu yang dimulai di bulan Desember 2025, dengan peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Haji Haidar Nasir," tutur Ujang Burhanudin, Minggu (01/02/2026).

Kata Ujang, pembangunan gedung kampus Rektorat berlantai 3 di Jalan Bratyudha , Kecamatan Garut Kota itu, selesai 24 November 2025, dan diresmikan oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Profesor Hilman Latif, M.A, Ph.D.

"Harapan kami, dengan adanya perubahan Alih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut sekaligus juga dibarengi dengan pembangunan Rektorat yang baru Ini mudah-mudahan menjadi harapan khususnya warga Muhammadiyah di Kabupaten Garut untuk lebih maju lagi dan lebih memberikan kontribusi yang sangat besar bagi khususnya warga Muhammadiyah dan umumnya masyarakat  Kabupaten Garut," katanya.

Selain perubahan status yang disertai dengan pembangunan gedung baru, imbuh Ujang, pihaknya juga telah mengajukan. Untuk ini kami Alhamdulillah, sekitar bulan November kemarin 2025, telah dilakukan asesmen lapangan dari Kementerian Agama, yaitu tentang adanya perubahan atau pembukaan prodi baru, yakni Pasca Ekonomi Syariah.

"Mudah-mudahan ini kami tinggal menunggu surat keputusan saja izin operasionalnya. Mudah-mudahan di tahun 2026 ini awal itu bisa terbit SK dan bisa diterima. Sehingga kami sekaligus langsung nanti membuka prodi S2 ekonomi syariah," ujarnya.

Pihaknya juga mengajukan beberapa prodi program studi sarjananya seperti pendidikan matematika, terus komunikasi Penyiaran Islam, kemudian juga ada  rumpun ekonomi syariah semacam  Manajemen Haji Umroh dan Manajemen zakat dan Wakaf.

"Nah ini peluangnya, Alhamdulillah kemarin setelah bertemu di Kementerian Agama di Jakarta Itu responnya bagus sekali. Itu langsung diutarakan oleh Wakil Menteri Agama," imbuhnya.

3aa03e13-b073-4fc7-abe5-e1412e4f3116.jpg

Ujang mengemukakan, prospek lulusan IMDA banyak diterima sebagai PNS, P3K dan dua tahun kebelakang itu lulusan dari pada pengembangan Masyarakat Islam dan studi agama-agama dari Fakultas Dakwah dan Ushuluddin itu banyak yang diterima P3K. 

Untuk menambah fasilitas kampusnya itu, sehubungan lahan masih luas ke belakangnya, pihaknya juga sudah mengajukan proposal, baik ke Kementerian Agama maupun melalui jaringan di pemerintahan daerah dan  provinsi. Untuk membangun semacam auditorium dan juga ruang kelas. Jadi pengembangan selain pengembangan kelembagaan juga pengembangan infrastrukturnya. 

"Untuk tenaga dosennya, Alhamdulillah dosen tetap sekarang hampir mencapai 40 orang, yang sudah sertifikasi dosen itu hampir 30-an, jadi tinggal 10 lagi yang belum sertifikasi dosen. Seiring dengan nanti penambahan prodi baru tentunya itu akan bertambah lagi dosennya," ujarnya.

Adapun jumlah mahasiswa IMDA  saat ini berdasarkan data  laporkan untuk pengajuan beasiswa Pemda itu ada di kisaran 951. Adapun dari alokasi beasiswa  Pemda Garut kemarin IMDA mendapatkan jatah 35 orang. 

Target calon mahasiswa di tahun ajaran baru 2026/2027,  dengan prodi yang lima  itu  kisaran 200 mahasiswa. Apabila Prodi Ekonomi Syariah untuk S2 bisa kelar SK-nya sebelum tahun ajaran baru, maka target mahasiswa barunya 600 mahasiswa.

"Karena saya merasa yakin itu dengan S2 Ekonomi Syariah, karena belum ada, kan di Garut itu, sedangkan lulusan. S1 Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah Itu banyak gitu di Garut. Prospeknya itu semakin yakin akan lebih banyak," pungkasnya.

Di samping hal itu, Ia juga berkeinginan IMDA ini tidak  lama lagi berubah menjadi Universitas, mengingat lahan yang ada cukup luas untuk pengembangan fasilitasnya. (Ajay).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.