• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

ASAS RANDA KASIH Bikin Nyaman Masyarakat Kampung Loa

img

dcac4600-2cfd-46c1-b1ea-bae994ed1b6d.jpg

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Cigadog yang familiar disapa Nandang Koim, kinerjanya begitu menakjubkan. Beliau benar-benar terpanggil jiwa raganya tanpa pamrih untuk mengabdikan dirinya dengan setulus hati demi segenap warga masyarakat Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut. Salahsatu realitanya adalah menginisiasi solusi pemberdayaan air bersih untuk kebutuhan masyarakat terutama di Kampung Loa RT.03, RW.04, Dusun 02 Desa Cigadog dengan mencetuskan gagasan reservoir ASAS RANDA KASIH supaya masyarakat aman dan nyaman menikmati air anugerah dari Allah SWT.

Memang sosok tokoh masyarakat bernama Nandang Koim benar-benar begitu luar biasa. Sebelum diangkat menjadi TPK Desa Cigadog yang definitif pada bulan kemarin, Juni 2024, jauh-jauh hari pada tahun 1984, ketika jalan menuju Kampung Cigadog masih berupa jalan setapak, demi pengabdiannya kepada masyarakat, ia sempat memperjuangkan bikin jembatan konstruksi kayu sebagai sarana melintasi sungai Cisangkan. Jembatan itu masuknya ke Desa Sukaratu, namun dilewati masyarakat Desa Cigadog dan Sukalaksana tembus ke Desa Parentas Kabupaten Tasikmalaya.

Selain itu, baru beberapa bulan, Nandang Koim menginisiasi pemberdayaan air, soalnya di Kampung Cigadog, setelah diperhatikan, ujar Nandang Koim, banyak masalah dengan pembagian air ke setiap rumah. Padahal air itu dari mata air Gunung Cieweranda yang debitnya adalah 8 liter/detik.

ASAS RANDA KASIH Bikin Nyaman Masyarakat Kampung Loa Nandang Koim Ketua TPK Desa Cigadog yang baru definitif.

Sebenarnya, kata Nandang, dulu sudah ada bantuan Program Pamsimas, tapi program tersebut tidak jalan. Padahal Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) merupakan salahsatu program andalan nasional.

“Sehubungan dengan hal itu, Saya punya semboyan, Air adalah Kahuripan Kahirupan Desa Cigadog (Red: Air adalah Kemakmuran Kehidupan Desa Cigadog). Apabila air itu dikelola dengan benar, bakal jadi Hurip Kahirupan Desa Cigadog (Red: Bakal jadi Makmur Kehidupan Desa Cigadog).

Nandang menuturkan, Waktu tahun 1982 tatkala Gunung Galunggung meletus, potensi air untuk Desa Cigadog sangat besar diambil dari Gunung Cieweranda, debitnya 8 liter/detik. Awalnya potensi air yang besar dari gunung tersebut untuk umum. Sekarang disalurkan ke rumah masing-masing. Tapi saat itu konsepnya, bersama-sama cari air, bersama-sama buang air, bersama-sama berebut air, bersama-sama susah air. Itu malah sering muncul permasalahan. “Untuk itu saya memiliki gagasan, konsep itu harus diubah melalui sistem,” hemat Nandang Koim yang memiliki inovasi dengan semboyan Air Kahuripan Kahirupan Desa Cigadog.

Menurut Nandang yang lahir tahun 1962, solusinya untuk mengatasi permasalah air, tiada lain dengan merubah sistem menggunakan Water Meter (Meteran Air) yakni suatu alat yang digunakan untuk mengukur aliran air, dan menghitung jumlah aliran air yang digunakan oleh si pemakai air. Tapi per kubiknya jangan membebani masyarakat.

“Akhirnya baru beberapa bulan saya membuat percontohan di Kampung Loa RT.03, .RW.04, Dusun 02 Desa Cigadog dengan mengumpulkan masyarakat sebanyak 30 orang untuk mengelola air supaya jadi Hurip Kahirupan Desa Cigadog,” kata Nandang Koim.

ASAS RANDA KASIH Bikin Nyaman Masyarakat Kampung Loa Reservoir atau Bak yang digagas oleh Nandang Koim.

“Awalnya dengan modal swadaya masyarakat sebesar 32 juta rupiah dari warga yang berjumlah 30 orang itu. Selanjutnya saya membikin Bak Air ukuran 2m x 80cm dan kedalamannya 2,5 m, untuk menyalurkan air dengan pipa ukuran 4 inc. Kemudian kami bikin 3 jalur pipanisasi, lantas disalurkan ke masing-masing rumah,” tuturnya.

Pada bulan Januari 2023 kami buka percobaannya selama 2 Minggu. Alhamdulillah berjalan lancar, selanjutnya ditambah lagi percobaannya selama 1 bulan, hasilnya normal sekali, air mengalir berjalan lancar kepada masyarakat.

