PSGA Santuni 500 Anak Yatim dan Dhuafa di Penghujung Ramadhan 1447 H

Di tengah kekhusyukan momentum 26 Ramadhan 1447 H, semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali bergema di Kecamatan Cibatu. Paguyuban Sinar Garut Asli (PSGA), sebuah organisasi yang lahir dari perjuangan panjang mempertahankan identitas kuliner khas daerah, menunjukkan bahwa eksistensi mereka tidak hanya soal bisnis, tetapi juga soal pengabdian kepada sesama. Bertempat di Aula Pontren Bidayatul Hikmah Cihuma, sebuah agenda rutin tahunan digelar sebagai bukti nyata bahwa "Sinar Garut" senantiasa menyinari hati mereka yang membutuhkan.
Suasana khidmat menyelimuti Aula Pontren Bidayatul Hikmah Cihuma, Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu pada Senin (16/03/2026). Bertepatan dengan 26 Ramadhan 1447 H, Paguyuban Sinar Garut Asli (PSGA) kembali melaksanakan agenda rutin tahunan berupa santunan kepada 500 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa.

Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus inti PSGA, di antaranya Dewan Penasihat KH. Dadang Abdul Karim, Lc., Wakil Ketua Sutisna, Sekretaris Umum Aep Saepudin, Bendahara Asep Andi Firmansyah, Wakil Sekretaris Hj. Iis Tuti, Korlap Ma'mun, serta Koordinator Keamanan H. Ade Suparman.
Dalam laporannya, Sekretaris Umum PSGA, Aep Saepudin, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk konsistensi organisasi dalam menjalankan perintah agama. "Alhamdulillah, PSGA tetap teguh menjalankan program santunan ini. Ini bukan sekadar nominal, tapi soal rasa kepedulian. Sebagaimana firman Allah, kita jangan sampai termasuk golongan yang mendustakan agama karena menghardik anak yatim dan enggan memberi makan orang miskin," ujar Aep.

Aep, yang juga menjabat sebagai Ketua MPC FAHMI TAMAMI Kabupaten Garut, menjelaskan bahwa kekuatan santunan ini berasal dari gotong royong anggota melalui sistem infaq. Ia mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap organisasi PSGA yang memiliki sejarah panjang.
"Perjuangan H. Ucu dan putra-putranya dalam mematenkan merek 'Sinar Garut' penuh dengan tantangan hingga akhirnya berbadan hukum resmi. Sebagai konsekuensi pemakaian brand, setiap anggota memiliki kewajiban infaq sebesar Rp50.000 per bulan. Hasil kolektif inilah yang kita kembalikan kepada masyarakat. Dengan infaq Rp600.000 setahun, bapak/ibu telah berkontribusi dalam anggaran santunan Rp25 juta untuk 500 orang hari ini. Insya Allah, pahalanya mengalir merata kepada semua anggota," paparnya.
Selain santunan, PSGA juga berencana menggelar Silaturahmi Halal Bihalal pada 3 Syawal mendatang sebagai ajang evaluasi kinerja Korwil dan pendataan keanggotaan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Dadang Abdul Karim, Lc. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas hakikat puasa serta besarnya fadhilah (keutamaan) menyantuni anak yatim dan dhuafa.
Di akhir acara, santunan diserahkan secara simbolis oleh jajaran Dewan Penasihat dan pengurus PSGA kepada para penerima manfaat. Kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. (AS).
✦ Tanya AI