• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Pentingnya Kepemimpinan, Berkearifan Nusantara Dibudayakan

img

image.png

Setiap Wilayah, Lembaga, Bangsa dan Negara pasti membutuhkan pemimpin untuk mengatur masyarakat dan lingkungan, untuk mendapatkan ketertiban, keamanan, adil dan sejahtera. Pemimpin yang cakap dalam segala bidang adalah pemimpin yang terbaik untuk dipilih menjadi pemimpin.

Di Nusantara tercinta kita, leluhur sudah meninggalkan warisan nilai pengetahuan tentang kepemimpinan yang mengacu pada unsur alam semesta yang memiliki sifat, nilai, watak yang berbeda- beda. Semua unsur alam semesta yang diciptakan oleh Tuhan yang tidak bisa di buat oleh manusia benar-benar atas kuasa Tuhan dan merupakan konsep dari Tuhan. Kepemimpinan itu disebut ASTHABRATA.

ASTHABRATA, berasal dari bahasa Sansekerta, Hasta artinya " Delapan" dan Brata artinya " Perilaku".

Asthabrata adalah kepemimpinan yang mengambil falsafah dari nilai 8 unsur alam yaitu: Bumi, Matahari, Api, Samudra, Langit, Angin, Bintang, Bulan. Tiap unsur memiliki watak ideal menjadi pemimpin.

Istilah Asthabrata berasal dari kitab "Manawa Dharma Sastra" yang mengambil dari karakter para Dewa.

Kadipaten Pakualaman (Mataram) membuat catatan tentang kepemimpinan

Asthabrata, terdapat pada naskah Sestradisuhul yang menitikberatkan pada nilai "Laku baik" yaitu berupa tindakan sehari-hari yang mencerminkan keteladanan seorang pemimpin.

Asthabrata merupakan kepemimpinan yang berbasis kearifan lokal tanah Nusantara.

Model kepemimpinan cipta karya leluhur Nusantara harus dapat dijadikan dasar dan ilmu untuk para calon pemimpin dari tingkat RT sampai Presiden, pemimpin lembaga lainnya, agar nilai dan watak yang diterapkan sesuai dan selaras pada karakter Bumi Nusantara.

Pentingnya Kepemimpinan, Berkearifan Nusantara Dibudayakan

Begitu juga rakyat harus memahami juga konsep kepemimpinan ini, agar paham dan tahu ciri pemimpin seperti apa yang harus dipilih. Kepemimpinan berdasarkan unsur 8 alam semesta atau watak para Dewa/Batara diantaranya:

1. Batara Indra (Langit). Dapat disebut juga juga sebagai dewa petir, cuaca, raja para dewa. Karakter/watak kepemimpinan batara Indra sangat memperhatikan dan memberikan kesempatan untuk setiap rakyatnya mendapatkan pendidikan yang disesuaikan dengan bakat, setiap orang. Pemikiran cemerlang, pintar, jenius, disiplin menyadari penting memahami ilmu pengetahuan. Kepemimpinan batara Indra dituntut untuk dapat menjawab pertanyaan dari persoalan yang ada. Batara Indra guru sekaligus pemimpin yang luas ilmu pengetahuan. Sesuai makna dari Indra adalah dewa langit yang merupakan mega yang menguasai semua ilmu pengetahuan.

2. Batara Surya (Matahari) yaitu Kepemimpinan berwatak Batara Surya sangat menjunjung kekuasan. Gemar mengumpulkan uang, barang berharga dengan tujuan untuk membangun secara adil dan merata untuk kepentingan banyak rakyat. Uang harus diatur dengan baik dan dipergunakan dengan baik, mengelola uang dilakukan terbuka, jujur. Batara Surya merupakan kepemimpinan yang berwatak suka memberi dengan adil dan merata, uang adalah hal utama untuk memperlancar roda pemerintahan dalam pemenuhan kebutuhan rakyat.

3. Batara Brahma (Pencipta) Brahma adalah Dewa Pencipta yang memiliki empat kepala yang melambangkan kekuasan empat arah. Kepemimpinan Brama memiliki keberanian, wawasan kewilayahan, kekuatan dalam menjaga, mengontrol sangat ketat. wilayah kekuasaan akan dilindungi dari serangan musuh yang akan mengganggu kedaulatan wilayah. Sikap perwira yang tangguh tidak ada rasa takut untuk menyerang dan memusnahkan musuh. Identitas pedang, tombak, bendera, lidah api dominasi warna merah yang melambangkan keberanian. Watak Brama yang mudah terbakar hati jika tidak suka sikap angkuh, tidak puas jika musuh belum ada di bawah kendalinya. Simbol empat kepala merupakan kemampuan empat arah menguasai alam semesta, empat tangan dengan senjata ampuh. Kepemimpinan Brama harus jeli mendengar langkah musuh, sifat awis/ awas. Memiliki delapan telinga ( Asta karna). Di bawah kepemimpinan Brama, prajurit akan taat perintah dan tidak gentar untuk tempur menghadapi musuh.

