• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Luarbiasa, Rutilahu di Desa Cimurah Dibangun Jadi Rumah Agreng

img

Mengabarkan.jpg

Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut Jawa Barat benar-benar menakjubkan, karena  dibangun menjadi rumah permanen menjadi rumah yang agreng (bagus), padahal anggaran Stimulus  yang disalurkan pemerintah hanya sebesar 15 juta rupiah dari Dana Desa, dan dari Pemprov  sebesar 20 juta rupiah untuk masing-masing rumah, namun berkat dedikasi Pemerintah Desa Cimurah bersama TPK dan lembaga desa (LPM, RT dan RW)  serta  Masyarakat desa penerima manfaat program Rutilahu yang terlibat langsung dalam proses pembangunan (termasuk dalam hal partisipasi biaya) yang didukung  oleh  swadaya gotong royong dan swadaya partisipasi, alhasil rumah-rumah tidak layak huni di desa tersebut dibangun menjadi rumah permanen yang agreng.

Sebenarnya dengan anggaran stimulus sebesar 15 juta rupiah hingga 20 juta rupiah per Rutilahu untuk membangun rumah permanen dengan ukuran 4x6 m tidak akan cukup. Hal itu diperkuat dengan  perkiraan RAB pembangunan rumah permanen ukuran 4x6 meter pada tahun 2023, seperti untuk biaya bahan material, biaya angkut ke lokasi, dan jasa tenaga kerja ditambah asumsi biaya lain-lain yang tak terduga. Itu totalnya sekitar Rp 55.000.000 - Rp 63.000.000.

1a115a6f-7e26-40bf-923b-a4c6a03b750b.jpg

Ade Yusuf Ketua LPM Desa Cimurah 

Sehubungan dengan hal itu, Mengapa di Desa Cimurah dengan anggaran stimulus yang disalurkan oleh pemerintah desa dari Dana Desa hanya 15 juta rupiah per rumah, dan dari Pemprov hanya 20 juta rupiah per rumah untuk membangun Rutilahu menjadi rumah-rumah yang agreng? Ketua LPM Desa Cimurah, Ade Yusuf menyampaikan, seiring dengan anjuran dari Pemerintah Desa Cimurah, sebelum dilaksanakan Pembangunan Rutilahu, kata Ade, penerima bantuan diundang untuk musyawarah, termasuk dalam hal partisipasi biaya dan penegasan pembangunannya,  jangan sampai tidak beres atau menggantung. 

Ade menjelaskan, untuk ukuran standarnya 4x6 m namun si penerima manfaat ingin ukurannya melebihi ukuran standar, ada yang ukuran 4x7 m, dan ada pula ukuran 6x9 m. Tentunya itu memakan biaya. Namun sebelum pembangunan, kami secara transparansi menyerahkan uang kepada penerima bantuan Rutilahu bersama rengrengan panitia, dan ahli bangunan, bahwa uang stimulus dari pemerintah dari anggaran Dana Desa sebesar 15 juta rupiah, dan 20 juta rupiah anggaran dari Provinsi. Selanjutnya dirinci, diantaranya untuk belanja bahan material, dan jasa tenaga kerja. Setelah itu membicarakan kekurangannya, ketika rumah Rutilahu ingin dibangun permanen.

“Alokasi Pembangunan Rutilahu dari anggaran dana desa untuk tahun 2023, baru 2 Rutilahu yang dibangun,  yaitu Rutilahu milik Rohman di Kampung Kertamanah dan Rutilahu milik Solihat di Kampung Kertasari,” ujar Ade Ketua LPM Desa Cimurah yang dibentuk oleh masyarakat desa untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa.

Ade mengatakan,  pada tahun 2022, sebanyak 30 Rutilahu yang diajukan ke Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, dan di ACC 25 Rutilahu. Kemudian  realisasinya pada tahun 2023, diantaranya  3 rumah  di Kampung Kertamanah, 3 rumah di Kampung Cimurah Hilir, 1 di Cipatat, 3 di Kampung Calincing,  2 di Kampung Seungkeu, 3 di Kampung Sukamulya,  dan 5 di Kampung Kertasari.

Tentunya dengan dibangunnya Rutilahu menjadi Rumah permanen dengan fasilitas yang memadai, seperti ada kamar tidur, dapur, dan kamar mandi, sangat berdampak positif bagi warga yang tinggal di rumah-rumah tersebut. Para penerima manfaat  dari bantuan Rutilahu di Desa Cimurah baik dari sumber anggaran Dana Desa (seperti rumah milik Rohman dan Solihat), dari anggaran provinsi (diantaranya rumah milik Ma Omah dan Jubaedah istri Yanto) serta dari swadaya murni (yakni rumah milik Entis), mereka  setelah dikonfirmasi, sama-sama mengaku sangat menikmati rumah yang lebih sehat dan lebih nyaman.