Setelah pengelolaan air sudah dirasakan oleh masyarakat, kemudian ke-30 orang warga yang telah dipasang Water Meter (Meteran Air) kita kumpulkan untuk memusyawarahkan, berapa iuran per kubik bagi para pengguna air, untuk memelihara saluran air, dan insentif para petugas pengelola air, dengan tujuannya agar aliran air berjalan normal tidak ada kendala dalam hal pengelolaannya. Alhasil disepakati per kubiknya 1500 rupiah, dan berikutnya diturunkan menjadi 1000 rupiah per kubiknya.

Alhamdulillah, ucapnya, yang awalnya 30 orang sebagai pengguna air, kini bertambah menjadi 48 orang. Bahkan SDN 1 Cigadog pun dipasok airnya dari sistem yang dikelola oleh Nandang Koim dengan Reservoirnya, atau Baknya diberi nama ASAS RANDA KASIH.

“ASAS RANDA KASIH itu memiliki makna, yaitu ASAS kepanjangan dari A=Air S=Sehat A=Aman S=Sejahtera; Sedangkan kata RANDA KASIH diambil dari nama sumber mata air. Jadi ASAS RANDA KASIH adalah Air Sehat Aman Sejahtera dari sumber mata air Randa Kasih,” ungkap Nandang Koim. Saat ditemui di tempat praktek pengobatan di wilayah Desa Sadang.

Pria kelahiran tahun 1962 itu mengatakan, Kedepannya ASAS RANDA KASIH ini ingin memasok air keseluruhan warga Desa Cigadog, yang diperkirakan ada 1500 kepala keluarga. Menurut Nandang setiap KK memerlukan air bersih. Itu merupakan aset yang bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa, soalnya jika dikali 10 ribu rupiah per bulan, berarti sudah ada pemasukan untuk kas per bulannya 15 juta rupiah, jika dikali 12 bulan, berarti uang yang terkumpul per tahunnya sebesar 180 juta rupiah.

“Apalagi ketika seluruh masyarakat Desa Cigadog sudah terpasok air oleh ASAS RANDA KASIH, sisa dari kelebihan air itu akan kita salurkan untuk pemberdayaan pertanian melalui program kedepannya yang saya beri nama CIGADOG BERA MENGHIJAU. Saya yakin dengan program ini sawah-sawah yang tadinya menjelang musim kemarau tidak bisa ditanami, atau sawahnya menjadi Bera (dibiarkan tidak digarap) dengan Program CIGADOG BERA MENGHIJAU pasti petani bisa beraktivitas bercocok tanam, karena adanya pasokan ASAS RANDA KASIH, begitupun para pengelola ASAS RANDA KASIH secara otomatis akan menambah masukan untuk Kas,” papar Nandang Koim yang memiliki pola pikir brilian dalam hal pemberdayaan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui penggalian potensi, merubah sikap masyarakat dan pengorganisasiannya.

ASAS RANDA KASIH Bikin Nyaman Masyarakat Kampung Loa Imron warga Kp. Loa Desa Cigadog bersama Irfan Mansur Wartawan MahkotaIndonesia

Ternyata Reservoir, atau Bak bernama ASAS RANDA KASIH yang digagas oleh Nandang Koim membuat nyaman para penerima manfaat air bersih di Kampung Loa, diantaranya Imron mengucapkan Alhamdulillah setelah dibangunnya Bak ASAS RANDA KASIH, “Soalnya saya pernah mengalami sering air tidak mengalir ke rumah saya, untuk itu saya harus bolak balik ngandir air. Sehari sampai 9 kali mondar-mandir membetulkannya, hingga kaki saya mengalami sakit,” ungkap Imron.

Kini Alhamdulillah, ucapnya, setelah dibangunnya Bak ASAS RANDA KASIH, air mengalir lancar, semuanya penerima manfaat di Kampung Loa dengan adanya Bak ASAS RANDA KASIH merasa nyaman. “Maka dari itu, saya mengharapkan se-Desa Cigadog harus dikelola seperti di Kampung Loa, soalnya tetangga lainnya sebagai penerima manfaat mata air Cieweranda yang tidak menginduk ke pengelola ASAS RANDA KASIH masih seperti saya dulu sebelum dibangunnya Bak ASAS RANDA KASIH, kesal, lelah bolak balik ngandir supaya air lancar mengalir,” imbuhnya.

Tentunya apa yang digagas oleh Nandang Koim bukan hanya sebatas obrolan saja, tapi telah dibuktikannya dengan program ASAS RANDA KASIH, yang mana warga masyarakat di Kampung Loa RT.03, RW.04, Dusun 02 Desa Cigadog kini merasa aman dan nyaman menikmati air bersih anugrah dari Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah. (IM).

© Copyright 2024 - Mahkotaindonesia.com
Added Successfully

Type above and press Enter to search.