4. Batara Wisnu (Pemelihara) yaitu Kepemimpinan berwatak pandita, petapa, sangat memelihara keutamaan "Budi" yang utama beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, alam keabadian menjadi ajaran utama dengan laku suci lahir batin. keyakinan segala kejadian adalah ketentuan Tuhan. Dipimpin oleh seorang Pertapa pasti rakyat akan memiliki perilaku budi yang baik dan menjadi hal yang utama, selalu mencari rahasia alam semesta. Ajaran utama adalah bekal untuk pulang ke akhirat. Kekayaan hakiki dalam kuasa pemimpin berwatak batara Wisnu ini. Kehidupan jauh dari gemerlap dunia, nasehat tentang ke ketuhanan, alam keabadian, tujuan hidup, kebenaran itulah yang selalu di gemakan agar rakyat berlaku budi baik. Dewa Wisnu adalah dewa pemelihara, pelindung, keselamatan, bersenjata cakra, berwahana burung garuda, memiliki empat tangan, artinya kepemimpinan yang menjaga kehidupan alam bumi dan semesta.

5. Batara Bayu (Angin) yaitu Kepemimpinan dengan watak tegar, gigih, penuh semangat, kemantapan. Hidung dhempok, mata thelengan, berkumis tebal, berjenggot, bermahkota dewa, hanya batara Bayu yang menggunakan mahkota. Muka berwarna hitam melambangkan kedewasaan, kematangan ilmu. Watak pendiam dan sederhana, keras hati tapi itu prinsip diri untuk menegakan kebenaran, tegas dalam bertindak, pendirian bak gunung besi. batara Bayu pemimpin yang ideal dengan keteguhan hati tidak mudah terhasut, memiliki strategi menilai dengan tanggapan halus tapi penuh penilaian. Mendidik dengan keras untuk menumbuhkan semangat. Watak angin tidak kelihatan tapi dapat dirasakan dan memberi kehidupan, angin jika berhembus ke utara maka akan tegas tak tergoyahkan mengarah ke utara.

6. Batara Baruna (Lautan) yaitu Kepemimpinan Baruna berwatak angglung sanggying wegig yaitu keilmuan, kepandaian yang membentang. Ilmu dibagikan kepada prajurit tanpa pilih kasih, semua merasa takut karena segan. Baruna adalah dewa air, lautan, samudra, dewa kosmik. Begitulah ilmu cinta kasihnya seluas samudra. Kriteria pemimpin yang penting adalah kepandaian, kemampuan mengayomi. Pihak yang memusuhi Baruna dapat segera takluk dan sujud. Baruna adalah pemimpin yang tidak bisa ditandingi. keilmuannya, ilmu yang luas dan siasat yang mulia dan lembut. Meskipun banyak kelebihan tapi tidak sombong diri, memperdalam pengetahuan semua dijalani dengan rendah hati. Bercermin kepada pemimpin Baruna rakyat akan terus meningkatkan kemampuan diri. Baruna memiliki tugas utama menegakan hukum alam yang luas, seluas samudra.

7. Batara Yama (Keadilan) yaitu Kepemimpinan yang tugasnya membersihkan kotoran di muka bumi berupa kejahatan. Para pencuri, durjana, pembohong, pembunuh, semua perbuatan tercela yang mengotori bumi pertiwi harus diberi hukuman. Pelaku kejahatan akan dicari dan diberi pelajaran. Batara Yama akan bijaksana dalam menentukan hukuman. "Jika kamu masih melakukan kesalahan, aku tidak akan mengampuni kamu, pasti kamu akan aku bunuh". Kebijaksanaan dan ampunan di berikan oleh pemimpin yang berjiwa batara Yama, nasehat bijak diucapkan. Kepemimpinan batara Yama adalah bersikap adil, tegas, menegakan hukum. Semua jenis kejahatan kecil, besar di timbang dengan seadil- adilnya. Buruan Batara Yama adalah manusia yang jahat, perusak, yang mengotori bumi ini dengan angkara murka. Upaya memburu sang jahat terus dilakukan, tidak disembunyikan dan ditutupi. Hukum mati ditegakkan jika kesalahan kejahatan itu sudah di ambang batas.

8. Batara Candra (Bulan) yaitu Kepemimpinan batara Candra digambarkan sebagai dewa yang berwatak senang dengan keindahan, pandai menyenangkan hati wanita dan siapa saja, pandai berolah dalam asmara. Ketampanan, kematangan, kegagahan dengan wajah ber- sunggingkan warna emas bercahaya, berjambang, hidung yang lancip dengan rambut yang ngore terurai semakin tampak wibawa dan berkharisma. Candra adalah bulan yang memiliki cahaya sebagai penerang dan indah begitulah seorang pemimpin batara Candra. Ilmu asmaragama yang ahli tentang ilmu bercinta lambang bunga suatu keindahan dan keromantisan. Kepemimpinan yang ideal dengan pesona yang menarik yang selalu mendapatkan empati dari rakyat. Kepiawaian berkata dengan kelembutan dan rasa benih cinta kasih sayang yang besar sehingga rakyat yang dipimpinnya selalu setia, tunduk, patuh kepadanya. Negeri akan tentram dan damai tidak ada permusuhan di kalangan rakyat karena rasa saling kasih sayang yang menjadi rumus utama. Dalam kalbu pemimpin dan rakyat selalu bersemayam rasa cinta bukan sifat hasut, fitnah, iri dengki dan angkara murka.

