Bahar Berteriak: Lihatlah Wakil Bupati Garut dan Gubernur, Hotmix Jalan Induk Desa Talagasari, Baru 2 Hari Muruluk

Baru saja dua hari Realisasi Kegiatan Hotmix Jalan Induk sejauh 400 m dari alokasi anggaran Dana Desa sebesar 159 juta rupiah di Lokasi Guranteng - Pasir Hamerang yang dilaksanakan oleh TPK Desa Desa Talagasari, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut selesai dibangun, ternyata malah memicu kekecewaan warga desa tersebut, diantaranya Kang Bahar sebagai penerima manfaat karena campuran pecahan-pecahan batu, pasir dan aspal malah muruluk (buyar) bukan menciptakan lapisan permukaan jalan yang kuat dan tahan lama. Untuk itu Bahar berteriak agar Bu Putri Wakil Bupati Garut dan kepada Gubernur untuk langsung meninjau ke lokasi.
Terpangpang jelas pada Papan Informasi Desa yang menempel di pohon pinus kegiatan Desa Talagasari Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut dengan nama kegiatannya adalah Realisasi Kegiatan Hotmix Jalan Induk, Lokasi Guranteng - Pasir Hamerang. dengan Volumenya, yaitu panjang 400 m, lebar 2,5 m dan Tinggi/ketebalan 0,03 m Sumber Dana dari Dana Desa, Nilai Pekerjaannya sebesar 159 juta rupiah yang dilaksanakan oleh TPK. Sayangnya, Aspal Hotmix-nya sepertinya kualitas aspal yang rendah, sehingga aspal hotmix yang dihasilkan kurang kuat atau buyar.
Sehubungan dengan Realisasi Kegiatan Hotmix Jalan Induk yang diduga menggunakan kualitas aspal yang rendah, “Saya Kang Bahar asli warga Desa Talagasari Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut, sangat kecewa melihat kualitas pembangunan Hotmix Jalan Induk yang berlokasi di Guranteng - Pasir Hamerang, seperti ini. Jelas ini sangat merugikan masyarakat,” seru Kang Bahar.
Kang Bahar
Menurut Bahar, selama lima tahun, memang ada kegiatan pembangunan jalan. Cuma panjangnya paling kisaran 90 m atau 100 m. Namun hasil kualitas pembangunannya seperti alakadarnya, soalnya baru lima bulan jalan dipakai sudah pada rusak.
“Ada apa ini di desa Saya?” kata Bahar, “Kepada Siapa ini kami harus mengadu? Ibu Putri Wakil Bupati, Gubernur. Coba lihat! Nyaris sepanjang jalan pecahan-pecahan batu, pasir yang dicampur aspal malah buyar,” serunya.
Bahar mengatakan, pembangunan Hotmix Jalan Induk yang berlokasi di Guranteng - Pasir Hamerang dengan panjangnya 400 m memang baru kali ini. Sayangnya aspal hotmix yang digunakan untuk pembangunan jalan induk sepertinya Aspal hotmix yang digunakan itu kualitasnya rendah: Hal ini terbukti campuran antara batu pecah, pasir dan aspal tidak kuat malah buyar, sehingga ketika di sapu sama sebilah bambu saja, pecahan-pecahan batu itu menjadi berserakan.
“Saya sebagai masyarakat ingin sekali menikmati jalan-jalan yang bagus dan kuat sesuai dengan harapan kami, sesuai dengan pajak yang kami keluarkan per tahunnya,” ungkapnya.
“Untuk itu kami sebagai masyarakat di pelosok desa, ingin sekali ada dari pemerintah kabupaten datang ke desa kami untuk memeriksa keadaan hasil pembangunan jalan di desa kami yang sangat butut ini,” himbaunya dengan penuh harapan. (IM).
✦ Tanya AI