Berikut ini adalah pengakuan dari para penerima manfaat bantuan pembangunan Rutilahu menjadi rumah yang layak huni di Desa Cimurah.

Jubaedah dan Yanto: Tak Putus Mengucapkan Alhamdulillah 

182ee0a2-1957-4d2d-838a-98513321306a (1).jpg

Jubaedah dan Yanto 

Jubaedah Istri Yanto merupakan salahsatu Penerima bantuan pembangunan Rutilahu atau penerima manfaat anggaran dari Provinsi untuk Pembangunan Rutilahu tahun 2023, saat berbincang-bincang dengan awak media ini, Jubaedah mengaku sejak tahun 1996 menempati rumah panggung yang lama kelamaan tiang-tiang rumahnya sebagian sudah dimakan rayap, dinding biliknya pada lapuk dimakan usia,  dan atapnya pada rusak sehingga ketika musim penghujan datang atapnya pada bocor, akibatnya rumah panggung itu tak nyaman untuk ditempati. 

d4a567a6-d3d4-47b7-ad1a-e0db58e45f00.jpg

Rumah Jubaedah dan Yanto sebelum menerima bantuan Program Pembangunan Rutilahu

a97540fd-0d9d-4607-8bf8-1ab39aa9331e.jpg

Yanto suami Jubaedah

a97540fd-0d9d-4607-8bf8-1ab39aa9331e.jpg

Dengan kondisi rumah sudah tidak layak huni, dalam hati Yanto suami Jubaedah selalu berbisik, “Kapan saya dapat bantuan bedah rumah,” gumannya.

Akhirnya pada pertengahan bulan Juni 2023 atas nama Jubaedah Istri Yanto Alamat Kampung Kertamanah RT 01, RW 09 Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut mendapatkan bantuan pembangunan Rutilahu dari pemerintah. Kini rumahnya  permanen menjadi rumah agreng, lantainya dikeramik, ada kamar tidur, kamar mandi dan dapur. 

0f670bbd-a044-42cd-a669-4c0ec91f1ba6.jpg

Rumah Jubaedah dan Yanto jadi agreng berkat Program Pembangunan Rutilahu

Sehubungan dengan rumah yang telah permanen menjadi rumah agreng, Yanto suami Jubaedah mengaku, “Hati saya ketika mau masuk rumah dan di dalam rumah, saya selalu mengucapkan, “Alhamdulillah ini berkat jasa pak Lurah, bersama LPM, Ketua RT, RW dan bantuan tetangga,” ucapnya dengan ekspresi wajahnya terlihat sumringah.

Nenek Omah: Haturnuhun Ema Tos Ditulungan

ff74d5f3-87a1-47ce-b472-769ef2471116.jpg

Nenek Omah di dalam rumah Program Pembangunan Rutilahu

Nenek Omah (84 tahun) yang jalannya sudah membungkuk, ia mengaku, sebelum rumahnya dibangun menjadi Rumah Agreng. Nenek ini mengaku menempati rumah panggung yang akan runtuh, dan atapnya pada bocor. Selanjutnya Nenek Omah itu meminta bantuan kepada RT dan RW untuk menyampaikan harapannya kepada Kepala Desa agar rumahnya diperbaiki. 

Akhirnya pada pertengahan tahun 2023 atas nama Nenek Omah, alamat Kampung Kertamanah RT 01, RW 09 Desa Cimurah Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut mendapatkan Program Pembangunan Rutilahu dari Pemprov Jabar. 

Sewaktu berlangsungnya pembangunan rumah miliknya, Nenek Omah pun sebagai  Masyarakat desa penerima manfaat Program Rutilahu, Ia sangat senang dan mengaku tidak tinggal diam terlibat langsung dalam proses pembangunannya (termasuk dalam hal partisipasi biaya) supaya rumahnya menjadi permanen.

d9e797f0-e2ad-4c07-bcc3-51a33d32539f.jpg

Kini rumah Nenek Omah yang tadinya akan runtuh, dan atapnya pada bocor menjadi rumah agreng, lantai rumahnya dikeramik, ada kamar tidur, dapur, dan kamar mandi, sehingga nyaman untuk ditempati.

