BUMDes dan Koperasi Ibarat Sepasang Sepatu yang Berjalan Beriringan

Selasa 30 September 2025, Kepala Desa Sukamulya, Uus Kustiwa, S.E., menyampaikan sambutan pada acara Launching Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025, Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok dan Jamur. Ketahanan pangan itu diembankan kepada dua lembaga ekonomi, yaitu Koperasi dan BUMDes. Menurutnya, BUMDes dan koperasi ibarat sepasang sepatu yang akan dijual dengan harga mahal. Dengan cara dan ritme yang sesuai, keduanya tidak saling iri, melainkan beriringan bersama.
Sebelum Kepala Desa Sukamulya memberikan sambutan dengan memaparkan pokok pembicaraannya, terlebih dahulu sebagai Prakata sambutannya, Ia menyampaikan terima kasih kepada Pendamping Desa, Para Ketua LKD (RT, RW, Karang Taruna, PKK, LPM. dan BPD), Ketua Koperasi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, Stakeholder Bioflok dan Jamur, serta kepada Awak Media yang sengaja diundangnya. Ia sangat menyadarinya, bahwa Empat unsur kekuatan yang kita bangun itu untuk mewujudkan masyarakat atau desa yang berkesinambungan, salahsatunya ada di Media. Keberadaan Media itu setelah Unsur Akademisi, Masyarakat, dan Pemerintahan. Media sebagai penunjang (bagaimana menciptakan desa yang kita inginkan).
Setelah itu barulah Kades Sukamulya mengatakan, “Sebagaimana kita dengar dari Direktur BUMDes, bahwa cita-cita kita ini, memang menciptakan dua sayap ekonomi yang kita banggakan, yaitu Koperasi dan BUMDes sesuai dengan harapan, sehingga saya wanti-wanti dari awal. Ini kita sedang berjuang untuk mewujudkan cita-cita luhur. Jadi di Mindset-nya itu kita bangun jangan dulu profitnya, atau untungnya, tapi pekerjaannya dulu. Karena tantangan besar kita itu, Bagaimana kita meyakinkan kepada masyarakat? Bagaimana kita menaikan PADes? Itu kita dituntut oleh masyarakat, bagaimana PADes Sukamulya bisa naik. Jangan sampai PADes Sukamulya dari tahun ke tahun tetap saja," ungkap Uus.
Alhamdulillah, ujarnya, tahun ini ada gagasan dari Presiden kita mengenai Koperasi sekaligus ada pelimpahan 20 persen dari Program Ketahanan Pangan, sehingga motivasi kita, semangat kita makin kuat, tinggal diwujudkan, atau diinterpretasikan dengan suatu keinginan yang kuat juga, terutama dari keinginan pengurusnya serta didukung stakeholder yang ada di kita. Makanya hari ini kita undang tokoh-tokoh masyarakat.
Foto bersama setelah acara Launching Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025Mudah-mudahan saja, ucap Uus, momentum ini memberikan semangat, dan motivasi sekaligus mengawasi. Karena sebuah organisasi tanpa adanya pengawasan yang ketat dan instan dari kita, kadang kala kita lupa. “Nah, supaya kita jangan lupa, kita pantau supaya tidak salah arah,” serunya.
Menurutnya, jika kita ingin sukses memajukan generasi masa depan, maka generasi kita ke depan bisa menjadi generasi yang kita harapkan, yakni generasi yang makmur. “Itu harapan saya,” ungkap Uus.
Yang tak kalah pentingnya, imbuh Uus, “Kenapa saya selalu memberikan motivasi kepada dua lembaga ini, yaitu BUMDes dan Koperasi. Dua lembaga itu saya ibaratkan sepasang sepatu dengan harga mahal. Meskipun semahal-mahalnya harga sepatu, kalau cuma hanya sepatu kiri saja, itu tidak akan ada yang melirik. Jadi Mahal dan berharganya sepatu itu kalau sepatu kiri dan kanan beriringan berjalan, tapi dalam ritme yang sesuai, tidak saling iri, ketika melangkah yang satu ke depan yang satu ke belakang. Makanya BUMDes dan Koperasi saya ibaratkan sepasang sepatu yang akan dijual harganya mahal dengan cara beriringan bersama," cetusnya.
Di samping hal itu, Kades Sukamulya mengatakan, “Bagaimana tujuan kita agar Desa Sukamulya ini menjadi Desa yang Mandiri sesuai dengan visi misi saya sebagai kepala desa, sehingga 8 tahun ke depan, atau tahun 2031, kita sudah menjadi masyarakat mandiri yang memiliki semangat untuk maju," ungkapnya.
Di penghujung sambutannya, Uus berkata, “Bagi saya, tidak ada rumus untuk menjadi manusia pintar atau superman. Namun, yang penting adalah kita perlu bekerja sama.” (DM).
✦ Tanya AI