Pada Tahun 2024 Indonesia sedang dalam proses pesta demokrasi Pemilihan Pemimpin Kepala Daerah Provinsi dan Pemilihan Pemimpin Kepala Daerah Kabupaten/Kota secara serentak untuk memilih pemimpin Gubernur, Bupati/Walikota.

Pemimpin harus mendapatkan mandat dari rakyat. Seorang pemimpin tidak bisa membuat pengakuan sendiri dan muncul dari keinginan sendiri.

Untuk itu rakyat harus jeli dan memahami bagaimana memilih pemimpin yang baik, yang betul - betul dapat mensejahterakan rakyat. Warga masyarakat juga harus paham akan kepemimpinan Asthabrata agar dari delapan watak dan ciri pemimpin dapat dipahami agar tidak salah memilih pemimpin.

Konsep kepemimpinan yang berasal dari negara luar yang pada saat ini ada yang di pakai di pemerintahan negara Indonesia seperti Republik, Politik belum sepenuhnya membawa negeri ini pada tujuan bangsa sesuai dengan UUD 1945.

Konsep kepemimpinan Indonesia yang dipengaruhi oleh konsep dan model kepemimpinan bangsa luar seperti Republik, politik ternyata belum sepenuhnya dapat membuat roda pemerintahan berjalan baik dan rakyat sejahtera.

Model kepemimpinan yang berasal dari kearifan lokal bangsa kita harus menjadi acuan dan konsep menjadi pemimpin dan memilih pemimpin karena konsep Asthabrata merupakan konsep yang bersinergi pada alam semesta, dengan simbol makhluk Ciptaan Tuhan yang disebut batara dan dewa, konsep dan ajaran yang diturunkan oleh leluhur Nusantara yang agung. Nilai - nilai luhur yang berakar dari alam semesta tentunya memiliki energi Ilahiah (Tuhan) yang Maha Cipta dengan kultur dan delapan figur makhluk alam semesta sebagai nilai warisan filsafat yang luhur. Karakter delapan bhatara yang memiliki sifat dan watak yang berbeda - beda tapi kedelapan itu mendukung terbentuknya karakter pemimpin yang ideal untuk memimpin di berbagai kebutuhan baik pemerintah, perusahan dan lembaga.

Ajaran Leluhur tanah Jawa yang dapat menjadi nilai kearifan lokal yang perlu di zaman ini untuk disampaikan adalah "SESTRADI" adalah sari dari pitutur luhur yang merupakan hasil cipta dan olah rasa para leluhur tanah Jawa yang merupakan ajaran olah rasa. Ajaran ini berasal dari sarana nyata yang dapat didengar, dibaca, di lihat bahkan yang dialami sendiri, ajaran ini bisa juga disebut "Ajaran Sastra Jendra". Ilmu Siliwangi yang harus selaras antara ucap, laku, lampah dengan ilmu aji rasa rumasa adalah konsep yang setara dan sejajar terhadap ajaran Sestradi. Ajaran Sestradi memuat 21 butir watak baik yang harus dilaksanakan calon pemimpin, luasnya semua manusia. Ajaran ini terdapat dan dijabarkan dalam Babad Betawi. Butir - butir tersebut adalah: Taqwa, Sabar, Syukur, Tulus ikhlas, Mantap hati, Jujur, Suci batin, Ingat, Sarana, Ikhtiar, Gagah, Bijaksana, Mahir, Benar, Pandai, Kuat, Nalar, Hemat, Waspada, Tekun.

21 butir ini adalah nilai yang harus dimiliki oleh calon pemimpin agar diperoleh kemuliaan sehingga tumbuh dalam diri sejumlah nilai kebaikan yang membentuk kesatuan karakter pemimpin sejati. Masih banyak Naskah-naskah di Nusantara ini yang dapat kita gali dan sampaikan yang memiliki nilai-nilai budi baik dalam hal kepemimpinan. Semoga tulisan ini dapat menjadi motivasi dan renungan oleh para calon pemimpin bahkan pemimpin. Pemimpin yang memiliki nilai budi luhur tanah Nusantara dengan ilmu-ilmu leluhur ini semoga dapat menjadi rumus untuk perubahan besar menuju kedamaian dan keadilan Negeri Indonesia bahkan dunia. Kebangkitan Nusantara akan terjadi jika nilai-nilai budi luhur leluhur di bangkitkan dan di aplikasikan dalam kehidupan. 🅟︎Ambu Rita Laraswati. 

Yayasan Sunda Tigabelas Buhun 
44736ac4-c77d-4921-8d90-6f45814a01a3.jpg
© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.