Merajut Kepedulian di Bulan Suci, PHRI Garut Bukber Sekaligus Santuni Anak Yatim dan Disabilitas

Di tengah khidmatnya suasana Ramadan, semangat kebersamaan dan kemanusiaan menjadi pondasi utama bagi para pelaku industri pariwisata di Kabupaten Garut. Bukan sekadar rutinitas tahunan, momen berbuka puasa kali ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi yang inklusif, di mana keberhasilan usaha berjalan selaras dengan kepedulian terhadap sesama.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut menggelar kegiatan buka puasa bersama ratusan anak yatim dan anak berkebutuhan khusus (disabilitas) di Ballroom Grand Cahaya Vila, Cipanas, Garut, Jawa Barat.
Mengusung tema "Ramadhan Kolaboratif: Silaturahmi, Peduli, dan Bangkit Bersama PHRI", acara ini dirancang sebagai wadah mempererat tali persaudaraan antar-pelaku usaha perhotelan dan restoran, sekaligus menjadi aksi nyata kepedulian sosial melalui penyaluran santunan.

Ketua PHRI Garut, H. Ato Hermanto, menyampaikan bahwa momentum ini adalah titik balik untuk memperkuat sinergi di sektor pariwisata.
"Semangat kita adalah bangkit bersama. Melalui acara ini, selain berbagi kebahagiaan dengan anak yatim, kami ingin mempererat silaturahmi antar-pengusaha. Garut hanya bisa bangkit jika kita mampu berkolaborasi," ujar Ato.
Beliau menekankan bahwa kunci utama kemajuan pariwisata Garut terletak pada kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Kedepannya, kita butuh promosi bersama. Menawarkan hotel dan restoran tidak bisa lagi dilakukan sendiri-sendiri. Kami berharap pemerintah daerah dapat mengakomodasi dan mengintegrasikan kolaborasi ini agar potensi wisata Garut bisa ditawarkan secara lebih luas dan profesional ke luar daerah," jelasnya.
Dalam aksi sosialnya, PHRI Garut menyalurkan santunan yang menyasar ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas. H. Ato merinci bahwa total santunan yang diberikan melampaui target awal sebagai bentuk komitmen nyata organisasi.
"Alhamdulillah, awalnya kita targetkan 250, tapi realisasinya mencapai 280 anak yatim. Kemarin di Cibatu kami santuni 140 anak, dan hari ini di sini 140 anak lagi. Termasuk juga kami memberikan perhatian khusus bagi saudara-saudara kita di pelayanan difabel dan disabilitas. Ini adalah bentuk kepedulian minimal kami untuk memberikan perhatian kepada mereka," ucapnya.
Acara yang berlangsung hangat ini juga dihadiri oleh tamu spesial, yakni Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN, Arif Rachman, yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat setempat karena pernah menjabat sebagai Kapolres Garut pada tahun 2013.
Dengan kegiatan ini, PHRI Garut berharap semangat kemanusiaan dan kolaborasi tetap terjaga, menjadi motor penggerak bagi kemajuan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan di masa depan.(Ajay).
✦ Tanya AI