Untuk itu Nenek Omah mengucapkan terimakasih kepada pemerintah, “ Haturnuhun, Ema tos ditulungan ku Pamarentah (Terimakasih Ema sudah ditolong oleh pemerintah), kalau mengandalkan saudara, kan banyak  keperluannya,” ungkap Nenek Omah. 

Rohman: Kalau tidak ada Bantuan Sareatna Melalui Pak Lurah, Entah Kapan Rumah saya Menjadi Permanen

165f8869-4a43-48a6-aee0-4130e9eeea7e.jpg

Rohman dan Asih

Sebagaimana perkiraan RAB pembangunan rumah permanen ukuran 4x6 meter pada tahun 2023, seperti untuk biaya bahan material, biaya angkut ke lokasi, dan jasa tenaga kerja ditambah asumsi biaya lain-lain yang tak terduga, itu totalnya sekitar Rp 55.000.000 - Rp 63.000.000. Maka ketika Rohmansah menerima bantuan Program Pembangunan Rutilahu dengan ukuran 4x6 m, Ia mengaku dengan adanya stimulus dari pemerintah yang tidak akan cukup membangun rumahnya, maka kesadarannya bangkit  untuk terlibat langsung dalam hal partisipasi biaya agar rumahnya permanen jadi layak huni.

Alhamdulillah, ucap Rohman, “Kini rumah saya yang asalnya balong saat (hanya sebatas pondasi dengan dinding bilik bambu), setelah mendapat bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Desa Cimurah, Rumah saya menjadi permanen,” kata Rohman sebagai penerima manfaat dari Kampung Kertamanah RT 02, RW 09 Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan.

“Terimakasih, Pak Lurah. Karena bantuan pemerintah rumah saya menjadi permanen, Kalau tidak ada bantuan sareatna melalui Pak Lurah. Entah Kapan Rumah saya dibangun, menjadi permanen,” ucap Rohman yang berulang kali mengucapkan Alhamdulillah. 

Entis:  Alhamdulillah dengan Anggaran 4 Juta Rupiah Jadi Rumah Permanen

f6057f37-f59c-43e2-8fd4-f7db0ed6c392.jpg

Entis

Begitu luar biasa, Swadaya Murni untuk membangun Rutilahu milik Entis yang digerakan oleh Uep Ketua RW O9 Kampung Kertamanah yang selalu berkoordinasi dengan Kepala Desa Cimurah, alhasil rumah Rutilahu milik Entis dibangun menjadi rumah gedung yang permanen.

Seiring dengan hal itu, Entis menuturkan, “Awalnya saya punya uang pribadi senilai 4 juta rupiah, namun dalam hati saya berbicara, apakah mungkin uang 4 juta rupiah cukup untuk membangun rumah. Apalagi ingin membangun rumah gedung yang permanen,” gumannya. 

Selanjutnya Entis konsultasi dengan Uep Ketua RW 09 Kampung Kertamanah. “Alhamdulillah, Pak RW siap untuk membantu keinginan saya memiliki rumah yang layak huni,” ungkapnya.

Kata Entis, "Asalnya rumah saya itu konstruksi bangunannya adalah rumah panggung yang kondisi bangunannya memprihatinkan," akunya. 

Sewaktu berlangsungnya pembangunan rumah Entis  berukuran 3x4 m pada tahun 2021, masyarakat khususnya warga kampung Kertamanah, dan umumnya masyarakat tetangga kampung di wilayah Desa Cimurah tidak tinggal diam, ada yang menyumbang material bangunan berupa bata, pasir dan semen, dan ada pula yang berpartisipasi dengan sumbangsih berupa tenaga, termasuk Kades Cimurah langsung turun tangan untuk mewujudkan keinginan Entis yang hidupnya sebatang kara, namun igin memiliki rumah layak huni menjadi permanen.

Kini Rumah Entis yang beralamat di Kampung Kertamanah RW 09, Desa Cimurah sudah dibangun menjadi rumah permanen dengan anggaran Swadaya Murni. 

Di akhir obrolan dengan Awak Media, pada Sabtu 09 Agustus 2025, Entis menyampaikan rasa terima kasih, selain  kepada Kades Cimurah, Ketua RW, RT, dan LPM, dan kesegenap masyarakat khususnya warga Kampung Kertamanah, umumnya kepada masyarakat se-desa Cimurah yang telah membantunya membangun rumahnya menjadi rumah gedung. “Harurnuhun  ka Pak Lurah, Ketua RW sareng RT, oge ka sadayana masyarakat khususnya warga Kampung Kertamanah, umumna kasadayana masyarakat Desa Cimurah nu atos ngabantos ngabangun rumah abdi janteun rumah gedong,” ungkap  Entis. (DM). 

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.