• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Kades Sindangratu Galakan Budidaya Ikan Nila Bioflok dan Bawang Daun Harumadu

img

Mengabarkan 1.jpg

Pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Sindangratu melalui penggalian potensi budidaya ikan nila dengan teknik bioflok dan bawang daun Harumadu, begitu luar biasa. Budidaya itu bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam program stunting, dan peningkatan Pendapatan Asli Desa Sukaratu (PADes Sukaratu) Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Adapun tujuan pemberdayaan ikan nila dan bawang daun Harumadu tersebut, kata Yuyu Sunia Kades Sindangratu, selain untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga di masyarakat dan selebihnya buat Pendapatan Asli Desa Sukaratu (PADes Sukaratu), juga buat mendukung Program Stunting.

IMG20240702121745_00.jpg

Yuyu Sunia Kades Sindangratu, Kecamatan Wanaraja.

“Pemeliharaan ikan nila tersebut dikelola oleh para kader Posyandu Sampai saat ini sudah berjalan selama satu bulan, dengan jumlah kolamnya sebanyak 17 kolam yang tersebar di setiap RW,” ujar Yuyu Sunia Kades Sindangratu di ruang kerjanya, pada Selasa (02/07/2024).

Masing-masing kolam, sambungnya, ditebarkan ikan nila sebanyak 200 ekor nila sejenis gift. Pemasarannya bekerjasama dengan Perhimpunan Peternak Ikan Garut (PPIG)

Alhamdulillah, ucap Yuyu, Respon masyarakat begitu baik terhadap budidaya ikan nila dengan teknik bioflok, karena ibu-ibu kader ada kegiatan, dan apabila sudah panen ada pemasukan buat para kader, untuk mendukung PMT, dan ada pemasukan buat PADes-nya.

IMG_20240703_115826.jpg

Budidaya Ikan Nila dengan teknik Bioflok.

Diperkirakan, kata Yuyu, ketika panen per kolam terpal dengan teknik bioflok, per kolam terpal akan menghasilkan 40 kg. Kalau 40 kg dikali 17 kolam, sama dengan 680 kg, atau 6 kwintal 80 kg. Jika dikali harga 30 ribu per kilogramnya, berarti totalnya Rp 20.400.000 (dua puluh juta empat ratus ribu rupiah) per satu kali panen. “Jadi hasil dari budidaya ikan nila dengan teknik bioflok tersebut, per satu kali panen dari 17 kolam terpal, akan menghasilkan 20.400.000 rupiah,” ungkap Yuyu.

Diketahui dari berbagai sumber, budidaya Ikan nila yang dikembangkan dengan teknik bioflok, ternyata hasil ikannya cepat besar, dan masa panennya hanya membutuhkan waktu 2-4 bulan.

“Pemberdayaan ikan nila itu untuk menunjang Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam program stunting,” imbuh Yuyu Sunia

Kebetulan di Desa Sindangratu, tuturnya, angka stunting-nya cukup banyak. Pada tahun 2022 angka syuting-nya mencapai 250 orang, Alhamdulillah berkat kerja sama dengan para kader dengan pemerintahan Desa Sindangratu melalui program PMT, pada tahun 2024 ini, angka stunting-nya menurun menjadi 56 orang.

“Di samping pemberdayaan ikan nila, Pemerintahan Desa Sindangratu untuk kegiatan ibu-ibu yang bergabung dalam kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT), terus menindaklanjuti program Harumadu, dengan membidik penanaman bawang daun. Karena budidaya bawang daun tidak rumit untuk pemeliharaannya,” ungkap Kades Sindangratu yang akrab disapa Yuyu.

Di penghujung pembicaraannya, Yuyu Sunia Kades Sindangratu menyampaikan harapannya kepada masyarakat agar memelihara tanaman Halaman Rumah Bermanfaat Terpadu, atau Harumadu, maupun bibit ikan yang telah disalurkan Pemdes SIndangratu, supaya membuahkan hasil demi peningkatan ketahanan pangan keluarga di wilayah Desa Sindang Ratu. (DM).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.