Berbondong-bondong Warga Cigadog Bangun Jalan Kabupaten yang Rusak Parah dengan Swadaya Gotong royong

Himbauan dan ajakan Panitia Penggalangan Dana Perbaikan membangun jalan kabupaten sebagai Jalan Utama Masuk Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut dan Dan Desa Parentas Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya yang nyaris sudah 20 tahun jalan tersebut rusak parah dan belum tersentuh pembangunan oleh Pemkab Kabupaten Garut, ternyata disambut antusias warga, khususnya warga Desa Cigadog. Realita itu terlihat Pada Minggu 5 Januari 2025 mulai pukul 07.00 WIB, masyarakat Desa Cigadog sangat kompak dan antusias melakukan kerja bakti memperbaiki Jalan Kabupaten menuju desa tersebut dengan mengecor jalan kabupaten yang sangat rusak parah berlubang rawan kecelakaan.
Jalan kabupaten yang rusak parah menuju wilayah Desa Cigadog dan Desa Parentas Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya berlokasi di Desa Sukalaksana dan Sukaratu Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut.
Terpantau dalam perbaikan jalan kabupaten itu hadir sejumlah masyarakat dan tokoh masyarakat Desa Cigadog serta lembaga BPD Karang Taruna, Kadus, para Ketua RT-RW dan Koramil 1103 Sucinaraja (Agus Babinsa Desa Cigadog) turut serta hadir.

Berkaitan dengan gotong royong warga Desa Cigadog untuk memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah rawan kecelakaan, Anggota BPD Cigadog, Yudi Sudrajat mengatakan, sehubungan dengan kurangnya perhatian dari pemerintah, hampir 20 tahun, jalan kabupaten ini terbengkalai. Setidaknya masyarakat memberikan aspirasi membantu memperbaiki jalan, dengan fokus pembangunannya supaya tidak ada kecelakaan.
“Untuk itu mohon kepada pihak-pihak terkait untuk selanjutnya segera dibangun agar masyarakat nyaman dan tentram dalam perjalanan melintas jalan tersebut,” ujar Yudi
Selain itu, kata Yudi, ketika pemerintah tidak memberikan aspirasi pembangunan, mungkin kedepannya seluruh masyarakat akan lebih besar lagi memberikan sumbangsihnya, demi keamanan dan kenyamanan warga melakukan aktivitas melalui jalan kabupaten yang rusak memprihatinkan.
“Sebenarnya sebagai pemimpin ataupun ada yang merasa malu dengan kerja bakti masyarakat, sebenarnya tidak ada. Walaupun ada, itu hanya kesalahpahaman, karena ini kan hanya wilayah, sedangkan pemerintah setempat yang seharusnya membangun, sepertinya belum ada kebijakan dari warga-nya karena jalan ini kan statusnya jalan kabupaten, sehingga kemarin juga ada Musdes, tapi mungkin belum ada aspirasi membangun jalan ini. Sedangkan jalan kabupaten ini jalan utama untuk aktivitas masyarakat menuju Desa Cigadog,” hematnya.
“Bagi kami yang penting jalan kabupaten itu yang rawan kecelakaan karena jalannya rusak parah diperbaiki, bukan merasa malu dan tidak usah malu! Justru seharusnya memberikan dorongan. Jangan malu! Itu yang penting!” ungkapnya.
“Dengan dibangunnya jalan ini, melalui kerja bakti swadaya masyarakat, sebenarnya tidak ada larangan. Justru kami mengharapkan ada dorongan dari Desa Cigadog,” imbuhnya.
Alhamdulillah, ucapnya, semuanya yang kerja bakti memperbaiki jalan kabupaten yang berlokasi di wilayah Desa Sukalaksana dan Desa Sukaratu, yang saya ketahui adalah Warga masyarakat Desa Cigadog yang saya ketahui Desa Cigadog warga tidak ada dari desa-desa yang lain.
“Kami ucapkan terima kasih dengan antusias warga Desa Cigadog, yang telah bergotong royong untuk mengecor sebagian jalan yang rusak dengan menerapkan bahan-bahan berupa 40 sak semen, 4 mobil pasir, dan batu split,” tutur Yudi.
