• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Pemuda Akhir Zaman Audensi ke Komisi IV, Tuntut Pelayanan Baznas Garut Jangan Ada Tebang Pilih

img

Mengabarkan 2.jpg

Pemuda Akhir Zaman yang dipimpin oleh Abah Muda alias Jajang Nurjaman bersama aktivis Islam Garut dalam upaya meningkatkan transparansi dan keadilan, langsung Audiensi dengan BAZNAS Garut di ruang Komisi IV DPRD Garut untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terkait penyaluran bantuan yang dinilai belum merata, dan meminta BAZNAS Garut mengedepankan prinsip keadilan dalam setiap programnya, tanpa membeda-bedakan penerima bantuan, alias jangan tebang pilih.

Kegiatan Audiensi tersebut digelar pada hari Senin, 26 Mei 2025 yang diterima langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Garut, Asep Rahmat, Moch. Romli Wakil Ketua Komisi, Aceng Latif, Mira Lestari dan Putri Tantia. 

7f4364d7-eec9-4db6-90ac-0453a5f55e17.jpg

Abah Muda alias Jajang Nurjaman Ketua Pemuda Akhir Zaman Garut


Dalam orasinya Abah Muda Garut meminta kepada Pengurus BAZNAS Garut untuk meningkatkan pelayanan dan penyaluran penerimaan mustahiq jangan sampai bertele-tele, di tunda-tunda harus ini dan itu, sementara ada juga yang diduga karena orang tersebut adalah orang dekatnya atau titipan seseorang, maka prosesnya sangat cepat dan tidak bertele-tele. “Ingat, ada 8 asnaf yang berhak menerima  zakat, untuk itu perlu adanya transparansi dari pengelola BAZNAS Garut,  karena uang tersebut dari umat islam Garut, diantaranya dari PNS dan PPPK yang informasinya di auto debet langsung oleh pihak Bank," cetusnya.

“Kedepan BAZNAS harus sering menjalin komunikasi dengan berbagai Ormas islam, Pimpinan Pesantren dan Para penggiat sosial dalam penyaluran dana tersebut, uang sebesar 850 juta/bulan itu cukup besar dan bisa di gunakan/diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan dan pertolongan, bukan hanya kepada organisasi kemasyarakatan penyalurannya, tapi harus kepada orang per orang, siapapun warga Garut yang mengajukan permohonan harus dilayani dan dicek benar atau tidaknya orang tersebut layak menerima bantuan, dan kami minta prosesnya tidak terlalu lama sampai berbulan-bulan, cukup 1 minggu kalau memang layak. Yah sudah dibantu saja. Sementara disisi lain di duga banyak yang menerima bantuan dengan proses yang sangat cepat. Ada apa dibalik ini semua,? untuk pihak Komisi IV agar segera menindaklanjuti sampai sejauh mana proses pelayanan, penerimaan, penyaluran dan keuangan dari BAZNAS Kabupaten Garut!" seru Abah Muda.

72d1324c-0b69-4162-898e-9d443da5fba8.jpg

Asep Rahmat, S.Pd Ketua Komisi IV DPRD Garut Anggota DPRD Garut dari Fraksi Gerindra Dapil 2

Sehubungan dengan hal itu, ketika dikonfirmasi kepada Asep Rahmat, S.Pd selaku Ketua Komisi IV DPRD Garut, Ia menyatakan, "Pada dasarnya kami mengucapkan terimakasih kepada Pemuda Akhir Zaman yang telah memberikan informasi seputar pelayanan, penerimaan dan penyaluran oleh BAZNAS Garut kepada siapa saja yang berhak menerimanya, tentunya ini harus ditindaklanjuti dengan meminta keterangan atau konfirmasi kepada Dinas/Instansi terkait tentang mekanisme dari pemotongan langsung/auto debet oleh pihak Bank kepada para PNS dan PPPK.  Demikian pula untuk penyalurannya seperti apa? Apakah sudah sesuai atau belum dengan ketentuan hukum islam.?” jawabny.a

"Semua masukan, baik dari pihak Pemuda Akhir Zaman, maupun jawaban dan penjelasan dari pihak BAZNAS maupun dari Kemenag Garut, ini akan menjadi catatan kami untuk kami komunikasi dengan Dinas/Instansi terkait yang nantinya akan dibuatkan Nota Komisi kepada Pimpinan DPRD Garut," ungkap Asep Rahmat, Anggota DPRD Garut dari Fraksi Gerindra, Dapil 2

Sementara ketika dikonfirmasi kepada Abdullah Efendi selaku Ketua BAZNAS Garut melalui sambungan Selulernya, Ia membalas, "Hasil kesepakatan pleno pimpinan BAZNAS, untuk press release-nya aya dina website BAZNAS, atanapi enjing bisa langsung ka kantor, tepangan Pak Yosep atanapi Pak Karwan, Hapunten!" balasnya. (AS).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.