Luar Biasa! Aksi Unjuk Rasa di Garut Kondusif, Forkopimda Tampung Aspirasi Duduk Bersila di Tengah Lapangan Setda Garut

Aksi unjuk rasa yang bertajuk Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Garut Menggugat di depan Gedung DPRD Kabupaten Garut pada Selasa (02/09/2025) berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Suasana pun terlihat semakin cair ketika Kapolres Garut bersama Forkopimda memilih duduk bersila di tengah lapangan Setda Garut, untuk menampung aspirasi para pengunjuk rasa.
Nampak ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Garut bersama masyarakat menyuarakan aspirasi tanpa adanya tindakan anarkis.
Dalam Aksi Unjuk Rasa tersebut, mereka mengajukan 6 tuntutan, yaitu
1. Batalkan kenaikan pajak yang mencekik rakyat
2. Gelapkan tunjangan Anggota DPR yang tidak pantas dan alihkan untuk rakyat
3. Sahkan segera UU tentang Perampasan Aset dan Sita Harta Koruptor
4. Pecat dan Adili wakil rakyat yang menghina rakyatnya
5. Reformasi Total POLRI serta Harus berpihak kepada rakyat kecil
6. Bebaskan tanpa syarat semua tahanan politik.
Dalam aksi tersebut, Bupati Garut, Wakil Bupati Garut, Kapolres Garut, Dandim 0611 Garut, Kejari Garut, hingga Ketua DPRD Garut hadir langsung menemui massa. Kehadiran para pejabat ini menjadi bukti keterbukaan pemerintah daerah dalam mendengarkan aspirasi warganya.
Suasana semakin cair ketika Kapolres Garut bersama Forkopimda memilih duduk bersila di tengah lapangan Setda Garut, bergabung dengan mahasiswa dan masyarakat untuk berdialog secara langsung dan terbuka.
Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa serta masyarakat yang telah menyampaikan pendapat dengan damai.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa dan seluruh masyarakat Garut yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Ini adalah wujud kedewasaan berdemokrasi yang patut kita jaga bersama,” puji Kapolres Garut.
Kapolres juga menegaskan, bahwa kepolisian bersama Forkopimda akan terus membuka ruang dialog, agar setiap aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik dan situasi Kamtibmas di Kabupaten Garut tetap kondusif.
Namun sangat disayangkan pada saat Bupati Garut Syakur Amin membacakan Teks Pancasila, pada sila ke-4, salah dalam menyebut Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah menjadi "Penghayatan yang dipimpin oleh hikmah" sehingga mendapatkan cemoohan dari peserta unjuk rasa, tetapi dengan cepat Bupati bilang mohon maaf dan membaca ulang sila ke 4 dan ke 5 secara benar. Kemudian Aksi Unjuk Rasa dilanjutkan secara damai, aman, nyaman dan kondusif. (AS).
✦ Tanya AI