Menurut Yudi, setidaknya kalau tidak ada dorongan dari pihak pemerintah terkait, demi memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah rawan kecelakaan supaya layak dilalui, mungkin kami mencari bagaimana caranya, selain dari orang-orang masyarakat Desa Cigadog, juga orang-orang luar yang merasa ingin mendonasikan, silahkan!
“Kami merasa bersyukur, dana swadaya masyarakat yang sudah terkumpul di ketua panitia sekitaran 13 juta rupiah rupiah. Dan 10 juta yang sudah tercatat di bendahara, belum di RT dan RW yang belum menyetorkan,” ungkapnya.
Kata Yudi, “Perlu diketahui, kerja bakti pengecoran jalan hari ini bukan hasil dari donasi dari masyarakat yang terkumpul di Panitia, tapi ini murni ada sisa swadaya kemari, 4 juta ditambah lagi ada donatur-donatur dari bandar-bandar,” jelasnya.
Menurut Yudi, kenapa kerja bakti jalan ini warga begitu antusias? Karena jalan kabupaten yang rusak parah ingin layak seperti jalan yang lainnya. Apalagi Potensi jalan ini sangat membantu ekonomi bukan hanya Desa Cigadog saja, se-Indonesia mungkin membutuhkan, karena setiap hari kurang lebih 10 mobil truk narik sayuran dari Desa Parentas Kabupaten Tasik dan Desa Cigadog Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut.
Anggota BPD Cigadog itu mengatakan, perlu kita ketahui yang melintas jalur jalan ini, satu mobil dengan beban 5 ton, kalau 10 mobil berarti 50 ton sehari sayuran yang diangkut dari Desa Parentas Kabupaten Tasik dan Desa Cigadog Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut, makanya ini harus diperhatikan oleh pemerintah.
Yudi membandingkan, ketika di suatu wilayah ada Potensi objek wisata, pasti yang diperhatikan oleh pemerintah menjadi nomor satu, biasanya aspek jalan yang diperbaiki. Soalnya ada potensi wisatanya. Sedangkan Desa Cigadog dan Desa Parentas yang termasuk Kabupaten Tasik itu justru potensi ekonominya sangat tinggi.
“Coba hitung satu truk 5 ton kalau 10 truk berarti 50 ton, itu potensi. Apalagi Pas mengangkut cabe, harga cabe sekarang hampir puluhan ribu harganya, belum dari sayuran yang lain berapa nilai per harinya uang bergulir masuk ke Desa Cigadog dan Desa Parentas,” ungkapnya.
Mari kita saling membantu membangun jalan ini, soalnya bukan hanya manfaat buat Desa Cigadog saja jalan Kabupaten ini, mungkin sampai bermanfaat ke tingkat kabupaten, provinsi juga sampai ke pusat, karena setiap hari hasil sayuran dari Desa Cigadog dan Desa Parentas di kirimkan ke Pasar Induk Jakarta, Cibitung, ke Tasikmalaya dan ke pasar Garut, pasar Tangerang dan ke Jawa, juga dari pasar kecil sampai ke pasar induk.
Mohon diperhatikan jalan kabupaten ini, jalan ini bukan hanya untuk lalu lintas saja, tapi kepentingan ekonomi juga yang sangat menunjang jadi supaya harga sayuran tidak terlalu rendah karena jalan yang rusak parah.
Maka dari itu, Mari kita saling membantu ketika ada dorongan dari warga menyadarkan warga bergotong royong, itu tidak mudah. Karena tidak setiap warga masyarakat yang sadar seperti Desa Cigadog dan Desa Parentas mau membangun dengan beraneka ragam upaya tenaga pikiran dan materi, itu tidak mudah.
“Tolong sangat tolong kepada pemerintah terkait seperti desa desa kecamatan kabupaten sampai tingkat provinsi, tolong saling membantu, saling menghargai karena tujuan sama adalah membangun Indonesia, bukan membangun kepentingan golongan sepihak, tapi harus sampai ke desa-desa bukan hanya membangun di wilayah-wilayah tertentu saja,” imbaunya. (IM).
✦ Tanya AI